Antara Akun Anonim dan Pahlawan Bertopeng

Beberapa hari ini, gw ngeliat di TL rame tentang akun anonim politik yang ceritanya ‘dibongkar modus operandi’nya oleh akun lain. Untuk yang nggak tahu, akun anonim politik biasanya isinya ‘membongkar  kebusukan para pejabat’ dengan gaya intel/”insider information”.

Gw sendiri dari dulu gak pernah ngikutin akun-akun anonim politik. Gak tertarik sama sekali.

Tetapi gw ngerti kenapa akun2 ini punya daya tarik tinggi. Akun2 ini terkesan seperti ‘membocorkan’ rahasia orang dalam, seolah2 membuka kebenaran yang ditutupi dari publik. Pada dasarnya naluri manusia memang kepo, dan pengen tahu tentang orang lain, dari soal selebriti sampai pejabat. Jadi wajar kalau akun anonim gaya-intel ini cepat populer. Apalagi terkesan seperti memberikan ‘layanan publik’.

Memang akhirnya beredar informasi di Twitter bahwa akun2 ini ternyata bisa ‘dipesan’, misalnya kita bisa memesan agar akun tersebut menjatuhkan lawan politik kita melalui “informasi rahasia”, entar benar atau fitnah, yang dibocorkan ke publik. Tentunya dengan bayaran. Atau bahwa akun tersebut ternyata memihak partai tertentu sebagai alat menyerang partai lain, dll.

Yang mana yang benar, gak akan ada yang tahu kayaknya.

Tapi yang pasti, dari dulu gw gak tertarik follow akun anonim politik. Alasannya sederhana aja: suatu pihak yang anonim, tak berwajah, tak beridentitas, otomatis tidak bisa dipertanggung-jawabkan akuntabilitasnya. Dan jika suatu pihak tidak bisa held accountable, maka gw gak mau dengerin omongannya sama sekali. Logikanya, kalau seseorang tak beridentitas, dia tidak bisa ditangkap, dan jika dia tidak bisa ditangkap, dia bebas ngomong apa saja. Kebenaran, fiksi, atau fitnah bisa dicampur2, tanpa konsekuensi (bahasa Inggris kerennya: with impunity). Dan gw males dapet informasi dari pihak seperti ini.

Coba kita bandingkan dengan Wikileaks, yang juga terkenal karena membocorkan data-data rahasia milik pemerintah berbagai negara. Bedanya adalah, Wikileaks bukan entitas anonim. Pendirinya Julian Assange memiliki wajah, nama, informasi pribadi yang jelas. Dia bukan tokoh fiktif atau “hantu”. Dia bisa ditangkap. Dan akhirnya ditangkap. Tetapi karena dia bisa held accountable maka informasi yang dibocorkannya justru (bagi gw) mempunyai nilai kredibilitas lebih.

Prinsip yang sama bisa kita gunakan untuk melihat ‘pahlawan bertopeng’ dalam perspektif yang berbeda. Sejak kecil, kita dibuat kagum dengan konsep pahlawan bertopeng, hero/superhero dengan identitas rahasia (Batman, Spiderman, dll). Mereka yang membasmi kejahatan di luar jalur hukum (vigilante). Kita kagum karena kita mengetahui identitas asli mereka sebagai pembaca komik/penonton film. Tetapi bayangkan kalau betulan ada pahlawan bertopeng di antara kita, dan kita tidak tahu identitas mereka. Dan mereka mulai menghajar orang2, dan tidak pernah bisa diminta pertanggung-jawabannya. Di balik topeng, mereka bisa bebas menyerang/menyakiti siapa saja (entah betulan penjahat atau orang tak berdosa). Dan dalam anonimitas mereka, mereka tidak perlu menjelaskan/bertanggung-jawab kepada siapa pun alasan mereka.

Gw jadi inget film ‘Hollow Man’, tentang ilmuwan yang berhasil membuat dirinya tak nampak lagi. Perlahan-lahan, dia berubah menjadi jahat, karena tidak ada yang bisa melihat dirinya. Dia bebas berbuat segala sesuatu tanpa harus takut akan konsekuensinya. “It’s amazing what you can do… when you don’t have to look at yourself in the mirror any more” kata tokoh ilmuwan yang diperankan Kevin Bacon. Tanpa identitas, seseorang tiba2 punya kebebasan absolut untuk berbuat dan berkata sesukanya.

Itu sebabnya superhero yg gw suka adalah Iron Man. Karena walaupun Iron Man juga ‘bertopeng’, tetapi Tony Stark go public tentang identitasnya. Iron Man tidak akan bisa berbuat semena-mena, karena identitasnya diketahui publik.

Jadi, masih kagum dengan pahlawan bertopeng? Atau masih mau percaya dengan akun anonim? Mending nonton infotainment dong? 😀

Advertisements

Categories: Random Insight

14 Comments »

  1. bener juga sih bang.

    akun yg ga bisa dipertanggung jawabkan kredibilitasnya jatohnya cm kyk infotainment menurut saya.

    dan predikat “membocorkan rahasia” bisa jadi boomerang, gimana kalo ternyata yang dibocorkan itu sebuah kebohongan? karena mindset kita informasi yg dibocorkan adalah fakta, fiktif pun berubah jadi fakta.

