Review Awam BlackBerry Z10

Akhirnya, BlackBerry Z10 tiba, dan gw berkesempatan mencobanya sebelum resmi ada di pasaran. Yay! Dan sekarang gw akan berbagi review awam gw, seperti biasa. Mengapa gw selalu menggunakan istilah “awam”? Ya karena emang gw beneran hanya pengguna awam, yang tidak terlalu mengerti teknis. Jadi review gw ya sebatas pengguna umum saja. Jika pembaca merasa butuh review yang sampai teknis, misalnya membahas hardware dan teknologi yang digunakan secara mendetail, bisa membaca review oleh CNet, atau Techcrunch, misalnya. Selain itu, gw hanya membahas poin2 penting saja yang gw anggap menarik, dan tidak keseluruhan fitur/kemampuan Z10 yang ada.

Sebelum gw mulai membahas produk secara mendetail, mungkin beberapa informasi konteks untuk latar belakang dulu.

  • Penamaan. Mungkin di social media sering melihat istilah “BB10” atau #BB10. Sebenarnya ini bisa menimbulkan kesalah-pahaman. “BB10” adalah nama OS BlackBerry yang baru, dan bukan nama handsetnya. Handsetnya sendiri yang akan dirilis bernama “Z10” (yang akan dirilis di Indonesia pertama, full touch screen), dan kemudian menyusul “Q10” (dengan keyboard physical seperti Bold).
  • BB10 adalah OS yang dibangun dari awal, sama sekali baru. Jadi dia betul-betul tidak punya hubungan darah sama sekali dengan OS7 sebelumnya. Menurut penjelasan dari BlackBerry Indonesia, OS BB yang sebelumnya sebenarnya lebih dirancang untuk kebutuhan korporat dan bukan consumer, karenanya ada beberapa kelemahan. BlackBerry menjanjikan bahwa OS10 yang dibangun dari baru sama sekali ini memang didesain untuk consumer.
  • Jam Pasir yang kondang dandang itu. Berkaitan dengan poin di atas, BlackBerry menjanjikan tidak akan ada lagi insiden jam pasir, karena arsitektur memory yang telah diperbaiki. Dan sesudah seminggu gw pakai, gw memang belom pernah ketemu jam pasir. GO TO HELL JAM PASIR!
  • Saking BB10 adalah OS yang baru sama sekali, maka software BB Desktop Manager tidak bisa lagi digunakan. Kita harus ke situ blackberry dan mendownload software baru bernama “BlackBerry Link“. Link ini lah yang akan digunakan untuk mentransfer data dari BB lama ke BB10.
  • Paket data yang digunakan. INI PENTING BANGET dan harus disimak. Mulai dengan Z10, maka kita tidak memerlukan lagi langganan data khusus BlackBerry (BIS). Asal kita telah membeli paket data internet, maka otomatis BB10 bisa aktif. Ini penting bagi calon pengguna BB10 yang saat ini telah berlangganan paket BIS. Artinya paket BIS harus dinonaktifkan, dan diganti paket data biasa. (Dalam kasus gw, langganan pascabayar BIS gw di Telkomsel gw non-aktifkan, dan bisa segera diganti dengan paket Flash).
  • Micro SIM. Z10 sudah menggunakan micro SIM card, jadi anda yang ingin berpindah dari BB yang lama harus menukar dahulu SIM card yang biasa dengan yang micro. Jangan maen asal gunting yak!

Oke, kayaknya itu dulu informasi background yang kayaknya penting untuk diketahui. Mari membahas devicenya.

Informasi hardware

Z10 memiliki layar 4.2 inch, 1280 x 768 dengan resolusi 356 ppi. Konon resolusi Z10 lebih tajam dari iPhone 5 (326 ppi). Tetapi siapa sih yang bisa melihat perbedaan sekecil itu? Tapi memang display Z10 terasa sangat tajam dengan warna yang buat gw sudah cukup memuaskan.

Prosesor 1.5 GHz dual core (bandingkan dengan iPhone 5 1.2 GHz). Tetapi ingat bahwa “kecepatan” bukan masalah cepet2an GHz, karena bergantung OS juga. Dual core sendiri bagi gw sudah bukan yang terdepan, mengingat beberapa model Android sudah menggunakan quad-core. Sekali lagi, persepsi kecepatan bukan ditentukan semata oleh kecepatan prosesor (Mesin Avanza kalo ditaro di sepeda roda tiga mungkin bisa ngebut juga….)

Internal storage 16 GB. Ini lumayan generous menurut gw. Tetapi kalo masih gak puas, masih bisa ditambah MicroSD sampai 32 GB. Jadi total jenderal bisa, ummm, bentar pake kalkulator dulu, 16+32 jadi…. ummm…. ah, 52GB! Wuow!

Batre 1800 mAh yang bisa diganti. Soal daya tahan baterai, nanti di bawah yaaa 🙂

Kamera belakang 8 MP, sudah HD video recording, kamera depan 2 MP.

