Maaak….Aku Jadi Penulis!

Jadi ceritanya, di bulan November 2012 ini, gw berhasil menerbitkan buku pertama gw. Emaaaak, aku jadi penulis beneran maaak!

Bahwa buku ini berhasil brojol sebelum akhir tahun yang sudah deket, mempunyai makna penting bagi gw.

Karena keinginan menulis buku sudah menjadi new year resolution (rencana tahun baru) selama…..4 tahun berturut2 aja! Dan jika buku ini tidak terbit, maka akan ada new year resolution yang sama untuk yang kelima kalinya.

Setiap malam tahun baru, sejak 2008, gw selalu berkata pada diri sendiri: “Gw mau nulis buku!” Dan selama 4 tahun berturut2 juga, rencana tersebut gak pernah kejadian. 2 tahun lalu gw pernah sok menyepi, selama 4 hari liburan mencoba menulis. Toh setelah 30 halaman, mandeg. Penyebab gagalnya rencana menulis apalagi kalo bukan, basi sih, alasan waktu. Namanya juga punya pekerjaan full-time, ya susah banget nyari waktu buat nulis. Walaupun ini sebenernya separuh excuse, karena waktu untuk menulis yang tersedia toh habis terpakai untuk Twitter-an, baca buku, main game, atau ngerjain hal-hal lain.

Menulis, bukanlah suatu passion baru buat gw. Sejak kecil dimanjakan dengan buku oleh ayah (tapi tidak mainan), gw sudah jadi kutubuku sejak SD. Gw bisa diem duduk anteng di rumah berjam-jam membaca buku2 Agatha Christie, Lima Sekawan, atau Trio Detektif-nya Alfred Hitchcock. Seiring dengan hobi membaca cerita, gw pun senang berimajinasi dan membuat cerita sendiri. Saat masih di kelas 4 SD, untuk tugas mengarang, gw sudah membuat cerita pendek yang menghabiskan kalau tidak salah 11 lembar buku tulis Aa (masih ada gak sih buku tulis Aa?). Di SD juga, gw pernah menggambar komik robot bersambung sampai menghabiskan 9 buku tulis (ceritanya nyamain dengan serial kartun robot yang pada waktu itu umumnya menghabiskan 9 kaset video – siyal ketauan deh angkatan gw).

Saat kuliah dan awal-awal bekerja, gw masih tetap senang membaca, tetapi sudah tidak menulis lagi. Gw kembali menulis ketika blog mulai populer. Di tahun 2005 gw pertama kali mencoba menulis blog. Sempat di blogger.com, kemudian pindah ke Multiply untuk beberapa lama. Sampai akhirnya 2011 berkenalan dengan WordPress dan akhirnya ‘hijrah’ lagi ke platform ini.

Pada saat-saat awal ngeblog di Multiply, gw inget kayaknya hampir gak ada yang baca. Waktu itu belum ada Twitter (adanya Friendster!), jadi blog itu hidup sendirian aja. Pelan-pelan ada satu, dua orang yang ‘menemukan’ blog ini secara tidak sengaja, atau direkomendasikan oleh teman. Tapi ya gitu, paling banyak satu postingan dibaca oleh 15-20 orang. Tetapi gw tetep aja menulis. Hal-hal yang gw alami dalam hidup, entah pengalaman pribadi, atau berita, atau observasi mengenai orang lain, semua gw tuangkan di dalam blog. Waktu itu tujuannya sederhana: gw ingin memiliki semacam dokumentasi pemikiran/opini gw, walaupun untuk masalah remeh sekalipun, karena hal-hal ini kelak bisa gw baca lagi saat telah lanjut usia. Semacam diary digital gitu deh maksudnya.

Ketika gw mulai sering Twitter-an, dan kemudian blog gw pindahkan ke WordPress, gw mulai memanfaatkan fitur ‘publish’. Yaitu saat memposting blog, otomatis akan ter-share juga di Twitter. Nah, sejak akun blog dan akun Twitter gw ‘bersahabat’, mulailah blog gw mendapat lebih banyak pembaca, yang datang melalui link di Twitter.

