Review Awam Sony Xperia Z Ultra

Kembali nih ke review gadget secara awam. Kali ini gw mendapat kiriman Sony Xperia Z Ultra, smartphone-tablet (phablet) terbaru dari Sony. Gw tertarik banget mengulik si bungsu Xperia ini karena sebelumnya juga sudah mereview kakaknya Xperia Z (review gw untuk Xperia ada di sini).

Seperti biasa, catatan dari gw: ini adalah review orang AWAM. Jadi review ini ditulis dari perspektif orang awam saja sebagai pengguna. Gw hanya membahas aspek dan fitur yang menurut gw penting aja. Gw tidak akan membahas teknis terlalu detail  secara keseluruhan. Untuk pembaca yang bener-bener ingin tahu mengenai Xperia Z Ultra sedalam2nya, sebaiknya ke sumber lain (CNet, Engadget, Masgable, dll). Okay?

Latar belakang gw bisa mempengaruhi. Patut dicatat bahwa dalam mereview produk, pastinya review gw tidak lepas dari pengaruh pengalaman gw dengan gadget2 yang pernah gw pakai. Jadi kayaknya gw perlu memberitahu bahwa gw saat ini masih menggunakan BlackBerry Z10 (yang gak sabar pengen dipecat begitu BBM sudah multi-platform) dan juga pengguna berat Samsung Galaxy Note 8 (yang betul2 terpakai sebagai buku notes di pekerjaan). Gw juga pernah menggunakan Note 2 dan Xperia Z. Semua ini pasti mempengaruhi cara gw melihat Xperia Z Ultra. Bagi orang lain yang mungkin fans berat iOS pasti beda lagi cara pandangnya. Jadi ini sebagai disclaimer ringan saja.

(Katanya review ‘awam’, kok ribet banget sih bro? Oke okeee….)

Yo wis, langsung saja dengan reviewnya….

Spesifikasi dasar

Sony Xperia Z Ultra (seterusnya gw sebut ‘Z Ultra’ aja ya. Panjang cyin) ini dibekali prosesor yang gak main2. Ketika kakaknya Xperia Z diberikan quadcore 1.5 GHz, kali ini Z Ultra diberikan prosesor quadcore 2.2 Ghz. Z Ultra ini bukannya hanya bodynya yang gede, tetapi punya jeroan yang jagoan juga. Kebayang Alphard tapi mesin F1 gitu deh.

Layar besar membahana 6.4 inch membuat gw bingung mau mengkategorikan Z Ultra sebagai apa (nanti gw bahas lagi). RAM diberikan 2 GB. Z Ultra sudah memiliki Android Jelly Bean terbaru versi 4.2

Penampilan fisik

Mari kita mulai dengan penampilan fisik. Saat pertama kali gw mengeluarkan Z Ultra dari kotak, komen pertama gw dalam hati:

“GEDE AJA NIH BARANG”

Aseli gede.

Beneran gede.

Gw udah bilang kalo barang ini gede banget?

Z Ultra ini bagaikan Ivan Gunawan dari smartphone. Masih bisa dipegang satu tangan, tapi....GEDE BANGET.

Z Ultra ini bagaikan Ivan Gunawan dari smartphone. Masih bisa dipegang satu tangan, tapi….GEDE BANGET.

Jadi begini….

Alkisah, dahulu kala di Negeri 1001 Gadget, hiduplah dua suku bangsa, suku smartphone dan suku tablet. Kedua suku ini sangat berbeda fisik dan budaya, dan mereka hidup bersama. Satu hari, Putri smartphone bertemu dengan Pangeran tablet secara tidak sengaja. Mereka jatuh cinta, walaupun menyadari cinta mereka terlarang. Dan di suatu malam yang dingin, disertai hujan deras dan badai, hasrat tersebut membuncah tak tertahankan lagi. Dan buah cinta mereka melahirkan….. PHABLET (Phone Tablet), sebuah anak blasteran smartphone dan tablet, dengan ukuran blasteran juga….

Phablet rasanya dipopulerkan pertama kali oleh Samsung Galaxy Note (ukuran layar 5 inch. Walaupun banyak orang merasa Dell sebenarnya adalah yang pertama menciptakan kategori ini). Saat Galaxy Note pertama kali keluar, banyak orang bengong dan mentertawakan. Dan mereka semua terbukti salah. Phablet ternyata diterima dengan baik. Kesuksesan Note diikuti Note 2 sampai Note 3, Galaxy Grand, Galaxy Mega, dan juga merek-merek lain.

Ada definisi “tak resmi” bahwa smartphone itu maksimal ukuran layar adalah 5 inch. Dan tablet adalah yang memiliki ukuran layar minimal 7 inchi. Maka apapun yang berukuran layar antara 5 – 7 inch otomatis dianggap keturunan buah cinta terlarang Putri Smartphone dan Pangeran Tablet tadi, dan disebut “phablet”.

