Spesies Paling Penakut

Takut mati, takut miskin, takut istri, takut suami, takut bos, takut bodoh, takut terlihat bodoh, takut diomongin, takut tetangga, takut penjahat, takut ditipu, takut mertua, takut menantu, takut menganggur, takut kawin, takut telat kawin, takut sendirian, takut jomblo, takut sukses, takut polisi, takut pacar, takut anjing, takut gelap, takut neraka, takut Tuhan, takut setan, takut telat, takut kecepetan, takut hamil, takut gak bisa hamil, takut pemerintah, takut ormas, takut teroris, takut bom, takut neraka, takut kalah, takut menang, dan sejuta rasa takut lainnya.

Kita adalah spesies tercerdas di planet ini, dan juga spesies dengan rasa takut terbanyak.

Tetapi, kita juga spesies dengan kisah keberanian terbanyak.

Dari yang menantang maut: si prajurit yang berani mati menembus desingan peluru, si pemadam kebakaran New York saat 9/11, orang asing yang terjun ke laut menyelamatkan orang tenggelam yang tak dikenalnya. Sampai yang menantang reputasi dan kecaman masyarakat: Martin Luther King yang melawan rasialisme, Ibu Siami yang membongkar praktik menyontek massal. Atau sampai hal-hal yang terkesan remeh sekalipun: si kecil yang berani masuk sekolah di hari pertama, ataupun si karyawan fresh graduate yang memberikan presentasi pertamanya.

Maka “Berani” adalah kata sifat yang membutuhkan “Takut”. Di dalam hidup yang tidak ada rasa takut, maka “berani” adalah konsep yang tidak berharga, tidak relevan, dan bahkan mungkin tidak ada. Jadi betul kata-kata bijak “Courage is not the absence of fear, it is the action despite of it”

Menjadi berani bukannya menghilangkan rasa takut. Menjadi berani adalah menjadi manusia yang tetap merasa takut, tetapi berkata “Persetan!”, “Kampretlah!”, memberikan jari tengah ke Hidup, dan tetap maju terus.

Advertisements

Categories: Random Insight

5 Comments »

  1. Mau nambahin, kalau berani berbuat, juga harus berani menanggung segala macam risikonya. Tidak seperti koruptor, berani korupsi tapi takut untuk menghadapi konsekuensinya dan malah kabur ke negeri tetangga 🙂

  2. Iseng dan tumben-tumbenan buka blog mu pagi-pagi, bang. (udah siang sih)
    Dan mendapatkan postingan ini.

    akh, thank you. ~walaupun aku kayanya ga seberani kayak Homo sapien lainnya sih. 😀

  3. klo kt oom neale donald w. di bukunya ‘conversations w/ god”, smua keputusan prilaku &, atau pikiran manusia pada dasarnya cm dimotivasi oleh 2 emosi utama: fear or love. emosi2 lain klo ditelusuri ujung2nya jg berpangkal d 2 emosi itu.
    sayangnya, rasa takut memang lebih sering dimenangin sbg dasar pengambilan keputusan kta, krn yg selalu didengung2in d masy adlh survival of the fittest, harus jd paling sukses, paling pinter, seolah2 klo kta gagal mencapai itu semua, ya hidup kita = gagal aja.
    jarang bgt ditekankan ttg “the glory of love”
    jd, yah gw salut sm conth2 d atas, si prajurit, pemadam kebakaran, martin luther king, gandhi, dll. org2 yg gw rs keputusannya lbh byk dimotivasi oleh ‘love’, sehingga mereka berani ngalahin rasa takutnya, & berani berbuat besar.
    kira2, rasa apa yg selalu menjadi dasar keputusan SBY ya? :b

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s