Soal body

Susah juga gw ngereview soal body, karena memang pengalaman yang sangat subyektif, dan tergantung referensi pembanding kita apa. Secara dimensi untuk digenggam, Z10 baik2 saja, dan menurut gw cukup ringan. Sebagai perbandingan, gw foto di sebelah BB Torch 1 dalam keadaan slide up.

20130225_140035

20130302_144255

Soal penampilan, gw dapet yang warna putih, dan buat gw cakep aja (sebenarnya gw gak terlalu rewel dengan warna body). Yang bagus dari model yang putih adalah ada dua warna, bagian putih di atas dan bawah dan hitam di tengah. Yang hitam juga bagus, full black, dan lebih maskulin, walaupun tidak bisa dipungkiri sekilas agak mengingatkan pada iPhone 4S yang hitam.

Bagian belakang adalah plastik bertekstur sehingga tidak licin, dengan lambang BB yang cukup prominent di tengah (pokoknya gak akan terlihat sebagai “apel” deh, biar lagi mabok juga…), dan kamera serta satu lampu LED duduk anteng di kiri atas.

20130302_154311

MANA TOMBOL BB-NYAAAA???

Buat yang biasa pake BB, siap2 bengong, karena…. TOMBOL BB-NYA ILAAANG!! Tidak hanya itu, tidak ada tombol “home” seperti di Android ataupun tombol “back”! Tombol yang ada hanya tombol on-off di atas, dan tombol volume suara (dengan tombol “pause” di tengah). Tetapi udah itu to’, gak ada tombol laen. JENG JEEEENGGG!!

Mengapa tombol BB yang sakral itu hilang? Karena ada hubungannya dengan OS BB10 yang mengandalkan “touch gesture”. Gw coba menjelaskan seperti apa satu-satu. (This is gonna be one looooong blog review….)

Mari kita mulai dari screen saat keadaan terkunci. Dalam keadaan locked screen, kalau kita menekan tombol on-off, screen hanya menampilkan notification, dan tidak mengunlock screen. Yang bagus dari design ini adalah, icon kamera bisa diakses langsung tanpa mengunlock screen (ada di kanan bawah).

IMG_00000083

Jadi bagaimana dong unlocknya? Caranya adalah jempol digosok dari tulisan BlackBerry di bawah, ke arah atas. Maka lock screen akan “tersingkap” (kayak buka rok gitu) ke arah atas. Tinggal di”sentil” ke atas, maka lock screen akan terbuka. Inilah salah satu penggunaan “touch gesture” dari BB10, dan masih banyak lagi penggunaan lainnya.

20130302_145532

Untuk membuka lock screen, jempol ditaruh di tulisan BlackBerry…..

...kemudian jempol didorong ke atas, dan lock screen "tersingkap"

…kemudian jempol didorong ke atas, dan lock screen “tersingkap”

Application Menu

IMG_00000064

Tidak ada yang istimewa dari menu app. Menu app sangat mirip dengan Android dan iOS. Yang pasti gerakan menu terasa sangat smooth.

“Peek”

Touch gesture menjadi andalan dari BB10 experience, dan penggunaan lain adalah “peek” (ngintip). Dan ini memang literally soal ngintip-ngintipan. Maksudnya begini. Dengan BB10, saat kita lagi asyik dengan sebuah aplikasi (Twitteran, BBM-an, nonton film perjuangan, dll) dan tiba-tiba ada pemberitahuan pesan baru masuk (lampu merah kelap-kelip), kita tidak perlu menutup aplikasi yang sedang digunakan untuk mengecek pesan yang baru. Dengan gesture sama seperti membuka lockscreen, maka kita bisa melihat notification, kemudian jika jempol digeser ke kanan, maka kita masuk ke BlackBerry Hub, tempat SELURUH pesan (BBM, email, SMS, Twitter, FB, LinkedIn, dll) berkumpul. Jika kita ingin langsung membalas, bisa. Tetapi jika kita mikir “Ah males, dari mantan”, jempol tinggal kita geser ke kiri, dan kita kembali ke aplikasi awal. Dan sepanjang kita melakukan ini semua, aplikasi awal tadi berjalan terus, tidak ter-close.

Saat ada notification masuk, dengan jempol kita dorong ke atas. Aplikasi mengecil, dan tampak list notif di kiri

Saat ada notification masuk, dengan jempol kita dorong ke atas. Aplikasi mengecil, dan tampak list notif di kiri

Jika jempol kita dorong ke kanan, tampak halaman "Hub"

Jika jempol kita dorong ke kanan, tampak halaman “Hub”

Jika tertarik untuk merespon, cukup diteruskan ke kanan. Jika kita, jempol kita geser ke kiri dan kita akan kembali ke aplikasi awal (yang tidak pernah tertutup)

Jika tertarik untuk merespon, cukup diteruskan ke kanan. Jika kita malas merespon, jempol kita geser ke kiri dan kita akan kembali ke aplikasi awal (yang tidak pernah tertutup)

Ini lah yang dimaksud dengan tagline baru BB10 “Keep You Moving”, karena BB10 memungkinkan pengalaman kita berkomunikasi dan menggunakan aplikasi tidak terputus/terinterupsi.

