Garuda di Timelineku!

“Jadi sekarang elu suka bola, Ring?”

Beberapa kali gw dapet pertanyaan itu di Twitter, secara gw jadi sering nonton Timnas dan meramaikan timeline, padahal gw pernah bilang bahwa gw gak suka sepak bola (90 menit nonton 22 LAKI2 ngejer2 bola? Mending gw nonton K-Pop…)

Well, kenyataannya, gw masih gak suka bola sih. Tapi pengecualian buat Timnas.

Analisa atas diri sendiri gw sih simple aja. Gw banyak kecewa dengan negera ini, dari presiden, menteri, wakil rakyat, penegak hukum, dll, gak ada yang bener ngerjain tugasnya. Biarpun gw gak suka bola, tapi kalo TimNas tanding, apalagi sampe menang, rasanya seperti pelarian sesaat dari carut-marut pemerintahan.

Tetapi selain untuk mengobati kekecewaan, TimNas juga punya ‘magic’ lain, yaitu mempersatukan kita, baik di dunia nyata maupun di dunia online. Ambil Twitter contohnya, yang sehari-hari isinya sering nyinyir atau berdebat satu sama lain, dari yang politik (partai ngehe vs. partai sompret), penyanyi (tim Geisha vs. tim Vierra – eh ini ciptaan gw doang ya? :p), yang pro dan kontra LDR (pacaran jarak jauh itu loh), sampe urusan gadget (Apple vs. Blackberry vs. Stroberi kali…) Apa juga bisa diperdebatkan, dan menciptakan kubu-kubu.

Tetapi kalo TimNas lagi beraksi, tiba-tiba semua menjadi satu, mendoakan, dan bersorak-sorai buat para “local heroes” kita. Semua perbedaan dihentikan untuk 90 menit, dan semua mengutuki siapapun yang jadi lawan kita.

Jadi benar kata orang, kehadiran musuh bersama (common enemy) itu mempersatukan. Kalau musuh bersamanya hilang, byar bubar semua, berantem lagi sendiri-sendiri. Begitu gak ada TimNas, para penggemar bola Indonesia pun berantem sendiri antar fans MU, Arsenal, dll. Begitu juga fans Apple vs. fans Nexian.

Mungkin dulu bangsa ini bisa keren bersatu, bikin Sumpah Pemuda dll karena masih punya common enemy, si Belanda. Sekarang kita kehilangan ‘common enemy’ itu. Padahal harusnya masih banyak ‘musuh bersama’: negeri ini jelas disandera koruptor, politikus tikus, dan mafia hukum….

Selain alasan sentimentil nasionalis di atas, alasan lain gw suka ikutan nonton TimNas adalah…pengen ikut NGOBROL!

Ini sih psikologi sederhana. Tidak semua orang ngebahas soal Liga Inggris di timeline Twitter gw. Tapi ketika TimNas main, semua asyik komentar yang kreatif, dan lebih penting lagi, banyak yang LUCU2. Kalo lagi stres, ngeliat timpalan orang2 di timeline bisa ngakak2. Dan gw pengen bisa ikutan di obrolan ngaco ini.

Jadi TimNas itu kalo dipikir2 banyak pahalanya: mempersatukan bangsa, membuat orang berhenti ribut/nyinyir sejenak, dan membuat banyak orang tertawa dan hepi! 🙂

Gw masih gak suka olahraga sepak-bola (dan tetep mendingan gw nonton SNSD). Tapi TimNas lebih dari sekedar “sepak bola”, mereka adalah harapan, senyum, dan tawa bangsa ini! Pokoknya Garuda di Dadaku deh! 🙂

Advertisements

Categories: Negeriku, Random Insight

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s