Review Awam Sony Xperia Z

Bulan Maret bener-bener seru dengan smartphone baru. Kali ini gw mendapatkan Sony Xperia Z, smartphone Android terbaru dari Sony. Berikut adalah review awam gw.

[Disclaimer wajib: ini adalah review awam seorang pengguna, jadi memang tidak akan membahas teknis terlalu detail. Jika teman2 ingin review yang komplit dan teknis, bisa mendapatkan dari sumber-sumber lain, misalnya review CNet, Techcrunch, Engadget, dll.]

Mereview sebuah handset Android adalah tantangan tersendiri buat gw, mengingat situasi “unik”nya. Maksud gw begini. iOS adalah satu kesatuan dengan iPhone, BB10 adalah satu kesatuan dengan BlackBerry. Mereview iPhone dan BlackBerry adalah satu kesatuan device dan OS. Sementara dengan Android, ada keluarga besar berbagai merek handphone yang mengusung Android OS, tetapi pada saat yang sama, satu merek bersaing dengan yang lainnya. Satu model saling bersaing satu sama lain, di dalam merek yang sama dan dengan merek pesaing. Persaingan di dunia Android tidak hanya dengan OS lain iOS ataupun BB10, tetapi juga sesama produsen Android. Jadi, mereview Xperia Z ini (buat gw) lebih susah, karena bisa membandingkan dengan platform lain, atau merek lain sesama Android.

Latar belakang menjadi referensi. Gw menyadari bahwa review gw pasti tidak bisa lepas dari latar-belakang smatphone yang gw pakai. Saat mereview gw sedang menggunakan Samsung Galaxy Note 2 dan BlackBerry Z10. Disadari atau tidak, pasti gw akan membandingkan Xperia Z dengan kedua device tersebut. Seseorang yang sudah terbiasa menggunakan iPhone 5, atau Windows Phone, mungkin akan punya perspektif yang berbeda dalam mereview Xperia Z. 🙂

Buat gw, mereview smartphone Sony adalah pengalaman menarik. Jujur aja, bagi gw Sony saat ini tidak terlalu ‘ngetop’ di segmen smartphone, di tengah dominasi BlackBerry, Samsung, iPhone. Dahulu, saat masih bernama Sony Ericsson, brand ini cukup ngetop (gw masih inget dengan Walkman phone-nya). Somehow, ketika smartphone mulai tumbuh pesat, gw tidak inget ada model yang kuat dari Sony. Jadi gw sendiri penasaran mau kenalan dengan si Xperia Z yang konon mendapat banyak review bagus di luar negeri.

Oke, mari kita mulai.

Spesifikasi dasar

Xperia Z memiliki prosesor quad core (empat inti) Qualcomm 1.5 GHz, mungkin salah satu Android phone dengan prosesor tercepat saat ini (sebagai perbandingan, iPhone 5 masih menggunakan dual core). OS Android Jelly Bean.

Layar 5 inch, 1920 x 1080 pixels, dengan ketajaman 441 ppi (pixel per inch). Semakin banyak pixel per inch, semakin tajam gambar. Sebagai perbandingan, iPhone 5 hanya memiliki 326 ppi.

RAM 2GB, internal storage 16 GB, dan masih bisa ditambahkan MicroSD sampai 32 GB.

Penampilan fisik

Pertama kali gw memegang Z, yang terlintas di pikiran gw: “Cantik banget handphone ini”. Z berbentuk perfect slab, persegi, hitam, glossy, dan terlihat seperti piano. Melihat Z mengingatkan juga akan tivi LCD Sony Bravia. Kesannya sangat premium, Seluruh sisi; depan, belakang, samping, atas, bawah, memiliki permukaan mengkilap seperti mirror. Masalah design adalah hal yang subyektif. Gw pribadi menyukai design sangat minimalis ini – cantik, tapi bukan feminin.

si hitam pekat nan mengkilap

si hitam pekat nan mengkilap

Sebegitu mengkilapnya permukaan Z, sampai kita kayaknya bisa menggunakannya untuk ngaca.