Impian untuk menulis buku justru datang dari teman kantor, namanya Soni. Dia mengikuti blog gw sejak jaman Multiply. Dan sejak tahun 2008 sudah beberapa kali dia ngomong ke gw: “Ring, elu harus nulis buku. Soalnya gw adalah pembaca buku, dan menurut gw elu bisa. Blog elu sering menceritakan hal-hal sulit, tetapi menghibur dan sambil bercanda”. Dari situlah gw bermimpi untuk bisa menulis sebuah buku. Yang gw petik dari pengalaman ini adalah: teman, sahabat, atau siapapun di sekitar kita, seringkali bisa melihat potensi kita lebih baik dari kita sendiri. (Asal untuk hal yang positif ya. Jangan “Eh, bro, elu kayaknya bakat malsuin tanda-tangan deh. Nipu orang yuk!”, dll)

Tetapi seperti sudah gw singgung di atas, ‘bermimpi’ saja tidaklah cukup. 4 kali Resolusi Tahun Baru hanya tinggal menjadi Resolusi, bukan buku yang riil. Dan gw pun seperti kehilangan semangat untuk menulis buku kembali. Tetapi, kebiasaan ngeblog tidak gw tinggalkan. Bagi gw, blog adalah tempat gw mencurahkan isi pikiran yang memerlukan space lebih banyak dari sekedar 140 karakter di Twitter.

Maka ketika di suatu hari di akhir bulan Juni gw dikontak oleh Kompas Gramedia untuk berdiskusi soal menerbitkan buku, betapa senangnya gw. Ternyata mereka tertarik untuk menerbitkan blog gw. Ketika cita-cita gw untuk menulis sesuatu yang baru sama sekali tidak pernah kesampaian, datanglah tawaran untuk menerbitkan tulisan yang sudah ada. Gw nggak berpikir panjang. Walaupun ini tidak sesuai dengan rencana awal gw, hey, yang penting berhasil dulu menerbitkan satu buku. Istilahnya, ‘brojol’ aja dulu satu. Anggep aja sebagai ‘pembuka pintu’, ‘panglaris’, untuk karya-karya selanjutnya. Akhirnya gw pun menyambut tawaran Kompas Gramedia. Dan lahirlah ‘Cinta Tidak Harus mati’, seleksi beberapa tulisan di blog dengn tambahan tulisan2 baru.

Yang gw sadari sekarang adalah: ternyata kebiasaan gw untuk ngotot menulis blog ternyata membawa berkah. Walaupun gw mandeg di penulisan ‘buku’, siapa yang menyangka, justru ke-ngotot-an gw untuk menulis blog lah yang akhirnya menghasilkan buku pertama gw. Seperti pepatah yang pernah gw twit “Rencana beli vest, keluar toko nenteng kolor” (yang sebenarnya based on true story. Minggu lalu gw rencana beli vest, dan beneran malah belanja kolor…), yang artinya: kadang hidup tidak berjalan sesuai rencana kita, tetapi bukan berarti yang terjadi lebih jelek dari yang kita rencanakan (yang penting buku pertama gw terbit, sama seperti gw juga kebetulan sudah perlu kolor baru. And I am wondering whether I give too much detail here….). Dan di bulan November ini, gw bersyukur sesyukur2nya, akhirnya mimpi 4 tahun itu terealisir juga.

Buat yang punya aspirasi ingin menulis buku juga, pesan gw hanyalah: keep writing, di manapun itu. Nulis blog kek, nulis mading kek (eh masih ada mading gak sih?), nulis diary kek, nulis buku tamu kawinan kek, dll. Harus terus dilatih. (Dan ngomong2, menurut gw menulis 140 karakter di Twitter itu gak cukup loh ya! :)) Gak ada tulisan elu yang sia-sia, karena sebenarnya setiap tulisan elu, walaupun tidak/belum diterbitkan, adalah ajang berlatih untuk terus mengembangkan skill. Dan tidak ada istilah terlambat. Lah, kalo oom-oom kayak gw aja bisa menelurkan buku pertama di usia sekarang, apalagi elu-elu yang muda-muda?