Multiple Application running

BB10 mampu menjalan sampai 8 aplikasi secara simultan. Jika kita ingin berganti aplikasi, maka aplikasi yang sedang kita gunakan cukup “disentil” ke atas, dan kita akan sampai ke running applications page. Tinggal pilih ingin pindah ke aplikasi yang lain.

IMG_00000084

8 aplikasi bisa berjalan secara simultan

Apa yang terjadi jika kita membuka aplikasi ke-sembilan? Aplikasi yang pertama kita buka akan ditutup.

Virtual keyboard

Kita sudah sering mendengar banyaknya anggota BB “fundamentalis” yang cinta BB mati-matian karena keyboardnya. Pokoknya keyboard BB nomor satu, persetan dengan iPhone atau Android smartphones. Yah, gw gak heran juga sih. Sebelum ini gw menggunakan BB Curve 3G, dan memang mengetik dengan keyboard fisik masih terasa lebih cepat.

Jadi gimana dong dengan Z10 yang full touch screen?

Sesudah gw mencoba Z10 selama beberapa hari, tanpa keraguan sedikitpun gw akan bilang bahwa virtual keyboard dari Z10 BENER-BENER BAGUS. Gw belom pernah punya iPhone, jadi perbandingan gw adalah Android (Huawei, Samsung Galaxy Note 2), dan gw bisa bilang virtual keyboard Z10 lebih unggul (bahkan melawan aplikasi keyboard seperti SwiftKey sekalipun).

Yang pertama, desain keyboard virtualnya sangat baik. Tombol2 besar, dan saat mengetik cepat pun gw merasa akurasi yang sangat baik, tidak mudah untuk typo.

Tetapi inovasi yang paling keren adalah predictive typing-nya. Jadi, Z10 akan mempelajari kebiasaan mengetik kita, bahkan kata-kata yang kita pakai (Z10 memiliki database berbagai bahasa, termasuk Bahasa Indonesia!). Kemudian saat mengetik, Z10 akan mencoba “menebak” kata-kata berikut apa yang hendak kita ketik, dan menawarkan prediksinya tersebut.

Sampai di sini, pengguna Android akan berkata, “CIH, APA HEBATNYA NYET? ANDROID JUGA BISA, PAKE SWIFTKEY!” Betul, predictive system sudah ada sejak lama (eh bahkan jaman Nokia Symbian kalo gak salah), tetapi inovasi yang dilakukan Z10 lumayan keren. Kata prediksi akan ditempatkan di atas tombol huruf awalan kata prediksi tersebut. Dan jika kita ingin menggunakannya, kata tersebut tinggal kita “sentil” ke atas dengan jempol. Pake contoh saja yaa…

Misalnya kita hendak mengetik “bertemu”. Pada saat kita baru mengetik “ber….”, maka di huruf “T” sudah tersedia “bertemu”, sementara di huruf “D” sudah tersedia “berdua”, dan di huruf “I” ada “berikan”. Kalau kita memang ingin menulis “bertemu”, maka jempol kita cukup menyentil huruf T ke atas, dan kata “bertemu” pun akan lompat ke typing window. Keren deh, dan bener-bener bikin menulis tambah cepat.

Gw baru mengetik "ber..." Perhatikan kata "bertemu" di huruf T dan "berdua" di huruf B

Gw baru mengetik “ber…” Perhatikan kata “bertemu” di huruf T dan “berdua” di huruf B

Gw ketemu video demo soal cara mengetik “disentil” di atas. Semoga membuat lebih jelas 🙂

Touch gesture lain yang digunakan di keyboard virtual: untuk mendelete kata terakhir, tidak perlu menggunakan tombol Delete, cukup swipe jempol dari kanan ke kiri di mana saja di keyboard. Kelihatannya hal sepele, tetapi sangat membantu. Yang lainnya, saat kita perlu mengubah keyboard dari huruf ke simbol, biasanya di smartphone lain kita harus menekan tombol khusus di pojok bawah; nah untuk Z10, cukup swipe jempol dari atas ke bawah (di mana saja di keyboard), dan keyboard akan berubah. Lagi2 hal sepele, tetapi sangat mempercepat proses pengetikan.

Tampaknya pihak BlackBerry benar-benar menaruh investasi serius dalam pengembangan virtual keyboard yang bagus, dan hasilnya nampak nyata. Bagi gw pribadi, keyboard Z10 ini adalah fitur terkuat dari Z10, di antara semua fitur dan inovasi2 yang lainnya. Jadi untuk pengguna BB dengan keyboard fisik, menurut gw gak perlu ragu untuk pindah ke all touch screen.