Permukaan depan, seperti kaca

Permukaan depan, seperti kaca

Cover belakang juga sangat mengkilap.

Cover belakang juga sangat mengkilap.

Tetapi permukaan mirror ini memiliki sisi positif maupun negatif. Sisi positifnya adalah estetika, karena memang benar2 terlihat mahal, dan elegan. Tetapi di sisi lain, menjadi fingerprint magnet, apalagi di cover belakang. Dengan cepat sidik jari kita yang berminyak akan cepat terkumpul, dan gw jadi sering ngelapin cover belakang.

IMG_00000181

Z juga terasa tipis dan ringan. Mengapa bisa tipis? Gw curiga karena baterai yang tidak bisa dicopot. Jadi baterai dan cover belakang tidak bisa dibuka sama sekali.

Seberapa besarkah Z? Nah, di sinilah penilaian gw terpengaruh referensi pribadi. Karena biasa menggunakan Galaxy Note 2 yang layarnya 5.5 inch, maka Z dengan layar 5 inch buat gw menjadi pas saja. Dapat dipegang di tangan dengan erat dan mantap. Tetapi mungkin untuk yang biasa menggunakan layar 4 inch, maka akan terasa besar. Menurut gw, layar 5 inch masih pas, walaupun sudah mendekati kategori phablet (phone tablet, seperti Note 2). Bagi gw layar 4 inch iPhone 5 terasa kekecilan untuk kebutuhan browsing atau menonton film (atau karena mata gw aja yak mulai tua? :p)

Kalau diamati, Z sangat minim tombol. Hanya ada satu tombol Power yang prominent, dan tombol volume suara. Tombol Home, Back, dan Running Applications tidak berupa tombol fisik, tetapi tombol virtual di dalam layar. Selain itu, kita bahkan tidak akan bisa melihat port USB, port untuk headphone, atau port untuk MicroSD. Mengapa? Karena seluruh port tersebut tertutup rapat dengan sejenis cover.

Mengapa seluruh port ditutup dengan cover? Percaya atau nggak, alasan utamanya bukan estetika, tetapi karena Xperia Z ternyata didesain TAHAN AIR (water resistant) dan juga tahan debu (dust resistant). Dan tahan airnya gak basa-basi, karena bisa terendam sepenuhnya. Tetapi harus diingat ini BUKAN kamera bawah air, jadi bukan untuk dipakai snorkeling. Kemampuan tahan air ini lebih untuk kasus-kasus tidak sengaja terkena air, misalnya terkena hujan, dilempar pacar ke kolam renang, atau tercebur ke toilet…. (MALES JUGA KAN LOE MUNGUTNYA?!)

Tidak hanya tahan air, layar Z didesain tahan baret (scratch resistant), dan tahan pecah (shatter proof). Di balik penampilan yang premium, justru ternyata ada ketangguhan fisik yang luar biasa.

Di tengah persaingan sengit antar Android, fitur ini buat gw lumayan membedakan Z dari yang lain. Yang unik, Z tidak diposisikan sebagai smartphone outdoor atau adventure. Kebanyakan handphone tahan air/banting biasanya didesain rugged, terlihat tangguh, terkesan sangat outdoor. Sementara Z yang bertampang ballroom hotel bintang 5 justru tak disangka2 punya ‘ilmu kebal’ jawara.

Kalo dipikir2, si Z ini menurut gw malah personifikasi James Bond :D. Cakep classy, tapi tangguh. (Catatan: Xperia Z bukan smartphone Bond di Skyfall).

Operating system. Gw gak akan membahas banyak karena tidak ada yang spesial secara OS. Jelly Bean terasa mulus di Z, mungkin karena memory dan prosesor yang cepat. Tidak ada yang spesial menurut gw. Tombol sentuh di kanan bawah berfungsi menampilkan seluruh apps yang sedang running, dan ada bypass untuk beberapa utility apps, seperti kalkulator, recorder, dll.

