Antara Zodiak, Kemalasan, dan Ketakutan.

Fenomena yg gw gak ngerti sampai sekarang adalah populernya astrologi atau horoskop, khususnya di kalangan terdidik dan profesional.

Gw pribadi tidak percaya dengan astrologi, baik sebagai klasifikasi kepribadian, atau untuk membaca masa depan (apa lagi itu!)

Sebagai klasifikasi kepribadian, sampai sekarang tidak ada tes ilmiah yang membuktikan bahwa manusia bisa dibagi menjadi 12 jenis kepribadian yang distinct mengikuti penjelasan zodiak (padahal tes ini relatif mudah dilakukan, dengan multivariate psychographic segmentation). Sampai sekarang toh tidak ada bukti nyata tentang 12 jenis pribadi berdasarkan zodiak yang didukung statistik yang solid.

Problem gw yang lain dengan astrologi adalah prinsip dasarnya: di mana sekelompok gugus bintang bisa menentukan kepribadian dan masa depan gw. Entah apa penjelasannya bintang jutaan tahun cahaya jaraknya bisa ngurusin hidup gw. Ingat juga bahwa bintang yang kita lihat sekarang sebenarnya sudah “usang”. Cahaya bintang yang kita lihat sudah menempuh jarak jutaan tahun lamanya, jadi bisa saja suatu bintang yang kita lihat sebenarnya sudah lama mati. Tapi ya astrologi memang dibuat oleh orang primitif yang belum mengerti hal2 ini.

Jangan lupa, semua rasi bintang dalam zodiak “Capricorn, Libra, Leo, dll”, hanyalah rekaan sekelompok orang dari kebudayaan Babilonia (terus lanjut ke Yunani) yang membuat garis2 penghubung antar beberapa bintang seenak udel, tergantung saat itu mereka lagi mabok cimeng atau anggur. Di kebudayaan2 lain, rasi bintang punya bentuk dan nama yang berbeda. Ya terserah imajinasi mereka yang jaman dulu melihat dan membayangkan gambar2 tersebut.

Terus kenapa banyak orang berpendidikan bisa percaya pada astrologi?

Alasan yang pertama, adalah banyak yang merasa kepribadian seperti deskripsi astrologi terbukti “benar”. “Bener kok, temen gw Virgo orangnya kayak begitu…”. “Suami gw Sagitarius banget, soalnya dia suka….”, dll, dll. Tetapi seperti gw bilang di atas, tidak pernah klaim2 astrologi bisa dibuktikan secara statistik. Yang ada sifatnya anekdotal, kisah-kisah yang kebetulan “cocok” yang dijadikan bukti, sementara kisah-kisah yang tidak cocok diabaikan, atau diberi penjelasan lain agar pas. Contoh, tiap kali gw protes bahwa gw gak cocok dengan penjelasan Leo, pasti abis itu ditanya tanggalnya, dan kemudian dibilangin “Ooh, elu udah Leo perbatasan Virgo, pantes aja gak terlalu Leo”. Uuummm, riiiii-iiight.

Kemungkinan lain, jika ada orang yang percaya benar dengan astrologi, maka tanpa sadar mungkin ia mencocok-cocokkan dengan deskripsi yang diberikan, semacam sugesti. Jadi kalo bertahun2 ngebaca kalo jadi Capricorn harus pendendam misalnya, ya pelan2 secara bawah sadar jadinya pendendam beneran.

Alasan kedua mengapa astrologi mungkin populer, adalah karena dia menjadi shortcut di tengah realita hidup yang begitu kompleks. Ada milyaran manusia di dunia, dan besar godaannya menggunakan “jalan pintas” untuk mengenal mereka. “Ooh, elu Sagitarius, jadi elu orangnya pasti….“. Kita malas mengenal manusia lain secara individu karena membutuhkan proses yang panjang dan sulit, dan lebih gampang menggunakan jalan pintas astrologi untuk mengklasifikasi mereka.

Berkaitan dengan realita hidup yang kompleks, kita juga dihadapkan kepada uncertainty akan masa depan. Masa depan begitu menakutkan jika tidak bisa diprediksi. Maka kolom ramalan bintang di pojokan majalah/koran memberikan sedikit rasa aman, seolah-olah kita bisa mendapat sedikit “bocoran” tentang masa depan.

Kemalasan untuk mengenal manusia lain secara individu, dan juga ketakutan akan ketidak-pastian masa depan – kedua hal ini pun menimpa golongan berpendidikan tinggi tanpa kecuali. Dan mungkin karena ini juga astrologi menjadi populer di antara mereka. Memang butuh sedikit disiplin rasional untuk bisa berhenti percaya kepada astrologi, dan rasionalitas seringkali tidak berkorelasi dengan gelar pendidikan.

Atau mungkin, memang gw susah percaya hal-hal nonsens seperti astrologi seperti ini karena gw terlahir sebagai Leo….

Advertisements

Categories: Random Insight

8 Comments »

  1. Good Think! Saya juga susah percaya dengan hal-hal astrologi seperti itu.. dan hanya kebetulan aja kalo saya juga terlahir sebagai Leo :))

  2. abang gw Leo (dan shio Kelinci juga kaya om Piring), tp kok amat superstitious ya walopun bukan terhadap zodiak melainkan terhadap shio2 dan fengshui :)))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s