Tetapi kalau teman-teman masih ngotot jadi pengguna keyboard fisik, tenang saja, Q10 akan hadir beberapa bulan lagi.

BlackBerry Messenger

Bagi banyak orang, hidup tanpa BBM rasanya hampa. Bahkan dengan kehadiran begitu banyak messenger lain, BBM tampaknya masih menguasai hajat hidup orang banyak. Entah itu untuk keperluan bekerja, bisnis, atau mempertahankan harapan balikan ke mantan, pengguna BBM jumlahnya mungkin masih lebih banyak dari fans Aceng. Jadi ada apa di BBM baru di BB10? (Catatan: jangan khawatir saat pindah ke BB10, jika kita punya BlackBerry ID, maka semua kontak BBM akan pindah komplit ke device baru, tanpa membutuhkan software desktop)

IMG_00000071

Selain tampilan yang lebih cantik, buat gw yang paling menarik adalah fasilitas Video Call untuk BBM. Mungkin temen2 sudah tahu bahwa di BBM di OS7 sudah tersedia voice call gratis (lewat internet). Nah di BB10 ini dikembangkan bahkan menjadi video call. Yang keren juga, kita bisa “screen share” dengan teman videocall kita. Screen share artinya apa yang tampak di screen kita bisa dilihat oleh teman videocall kita. Berguna buat situasi2 genting dengan taruhan nyawa, misalnya cewek2 yang mau ngasih tahu ada tas/sepatu sale baru ke temen2nya.

Sayangnya ini baru berlaku untuk sesama pengguna BB10, dan tentunya membutuhkan sambungan data yang reliable.

Videochat untuk BBM. Sekarang gak hny chatting tapi bisa ngobrol dengan video juga.

Videochat untuk BBM. Sekarang gak hanya chatting tapi bisa ngobrol dengan video juga.

Kamera

Buat gw, kamera selalu adalah fitur penting. Gw bukan penggemar fotografi profesional, tetapi fasilitas-fasilitas kamera adalah hal yang gw perhatikan. Bagaimana dengan kamera Z10?

Jujur, gw memiliki mixed feelings mengenai kamera Z10. Ada inovasi keren, tetapi ada juga kelemahannya. Sesuai dengan tradisi bad news before good news, gw akan memulai dengan apa yang gw kurang puas.

Setting kamera terbatas. Saat gw membuka setting, jujur gw kaget, karena pilihan yang sangat terbatas. Setting hanya bisa mengubah antara kamera belakang atau depan, pilihan stabilization, pilihan scene mode, pilihan flash, dan aspect ratio (wide screen atau normal), UDAH. Bahkan tidak ada pilihan besar resolusi yang cukup basic (karena kadang2 kita ingin hasil foto yang tidak terlalu besar ukuran file-nya). Tidak ada setting exposure untuk mengkompensasi lighting. Tidak ada juga pilihan white balance seperti umum di kamera-kamera lain.

Jika elo adalah pengguna kamera smartphone yang memang gak ribet, just aim and shoot, sebenarnya tidak masalah. Tapi untuk gw yang kadang suka mengubah-ubah setting, jujur gw merasa terbatasi.

Oh iya, inget kan tadi gw bilang Z10 ini pelit tombol? Nah, ini termasuk tidak adanya tombol shutter. Jadi cara motret bagaimana? Cukup tap di manapun di screen. Jujur gw kurang suka, karena buat gw memotret harus menggunakan telunjuk kanan seperti kamera biasa, karena menurut gw lebih stabil secara handling. Terus, bagaimana cara kita memilih fokus jika kebetulan obyek tidak berada di tengah? Sebelum memotret, kita harus hold and drag si kotak fokus ke tempat yang kita mau, baru kemudian kita foto. Buat gw rada nggak lazim.

20130302_145458

kotak fokus digeser ke arah obyek utama sebelum di-tap untuk memotret

Nah, sekarang the good news

Kecepatan. Kamera Z10 benar2 cepat (snappy), jadi sehabis mengambil gambar bisa segera mengambil gambar kembali. Cocok jika tidak ingin kehilangan momen-momen penting.

Timeshift. Fitur Timeshift ini sangat mirip dengan “best shot” milik Samsung, tetapi ada perbedaan yang membuat Timeshift menurut gw lebih canggih.

Dalam fitur Best Shot, smartphone Samsung mengambil burst shot (beberapa frame dalam tempo sepersekian detik) dan kemudian berusaha memilih FRAME terbaik. Jadi kata kuncinya di sini adalah memilih FRAME.

Bagaimana dengan Z10? Z10 lebih canggih karena dari burst shot tadi, kita bisa memilih EKSPRESI WAJAH TERBAIK. Gilanya lagi, pilihan ekspresi ini bisa dilakukan per wajah (jika ada beberapa orang di dalam foto). Artinya, kalau kita memfoto 3 orang teman alay kita, namanya alay pasti ada aja yang ekspresinya yang gagal dan gak kece. Dengan Timeshift, SETIAP teman kita bisa kita carikan wajah terkece.