Dalam keadaan locked screen, ada bypass ke music player dan kamera

Dalam keadaan locked screen, ada bypass ke music player dan kamera

Display. Oke, ini ada yang bisa dibahas. Tadi sudah gw singgung bahwa ketajaman Z luar biasa. Dan memang tulisan kecil terlihat begitu tajam, bahkan untuk layar yang sebesar ini. Sony menyediakan Mobile Bravia Engine 2, semacam teknologi image enhancement untuk melihat foto dan film dengan kualitas gambar lebih bagus. Lucunya, buat gw teknologi ini membuat warna gambar oversaturated (merah menjadi terlalu merah, biru terlalu biru, dst.) Walhasil, si Mobile Bravia Engine ini malah gw matiin, karena gambarnya lebih bagus dalam setting-an normal.

Dalam setting-an normal, displaynya sudah bagus sekali sih menurut gw. Warna sangat cerah, dan ditambah resolusi gila-gilaan di atas, soal gambar harusnya Xperia Z salah satu yang teratas deh.

Kamera. Gw bukan fotografer profesional, tapi gw termasuk pengguna kamera hape yang suka ‘ngulik’. Secara keseluruhan, gw puas dengan kamera Z. Settingan kamera sangat lengkap, ada panorama, pilihan scene mode, image stabilizer. Satu fitur menarik adalah “Intelligent Auto”. Kamera juga sudah memiliki face detection. Kebetulan gw punya kamera pocket Sony Cybershot, dan fitur Intelligent Auto juga ada di situ. Sebenarnya fitur ini mirip auto tapi sedikit lebih canggih, dalam pengertian dia akan memilihkan scene mode untuk kita (Night, Face, Sport, dll.) Most of the time, fitur ini akurat. Hanya saat memotret orang, fitur ini suka memilih soft mode, mungkin dimaksudkan membuat wajah orang lebih cakep, tapi gw gak cocok hasilnya.

Logo kiri atas menunjukkan sedang mode Intelligent Auto

Logo kiri atas menunjukkan sedang mode Intelligent Auto

Z memiliki kamera belakang 13 MP, kayaknya terbesar saat ini (rata-rata smartphone 8 MP). Karena gw males dengan hasil file yang terlalu besar, akhirnya gw kecilin lagi ke 5 MP. Buat yang butuh foto resolusi besar akan menghargai resolusi ini.

Kamera depan 2 MP, sudah 1080p (tapi tanpa autofocus). Untuk foto2 narsis, sudah cukup lah 😀

Foto-foto indoor tanpa flash cukup memuaskan

DSC_9162 DSC_9163

Foto indoor, low-light, tanpa flash

DSC_9146

Foto malam hari menurut gw cukup memuaskan untuk sebuah kamera hape

DSC_9165

Bagi gw, kamera adalah salah satu kekuatan Xperia Z. Bukan hanya dari segi megapixel, tapi dari berbagai setting dan fitur2 yang gak gw temui di smartphone lain (walaupun Z tidak memiliki TimeShift milik BB10 atau Best Shot dari Samsung).

Baterai. Gw sempet mikir apa ada Konspirasi Power Bank ya? Kebanyakan smartphone batrenya parah banget, dan membuka peluang bisnis manufaktur dan penjualan power bank. Sebelum mencoba Z, bagi gw batre paling top adalah milik Galaxy Note 2, yang bisa bertahan 22-24 jam (dengan bantuan aplikasi battery saver). Bagaimana dengan Z?