  2. Setuju bang. Orang yg suka buka aib/kelemahan/kesalahan (apapun namanya) orang lain, sebenarnya dia cm nutupin kelemahan dirinya sendiri. Satu lagi, i do love Tony Stark, i do love ironman, i do love Robert Downey Jr. 🙂

  3. Sama, saya juga kaget ternyata akun anonim politik tersebut jasa nya bisa dipesan. Jelas banget pas awal-awal ngetwit dia ngejelek2in Pejabat Tertentu, eh tapi makin kesini dia jadi balik muji-muji pejabat tersebut. Ckckc suspicious

  4. Setau gue sih Iron Man awalnya juga merahasiakan identitasnya, cuma beberapa kerabat dekat aja yang tau siapa Iron Man (Piper Potts, his secretary). Macam Batman dan Spiderman lah. Dan dia finally reveal himself kan karena pada akhirnya busted, again..macam Batman dan Spiderman.

  5. Setau gue sih Iron Man jg nyembunyiin identitasnya, bahkan sampe Iron Man 2 pun dia berusaha tdk menbongkar kedok Iron Man. Jgn disamain sama Avengers donk. Itu beda bgt. Krn Avengers gak konsen ke 1 superhero aja, mrk justru gak ada issue bongkar2an kedok. Konsen ke hanya musuh mrk, Loki. Jd krg tepat klo disamaain sama Hollow Man or akun twitter anonim. Misinya aja beda. And klo mas Hendry nonton The Dark Knight Rises, kata Batman : I wear a mask in order to protect the people I love.
    Punten kalau saya sok tahu. (‾⌣‾)♉

  6. Jujurnya, gw juga ga ikut ngikutin akun2 anonim politik sih, interest sama politik di indo ga cukup keliatannya. Tapi, gw bisa liat gunanya akun anonim atau sarana untuk ngelaporin sesuatu anonymously. Banyak orang2 yang untuk satu ato laen hal ga bisa bocorin rahasia perusahaan/negara secara langsung (takut dibunuh, takut hilang tanpa jejak, ditekan pekerjaan, ditekan tetangga, ditekan preman, ditekan pokemon :P). Kalau khususnya di twitter sih gw rasa diharapkan ada yang komentar nimbrung tentang kelegalitasan komentar/bocoran ini (saya jg di divisi x,y,z dan kejadiannya begini juga), apalagi kalo ada yang bisa kasih ‘bukti2’ yang keliatannya kredibel. Dan kalo noisenya sudah cukup banyak, boleh diselidiki sama pihak yang berwajib/berkepentingan. Diselidi loh ya, bukan langsung ditangkep. Nyelidikinnya juga harusnya sih ga usah pake manggil metro news : eh kita mau selidiki ni budget taun 2012 sodara2! Mana kameranya,… gw caem kan!!!

    Tapi tentu saja, selayaknya kita proses berita di jaman sekarang, proses berita2 akun anonim dll ini juga harus kritis. Kalau emang tertarik/ada kepentingan, boleh minta bukti sama yg ngomong, dll. Kalo dikasih, kredibilitas meningkat (kalau buktinya meyakinkan), kalau engga, kredibilitas menurun. Kalau banyak yang ikut bikin kesaksian, dan kesaksiannya keliatannya sama akun2 yang emang buat spesialis baru dibikin (ngeceknya ada toolsnya kok tapi gw ga inget apa atm), dan kesaksiannya kira2 mengconfirm kredibilitas meningkat, etc. Problemnya tapi memang besar sekali kalo kita pake gaya pasrah ‘percaya aja’, tapi jaman sekarang apalagi bagi yg kronis pake internet, masa masih ngotot pake gaya ‘percaya aja’ sih. Tentu saja biar kredibilitasnya keliatannya sih sudah tinggi, tetep ga menutup kemungkinan kalau akunnya disewa, dll (tho kalo pemirsanya teliti, it should be harder buat nyewa akun, liesnya musti lebih elaborate, akon2 yg supporting statement harus keliatan kaya real person etc, not impossible tho), makanya yang diharapkan adalah mulainya penyelidikan yg jujur (idealnya), bukan penangkapan. Sebenernya bocoran di wikileaks kan juga bisa jadi dari sumber anonymous. Bedanya adalah, sebelom di post, due dilligencenya udah dilakuin sama team wikileaks, jadi jauh lebih sedikit yang harus kita cek dan ricek (default kita percaya wikileaks punya team I guess). Nyape2in? Emang sih hahahaha…. Tapi buat orang yang lumayan tertarik terhadap politik, apalagi kalo ada kepentingan, gw rasa ini ga kerasa nyape2in banget (I mean, how many times do you read a huffington article or blogs about something you’re really weally interested in and crosscheck it with other souces/material and journals-especially if the content sounds a bit fishy-itu juga sebenernya nyape2in pan, cuma ya menarik jadi ga kerasa 😛 Personally, I dont have the same passion with indo politic as I have with other stuffs-paling tau si foke yg kayanya tiap hari IQnya turun satu level lol-so doing due diligence on such thing is a real bother).

  7. Good analysis 🙂 tp menurut salah satu media online (yg “katanya” mewawancarai dia langsung) yang gw baca, si pemilik akun anonim ini gak keberatan kalau orang lain mengetahui siapa dia sebenarnya (sejauh ini ada 30-an orang yg tau siapa dia sebenarnya), dan si pemilik akun anonim sih katanya akan bongkar jati dirinya nanti dekat2 th 2014. will see lah!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s