Ilustrasi foto di bawah gw ambil dari situs ldnfashion.com

Fitur Timeshift akan mengenali wajah wajah yang ada di foto

Fitur Timeshift akan mengenali wajah wajah yang ada di foto. Perhatikan wajah si cowok yang gak kece itu matanya merem….

Blackberry_Z10_Timeshift

setiap wajah yang terdeteksi bisa dicarikan ekspresi terbaik dari burst shot yang diambil sebelumnya

Fasilitas built-in photo editing. Z10 sudah memiliki fasilitas photo editing built-in yang menurut gw cukup bagus. Kita bisa melakukan cropping, mengapply filter, mengubah brightness/contrast, dan creative tools lain. Yang gw suka adalah cara mengaplikasikan yang unik. Pengalaman gw di Android, kalau kita menggunakan filter, maka foto langsung “berubah” menggunakan filter tersebut. Di Z10, filter bisa di-slide, sehingga kita bisa membandingkan antara sebelum dan sesudah, digeser2 sesuka hati. Walaupun terkesan sepele, tetapi kalo dicoba sendiri menyenangkan deh.

Filter bisa diaplikasikan secara sliding, jadi kita bisa membandingkan dulu seperti apa hasilnya sebelum diapply full

Filter bisa diaplikasikan secara sliding, jadi kita bisa membandingkan dulu seperti apa hasilnya sebelum diapply full

Contoh lain penggunaan slide (Sepia) yang bisa dislide

Contoh lain penggunaan slide (Sepia) yang bisa dislide

Penggunaan "style" juga sama, dilakukan secara sliding

Penggunaan “style” juga sama, dilakukan secara sliding

Kok gw sibuk membahasa fitur2 kamera tetapi malah belom komentar soal hasil fotonya sendiri yak…. Menurut gw hasil kameranya bagus2 aja. Sebagai pengguna amatir, warna sudah cukup bagus. Selain itu built-in editor di atas sangat membantu untuk memperbaiki hasil foto secara basic. Gw juga sangat senang dengan hasil foto jarak sangat dekat, karena Z10 mampu memfoto dari jarak sangat dekat, serta hasil background yang menjadi blur.

Foto jarak jauh, tanpa edit

Foto jarak jauh, tanpa edit

One small step for the little ones. (Menggunakan filter Lomo)

One small step for the little ones. (Menggunakan filter Lomo)

IMG_00000101_edit

Purple glory. Hanya mengubah brightness dan contrast.

Jempol keren gw. Perhatikan efek blur di belakang.

Jempol keren gw. Perhatikan efek blur di belakang.

IMG_00000063

Kolega2 gw di kantor

Kolega2 gw di kantor

Kolega2 gw, dengan filter Sepia

Kolega2 gw, dengan filter Sepia

Browser cepat. Salah satu yang dibanggakan oleh BlackBerry mengenai Z10, adalah kecepatan browsernya. Jadi menurut tool test kecepatan HTML5, kecepatan browser Z10 mengalahkan iPhone 5. Gw pribadi jarang menggunakan browser karena layar yang menurut gw masih kekecilan buat browsing. Tapi bagi yang suka memakai browser, informasi di atas mungkin berguna.

Masalah aplikasi. Nah, aplikasi memang bisa menjadi kelemahan BB10 saat ini. Walaupun pihak BlackBerry mengklaim telah memiliki 70 ribu lebih aplikasi di BlackBerry World (sejenis Android Play Store), dan sudah ada game2 menarik (Angry Bird Star Wars, Asphalt, Where’s My Water, dll) tetapi masih banyak aplikasi populer lain yang belum ada. Whatsapp, Path belum bisa ditemukan di BB10. Twitter client sangat terbatas, walaupun Twitter for BB10 lumayan lah (gw gak pernah suka app asli Twitter dari dulu). Instagram konon tidak akan hadir di BB10 (selamat tinggal deh Cetar Membahana Tante Planetarium…) Bagi penyuka aplikasi yang beragam di Android dan iOS, pasti akan merasa pilihan aplikasi yang ada sangat terbatas.