Batre Z memiliki kapasitas 2330 mAh. Menang dari iPhone 5 yang hanya 1440 mAh, tetapi kalah dari Galaxy Note 2 3100 mAh. Tampaknya Sony sudah menyadari masalah klasik dengan baterai smartphone, maka Z sudah menyediakan fitur Stamina Mode. Pada dasarnya Stamina Mode tidak berbeda dengan aplikasi battery saver yang sudah tersedia di Android Play, bedanya hanya sekarang sudah “built-in” saja. Cara kerja Stamina Mode adalah memutus semua koneksi data saat layar menjadi gelap, dan hanya menyisakan hubungan telepon dan SMS. Sampai saat ini dengan Stamina Mode (setting default mode) gw sudah mendapatkan sampai 24 jam dengan penggunaan biasa. Lumayan banget. Tapi ya itu, konsekuensinya adalah, saat Z sedang standby dengan layar gelap, tidak akan ada update Twitter, WhatsApp, Line, Path, sampai kita “membangunkan” handsetnya kembali.

Bagusnya Stamina Mode adalah dia bisa dicustomize. Dia bisa diaktifkan pada level sisa baterai yang kita mau. Kita juga bisa menentukan aplikasi mana yang hendak tetap menyala dalam keadaan standby. Tentunya, semakin banyak aplikasi yang kita ijinkan tetap menyala dalam Stamina Mode, ya “sama juga bo’ong”, karena tidak akan menghemat tenaga baterai.

Kesimpulan

Gak salah kalau Xperia Z dijadikan model jagoan oleh Sony di awal 2013 ini. Beberapa poin kuatnya adalah: design yang benar-benar cantik, tetapi memiliki kemampuan tahan air dan layar tahan baret. Layar dengan resolusi tertajam saat ini, dan kamera yang kaya fitur. Sekali lagi, gw bener-bener terpesona dengan kemampuan tahan air yang dipadu dengan model stylish, dan BUKAN model outdoor yang klise. Kalo elo merasa mirip  James Bond, atau JANE Bond; kece, keren, tapi perlu hape yang fisiknya tangguh untuk menghadapi misi rahasia (atau toilet rumah), maka Xperia Z bisa dipertimbangkan.

Tampaknya Xperia Z adalah salah satu model Android terkuat saat ini. Saat postingan ini ditulis, S4 dari Samsung belom ‘brojol’. Kita lihat bagaimana Xperia Z nanti melawan S4. In the meantime, this is one stylish yet tough black beauty!

Baca juga:

Review Awam Samsung Galaxy Note 2

Review Awam Sony Xperia Z Ultra

Review Awam Samsung Galaxy Grand 2

Review Awam Android One Nexian

Review Awam Sony Xperia Z5

Review Awam Samsung Galaxy S7 Edge

Advertisements

Categories: Uncategorized

41 Comments »

  1. Om mau tanya aja, om pake Galaxy Note 2 sering berasa panas gak baterainya? gue pake Galaxy note 1 sering banget panas, beneran panas sampe kadang harus gue matiin banget terus cabut baterai nya sampe adem dulu baru dipake lagi, gue pengen tau apa Note 2 juga ngalamin hal kayak gitu gak, om? Kalo dalam keadaan panas juga daya baterai note 1 gue ampuun deh kayak terjun drastis, berkurangnya cepet banget :(. eheheh jadi curcol, anyway gue mo tau aja sih apa yang pake note 2 juga senasib sama note 1? 🙂

  2. gw sih dr baru baca spec nya di web Sony uda ngiler berat…andai Z uda rilis Dec 2012 kmrn gw akn beli Z bukan S3…skrg trlanjur S3 mo tuker tambah kok keknya agak berat dikantong ya :p

  3. Gan ane udah pake ini hp, layar dan kamera oke banget,ditambah bodi yang ramping serta tahan air dan debu.
    kekuranganya menurut ane di keluaran ear pice dan load spekernya kecil banget suaranya.
    masalah batre lumayan boros karena sebelumnya ane pake note2.