Selamat menulis! Atau apapun impian dan passion mu! Dan buka mata untuk jalannya hidup, karena kita boleh berencana beli vest, tetapi gak papa juga akhirnya nenteng kolor!

Advertisements

Categories: Random Insight

24 Comments »

  1. congrats buat buku barunya ya om. Kayaknya laris manis nih.Gue mampir ke gramed GI sama MTA habis euy. Mudah-mudahan minggu ini lebih beruntung pas mampir ke gramed CP. Anyway keep update your blog ya. Selalu suka baca tulisan di blog ini & mudah- mudahan segera terbit buku2 selanjutnya 🙂

  2. mantep om, udah liat juga (usaha) promosinya lewat twitter.
    sabtu, baru ada waktu ke tokobuku buat beli Cinta Tidak Harus mati.
    abis nulis buku ikut stand up comedy om 😀

  3. Selamaaaatttt om Piringg!!! saya adalah pen-stalking baru blog ini :P, baru beberapa bulan and I love it, *terutama mengenai review film* hehe. Congratz buat prestasinya mempublish sebuah buku yaa… makan makaaaaaaannn ! 😀

  4. Iya nih udah berapa tauh new year resolution digandengin sama kalimat “nerbitin buku”, tapi tiap draft baru nyampe paling banyak 5 halaman, eh ada ide baru, eh males, eh game-nya seru, eh eh eh… Hiduuup hidup.

    Oh and yes, you do give too much detail. -____- Gak sekalian kasih tau itu kolor size berapa, warna apa, dan brand mana? 😛

  5. Om, terima kasih atas kehadiran Cinta Tidak Harus Mati ya. Buku itu berhasil mengubah kantor gw yang semula neraka menjadi surga. Ahahahaha…
    Teruslah menulis dan berkarya, ya, Om! Semoga buku kedua segera lahir…

  6. Bukunya keren Om! aku yang termasuk slow reader aja cepet ngabisinnya. Been enjoying it as my brain nutrition hohohoho…
    Ditunggu buku keduanya yak! 😀

  7. Niiy gw buka rahasia gw yaaa, gw tuh rasanya paling tuwir deh kl ngmng soal umur, tapi yg gw dpt dari mengamati n membaca blognya bang piring (lu kyknya seumuran anak gw deh) bikin gw bisa nyambung ma anak2 gw yg ABG, mereka n tmn2nya betah ber lama2 diskusi ma gw lantaran gw little bit funky parents with d wise advice … Ciieeehhh !! Pokoke gw jg jd punya semangat utk tetap bekerja n berkarya lebih bnyk terutama smbl nungguin anak2 gw jadi orng no. 1 di Indonesia (aamiin) … Age just a number .. Hari ini gw lg mengerahkan skrtrs, supir n offc boy buat hunting buku bang piring. Gw mw kasih buku2 itu buat baca bareng anak2 gw n their friends this week end …. Wish me luck n u too Bang Piring…. Keep on fire

  8. Udah beli bukunya, eh baru liat di blognya si om nulis ttg terbitnya Cinta Tidak Harus Mati.

    1.) Selamat ya Om Piring, menurut gue bisa bikin buku itu sesuatu banget deh. Selain nampak brilian, juga nampak tajir. Ngaku deh dapat royalti kan?! hehehe
    2.) Salut sama kemampuan baca cepatnya, referensi buku-bukunya keren-keren banget (yang ada di CTHM). Gue kok lama ya kalau baca buku dalam bahasa Inggris?! (lah curcol)
    3.) Mungkin gak sih mindahin file yang ada di blogger.com ke wordpress, tapi dulu Om alasannya apa pindah dari blogger.com ke wordpress?
    4.) Seandainya gak ada buku ke-2, tetap ditunggu tulisan2 lucu nan cerdasnya di blog.

    Keep sharing Om (ikutan manggil om spy sll terlihat muda) 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s