BlackBerry World. Sudah lebih baik dibanding sebelumnya

BlackBerry World. Sudah lebih baik dibanding sebelumnya

Bagi kaum professional, mahasiswa, atau siapapun yang menggantungkan cita, cinta, dan masa depan kepada…. Microsoft Office, sudah tersedia Docs to Go, di mana kita bisa mereview document Office (Word, PowerPoint, Excel) , dengan tampilan yang baik. Jadi sudah nggak bisa lagi deh kita berkelit dengan jawaban “Saya belum liat dokumennya bos, masih di jalan. Macet!” 😀

Docs to Go sudah jadi app bawaan di Z10

Docs to Go sudah jadi app bawaan di Z10

Contoh tampilan Excel yang dibuka dengan Docs To Go

Contoh tampilan Excel yang dibuka dengan Docs To Go

BlackBerry Remember. Buat pengguna BB, ada yang dulu pakai Notes? Dulu gw sih pake banget, buat naro nomor2 penting: paspor, rekening bank, dll. Nah, di BB10 fitur ini berevolusi menjadi BlackBerry Remember. Kelebihannya adalah catatan2 kita sekarang bisa ditambahkan foto, schedule, dll, dan ini terintegrasi ke dalam BlackBerry Hub di atas.

Contoh entry note di BlackBerry Remember yang multimedia

Contoh entry note di BlackBerry Remember yang multimedia

Baterai. Selama seminggu ini, baterai bertahan selama 6-9 jam, dan ini bagi gw masih mengecewakan (mengingat Note 2 bisa sampai 22 jam! Dengan bantuan aplikasi battery saver tentunya.) Lucunya, belom lama ngobrol sama teman kantor pengguna iPhone 4S, ternyata mereka bisa lebih parah lagi katanya. Rupanya kepuasan masalah baterai adalah hal yang relatif, tergantung referensi pembandingnya apa. 😀

Gw masih berharap OS BB10 yang biasanya masih akan diupdate bisa memperpanjang umur baterai.

[Catatan tambahan soal baterai: sesudah lebih dari seminggu menggunakan Z10, gw baru nyadar bahwa aplikasi yang dibiarkan menyala di background bisa mempengaruhi konsumsi baterai. Jadi gw nyoba untuk rajin tutup aplikasi. Misalnya sesudah main Twitter, ya di-close aja app-nya, jangan dibiarin running. Kelihatannya membantu deh]

Kesimpulan (sementara). Ini kesimpulan sementara gw setelah menggunakan Z10 selama seminggu. Bisa aja berubah. Namanya juga ababil.

Secara keseluruhan, tidak salah untuk berkata bahwa Z10 dengan OS BB10 benar-benar sebuah BlackBerry yang baru sama sekali. Dengan OS yang dibangun from scratch, BB10 benar2 sudah putus hubungan dengan para pendahulunya, dengan user experience lebih smooth, kemampuan multitasking yang canggih dan tidak terputus, serta fitur touch gesture. Jika dahulu BlackBerry bisa dibilang sangat tertinggal dibandingkan dengan Android dan iOS, gw bisa bilang bahwa sekarang BlackBerry is “back in the game”. Pokoknya pengguna Android dan iOS udah gak bisa lagi sembarangan mencela2 BB. Tetapi…..(selalu ada tetapinya…)

Apakah Z10 bisa membuat hardcore user Android dan iOS berpaling? Menurut gw sih sulit. Walaupun Z10 adalah device yang cukup bisa bersanding dengan Android dan iOS secara hardware dan teknologi, keterbatasan aplikasi (saat ini) akan menjadi faktor yang menghambat dalam merayu pengguna kedua platform tersebut. Semoga BlackBerry bisa mengejar ketertinggalan aplikasi, baik secara kualitas maupun kuantitas.

Apakah Z10 bisa mempertahankan basis pengguna BlackBerry yang sekarang? YES. Ini adalah upgrade yang selayaknya bagi mereka yang selama ini setia menggunakan BlackBerry.

Bagi gw, ada segmen pengguna smartphone yang masih akan sangat dipuaskan oleh Z10, yaitu segmen profesional di mana “komunikasi untuk produktivitas” (multichannel: email, SMS, BBM, dll) adalah hal yang terpenting, dan bukan “entertainment” (games, app gak penting tapi menghibur, dll). Bagi yang memerlukan smartphone untuk menunjang produktivitas, khususnya untuk bisnis, karir (dan mungkin juga percintaan), maka Z10 dengan OS BB10 menawarkan konektivitas mumpuni. Jangan lupa design keyboard virtual yang cetar anti badai membuat kegiatan typing di touch screen menjadi lebih optimal.

Sekian review awam gw. Maaf kalo tidak komplit atau kurang mendetail, mungkin bisa menghubungi langsung pihak BlackBerry Indonesia di @BlackBerryID. Semoga berguna 🙂

[Tambahan]

Catatan setelah penggunaan selama 2 bulan

Setelah kira-kira hampir 2 bulan digunakan, Z10 yang gw miliki mulai sering crash. Crash di sini berhenti, atau tidak responsif terhadap sentuhan. Memang tidak ada jam pasir yang muncul, tetapi efeknya sama saja, bengong kayak jomblo di malam Minggu. Perbedaan dari OS sebelumnya, minimal, gw tidak perlu mencopot baterai, karena tombol on/off masih berfungsi untuk melakukan restart. Tapi ini tetap saja mengganggu. Apakah mungkin OS BB10 masih mengandung bugs ya?