    kalo agan agan ada pencerahan,ane terbiasa pake samsung dan sekarang beralih ke sony karena body samsung terkesan ringkih.
    tapi ane agak kesulitan seting email di xperia z pake hotmail.di menu pilihan internval ceck tidak ada push email

    salam
    Taufik

  4. Mau tanya dong, kalau charger bat xperia z-nya udah full tandanya apa ya? Soalnya baterai saya belum full sewaktu di charger tapi kenapa lampu indikator LEDnya sudah berwarna hijau ya? Thank you…

  5. om, saya baru beli xperia z 2 hari. Kok xperia ini dipakai browsing continue 15-20 menit, cover belakang, terutama dekat kamera terasa panas/hot, apa ini memang normal ? saya googling ada beberapa kasus yg overheated dikarenakan bodi yg tipis dan pakai kaca, dimana kaca penghantar panas yg baik.
    stamina mode kok juga tidak jalan, waktu saya off kan, tercantum standbymode 8 jam, setelah saya nyalakan stamina mode, tetap 8 jam.
    tolong bisa dibantu, apakah yg saya alami normal ?

    • Untuk masalah stamina mode, gini cara penanganannya :
      1. Buka Settings > Apps
      2. Buka tab “All”
      3. Cari yang namanya “ECO mode” atau “Extended Standby Mode controller”
      4. Buka, tekan “Force Stop”
      5. Habis itu, tunggu 5 detik, tekan “Clear data”
      6. Setelah itu, matikan HP agan, lalu nyalakan lagi
      7. STAMINA mode nya nyalain lagi

  6. Om.. ane mw nnya ni..
    Gimana sih bukak casing belkang xperia z..
    Trus knpa xperia z ane gak bisa di non aktifkan..uda ane pendem tombol on/off tapi g kluar opsi shutdown’a…
    Mohon solusi’a

  7. om piring ga pernah review iPhone 5 ya? saya soalnya lagi bingung banget nih om mau beli iPhone 5 atau xperia Z. harganya beda 500,000 dan masing-masing sama-sama punya nilai plus minus, saya ga bisa memutuskan mau beli yang mana. *malah curcol*

    • Kalo menurut kelemahan terbesar iPhone 5 adalah layar yang terlalu kecil (hanya 4 inch). Menurut gw smartphone baru enak dipakai minimum 4.7 inch. Gw udah nyoba Z yg 5 inch dan Note 2 yg 5.5 inch, berasa banget enaknya. iPhone terasa terlalu sesak.

      • klo dari segi processor kerasa banget pengaruhnya ga sih om? secara iPhone masih dual core dan xperia Z udah quad core seperti kebanyakan android phone sekarang.

      • sulit utk dibandingkan langsung, karena pengalaman cepat tidaknya bukan hanya urusan prosesor, tapi juga desain OS. Lebih mudah membandingkan sesama Android daripada dengan iOS.

  8. review yang sangat men detail OM…. Kerennnn…..^^
    kalau SE Z disandingkan dgn Note2 lebih prefer kmana Om?

  9. gan kok bisa sampai pemakaian 24 jem ? ane stamina mode dgn WA , line , bbm aktif cuman 10jam 30 menit tinggal 47% …sekitar 5-6% 1 jam.gimana sampai 24 jam ?pemakaian ane normal ..apa batre bocor?cara bedainnya gmn gan?klo dtg ke sony center di roxy malu ane klo ternyata normal heheh

  10. kak saya mau mengganti hp s3 mini ke sony z,setelah saya gooling kata ny sony bermasalah dengan pelayanan,trus kata ny sony jg nggak merekomendasikan hp ny kecelup air
    nah ini saya pusing,bener nggak yah jika saya pilih sony xperia z?

  11. om,xperia z3 ane jatuh di jalan trus keindes mobil.layar depan remek retak kayak pecahan kaca.tp indikator standby masih kedip&masih bunyi suara.u/ memfoto flashnya pun jg nyala. msalhnya layarnya mati.kira2 kerusakan apa di lcd nya / di displaynya? trus kira2 brp duit ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s