 

Baca juga:

Review Awam Samsung Galaxy Note 2

Review Awam Sony Xperia Z

Review Awam Sony Xperia Z Ultra

Review Awam Samsung Galaxy Grand 2

Review Awam Samsung Galaxy S7 Edge

 

Advertisements

Categories: Review

66 Comments »

  1. wow. saya kaya’nya lebih butuh review awam seperti ini deh ketimbang review dari segi teknologi dan teman-temannya. bukan berarti saya butek (buta teknologi) juga sih, tapi review kaya’ gini lebih gampang dicerna lah.
    jadi makin mupeng nih om, tapi begitu liat harganya … batal mupeng.

  2. Eh Bang.. kok 16+32=52? o_O
    Trus Z10 antishake ga? Soalnya pengalamanku sama S3, klo megang handset nya goyang dikit jadi burem, begitu juga klo objeknya goyang dikit jadi burem hasilnya (eh.. itu mah pasti yaa.. :-P)
    Etapi srius nii.. antishake ga kameranya?

  3. oiya review nya keren om, tentang keyboard, inovasinya bagus banget. tp disini yang paling gue suka dari BB10, ga perlu langganan BIS! :))

  4. Reblogged this on Untold Contemplation and commented:
    Keungggulan BB Z10 ini adalah baterenya yang bisa diganti. Aku bisa beli 2 batere dengan desktop charger. Dengan 2 powerbank yang sudah aku punya, BBku akan senantiasa full karena ketika habis satunya akan dalam keadaan dicharge di dalam tas. Bahkan lebih keren ketimbang wireless charging nokia lumia 920 yang memaksa hp ada ditempatnya ketika dicharge. Kalau urusan aplikasi, aku akan pakai new Ipad 3ku. Sementara menunggu BB Z10 ini keluar, mungkin menunggu kabar terbaru dari Cupertino atau penerus Lumia 920.

  5. om piring, mau nanya dong.
    om pake aplikasi instant messanger line ga? di BB10 line-nya udah improved blom ya om? atau masih sama aja kaya’ OS sebelumnya? saya pakai OS 7 dan kebetulan salah satu hal yang paling bikin saya pengen berpaling ke android adalah karena line for BB-nya masih blom stabil.

  6. Yang membuat bertahan dari BB sebenernya cuma recent update nya om, banyak membantu dikala kita butuh sesuatu (tinggal taro di status aja), soale follower kita pan di twitter ga sebanyak om piring

  7. eiits…om piring akuntansi angkatan 93…jadi kalo asumsinya masuk kuliah umur 18..jadi umur om piring sekarang sekitar 38…widih..tua juga ya om… #salahfokus

  8. “Paket data yang digunakan. INI PENTING BANGET dan harus disimak. Mulai dengan Z10, maka kita tidak memerlukan lagi langganan data khusus BlackBerry (BIS). Asal kita telah membeli paket data internet, maka otomatis BB10 bisa aktif. Ini penting bagi calon pengguna BB10 yang saat ini telah berlangganan paket BIS. Artinya paket BIS harus dinonaktifkan, dan diganti paket data biasa. (Dalam kasus gw, langganan pascabayar BIS gw di Telkomsel gw non-aktifkan, dan bisa segera diganti dengan paket Flash).”

    *itung-itungannya dong Om*

  9. Om, itu kalo pas ngetik lum sampe akhir mo pindah baris gimana ya caranya. Semisal waktu nulis sms ato bbm. Kok aku gak nemu yo. Maturnuwun..

  10. mantab neh reviewnya, tidak alay 🙂

    cuma mau nanya, gw tadinya jg mau niat upgrade. tapi setelah gw tahu udah ga pakai BIS..hwalahdalah mundur 2 langkah. nanti gmn nasib email-email gw ? bisa dapat email push yg near realtime ga yah ? aneh aja kudu nunggin cek interval 15 menit baru dapat email .. atau masa klik tombol refresh mulu.

    mohon dicerahkan nubitol ini 😀

  11. gmn caranya gunain autotext di bb Z10 ini ? aku uda smpn autotextnya bs klr sih tp kadang sdng ketik ok yg klr tlsannya i’m jd agak ribet benerinnya, thx before

  12. om piring, mau nanya donk.. selain via BB ID buat restrore BBM contact dr BB lama gimana ya? soalnya BB saya yg lama masih OS 6. dan bisa skalian contact phonebooknya juga ga? terima kasih om

    • Jujur saya tidak tahu. Blackberry ID itu penting, gak mau setup aja ya? Utk phonebook, sudah coba sync ke account gmail?

      Datang aja ke toko resmi, atau tanya @BlackBerryID dulu

      Maaf kalau kurang bisa membantu

      • oke om, terima kasih.. tapi menambahkan aja, untuk contact phonebook bisa dicoba pake aplikasi intouch app bisa didownload di App World. Simple dan gampang untuk sync contactnya om..

  13. Pak saya pengguna z10 baru seminggu. Saya mau menanyakan cara menyimpan pesan teks bagaimana ya? Saya sudah cari di pilihan pesan teks untuk menyimpan pesan tidak ada. Mohon informasinya. Terima kasih

  14. Mau nanya:
    1 cara menyimpan otomatis seluruh download : foto, file, aplikasi, dll ke Media Card gimana yaah?
    2. Di BB versi lama : ada tombol alt+enter = garis baru (paragraf baru). Di bb 10 ini gimana caranya yaah…?

    Mohon bantuannya
    Tq…

  15. Sy udah seminggu pake bb10,hari pertama buka App World msh bisa tapi 2 hari kemudian buka lagi udh gak bs. Itu knp ya? Udah Semalaman bukanya tapi tetap masih loading.

  16. keren review nya oom… banyak membantu, tapi saya mau nanya dimana tombol enternya yah oom di keyboard virtualnya.

  17. om mau tanya ni.. crash di z10 apa sering terjadi? sy mw beli tp abis baca review setelah pemakaian 2 bulan kok jd mengurungkan niat 😀

  18. permisi om mw tanya.. crash di z10 sering terjadi ngak yah? abis baca review setelah 2 bulan kok jadi mengurungkan niat untuk beli z10 ini 😀

  19. kapok beli bbz10 menurut saya os nya belum stabil msh bnyk bug, baru 2 bulan gw jual lagi hati2 aja buat yg udh beli bbz10.

  20. Omm piring crash di bb-10 nya masih sering ga yaaa? Aq bru bli z10 nih,, jadiii merasaa worry.. Huhuhu.. Kabariii yaaa om.. Apaa om udahhh bergantii ke lain hatiii ( I phone 5s ) maybe? Heheheheh..

      • Mas bro..sorry pernah alami suara..notification ilang ga? Pdhl utk setting semua udh on. Komplittt ga da masalah. Tapi suara tetap g ada. Udh searching ke mbah geogle juga..ada yang bilang suruh upgrade os. Udh di upgrade pun masih ilang suaranya…ga pernah jatuh jg ni bb.. what happend yawww..mas bro..tq

  21. Misi gannn
    Mau tanya kok blackberry z10 saya saat memutar video musik suara dan gambarnya ga sama yah? Jd kaya gambarnya jalan dluan baru ada suaranya, selalu seperti itu disemua video. Itu kenapa yah gan? Ada solusi? Mhon pencerahannya ya gan

  22. Kak z10 bisa screenshot gak ya? Dan untuk rename picture apa gak bisa dilakukan secara langsung seperti pd bb generasi sebelumnya?

  23. mantap reviewnya, ini mah bukan review orang awam, ane masih ngumpulin duit dulu deh mau beli, oh iya bagaimana dengan masalah classic BB yang sering crash apakah msh ditemukan di BB 10 ini?

  24. Om nanya donk… aplikasi locker bbz10 tersedia ga yah… ane nyari2 blm ketemu, atau memang belum ada???

    😀

  25. Permisi Ilmu nya dong om
    saya baru baru ini pake z10 mau Restore data ke z10 tapi ko gg bisa , udah download blackberry link tetep aja ga bisa
    PIN ane 24DBCEE3

  26. thx infonya…ngebantu banget…sempat pertama beli agak nyesel…karena fiturnya beda…kalau cara ngerename pic,gw blm dpt caranya…bagi infonya doong

  27. Hadeh.. review 1 minggu asik juga.. setelah baca review 2 bulan kok yo gak enak banget om.. tapi apapun kelemahan di gadget ini tetep masih punya gensi tinggi ketimbang punya BB dengan tombol yang super banyak dan keras sebelumnya 😀 #karnaanebarumerasakanya :))

  28. slm kenal om, mau tanya dong, aq udh upgrade os yg terbaru via bb update software kok malah skrng media photo/pictures nya gk bs kebuka ya? ada solusinya om? thx

    • Menurut gw yg suka internetan. Enakn bb versi lama ya dokata lah biar gk lemot2 mat dn dta internet bisa tampil, alsan, paket gk dibatasi kuota, aktifkn full servis kita udah bisa internet ria sepuasnya, coba versi baru.. Sama aja paket dta seperti hp biasa, lebih baik pake android aplikasi lebih luas gemes lebih banyak. Dan bb versi baru aplikasi musti instal ulang dr apk aplkisi androd ribed, blm di kejar kuota, coba klu bb versi baru bisa pket bis lebih kreen. Lebih baik androd alikasi bnyak paket dta sama, dn bisa bbman jg.

  29. Ring, saya minta izin mengedit screenshot/gambar BB Z10 di atas bagian virtual keyboard, dimana si alitmdewantara #perkataannya dirubah oleh saya, lalu saya print dan rencananya screenshot hasil editan akan ditempel di mading, mungkin selama 2 – 3 minggu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s