Nah, Z Ultra berukuran layar 6.4 inch. Tidak sampai satu inch lagi sebelum dia dianggap resmi sebagai “tablet”. Coba kita lihat perbandingan berikut:

Kiri-kanan: BB Torch, Xperia Z, Xperia Z Ultra, Galaxy Note 8

Kiri-kanan: BB Torch, Xperia Z, Xperia Z Ultra, Galaxy Note 8

Idealnya di foto di atas harusnya ada tablet ukuran 7 inch, maka akan terlihat betapa Z Ultra sudah jauh lebih dekat ke kategori tablet. Dibandingkan kakaknya Xperia Z sangat jelas perbedaan ukurannya. Dibanding Xperia Z, Z Ultra seperti adik bungsu yang mendapat lebih banyak vitamin, suplemen, sampai radiasi sinar Gamma.

Kakak dan adik bersanding. Xperia Z dan Xperia Z Ultra

Kakak dan adik bersanding. Xperia Z dan Xperia Z Ultra

Ukuran yang besar membuat Z Ultra canggung digunakan sebagai telepon dengan cara ditempelkan di telinga. Coba kita lihat bagan berikut:

"Ya hallo? Bang, bakso tambah dua ya? Apa? Muka saya gak keliatan?"

“Ya hallo? Bang, bakso tambah dua ya? Apa? Muka saya gak keliatan?”

Z Ultra juga tidak bisa masuk ke kantong celana pria. Jadi secara ukuran, gw pribadi lebih merasa Z Ultra sebagai tablet daripada phablet. Selain itu, gw gak yakin Z Ultra bisa muat di “tongsis” (tongkat narsis).

Kalo gw boleh menciptakan kategori baru, maka gw lebih melihat Z Ultra 6.4 inch ini sebagai “ultra compact tablet”. Ketika kita melihat Z Ultra sebagai tablet berukuran compact, maka ukuran Z Ultra justru menjadi daya tarik. Sebagai tablet, Z Ultra sangat nyaman (karena bisa digenggam satu tangan). Untuk mereka yang memiliki tas kecil dan tidak suka membawa tablet terlalu besar, Z Ultra menjadi opsi karena ringan dan tidak makan tempat.

Desain

Gw memilih Z Ultra warna putih karena dua pertimbangan. Pertama, gw sudah punya Xperia Z hitam, jadi ingin mencoba yang berbeda. Kedua, pengalaman dengan Xperia Z, bodi mirip kaca (tempered glass) warna hitam cepat sekali kotor dengan sidik jari., tapi tidak demikian dengan warna putih.

Sama seperti kakaknya Xperia Z, Z Ultra terlihat sangat stylish dan sleek. Walaupun bodynya bongsor, tetapi sangat langsing/slim. Build quality terlihat solid dan premium, dengan seluruh permukaan mengkilap.

Big and beautiful

Big and beautiful

Punggung yang putih mulus, gak tega dikerokin

Punggung yang putih mulus, gak tega dikerokin

Sony seperti berniat agar seri Xperia (Z dan Z Ultra) menunjukkan hubungan darah kekeluargaan, dengan gen minimalis, square, dan sleek. Entah ada hubungannya dengan design slim dan sleek ini adalah casing Z Ultra tidak bisa dibuka, yang artinya batere tidak bisa dicopot-ganti.

Sama seperti Xperia Z, Z Ultra juga berprinsip “Biarpun gw cantik, bukan berarti gw gak berani becek walaupun tidak ada ojek!”. Z Ultra juga tahan air, bahkan tahan terendam sampai 1 meter di dalam air. Gw sendiri sudah merasakan nikmatnya feature tahan air saat menggunakan Xperia Z buat foto2 liburan di hujan deras.

Rahasia tahan air Z Ultra adalah semua lubang yang tertutup rapat.

Slot untuk micro SD dan SIM card ditutup rapat agar bisa tahan air

Slot untuk micro SD dan SIM card ditutup rapat agar bisa tahan air

???????????????????????????????

Slot untuk USB merangkap charger juga diberi penutup

Satu faktor yang penting dibahas dari design Z Ultra adalah ketipisannya. Mengingat dimensi layar yang besar, kita akan kaget dengan kontras ketebalannya yang tipis. Memang harus memegang sendiri baru mengerti mengapa tipisnya Z Ultra ini mengesankan.

Slimmer than anorexic supermodel

Slimmer than anorexic supermodel

Overall, untuk Z Ultra putih, gw merasa overall designnya agak feminin, tapi gak bikin gw yang cowok merasa gak bisa memakainya. Untuk yang hitam, gw merasa gak akan beda jauh dari kakaknya Xperia Z. Maskulin tapi stylish.

Display

Display Z Ultra sangat bagus dan tajam, dengan resolusi 1080 x 1920 pixels. Jumlah pixel ini sama dengan Xperia Z yang memiliki screen lebih kecil (5 inch) artinya pixel per inch (kepadatan pixel) Z Ultra di bawah kakaknya. Tetapi percayalah ketajaman display Z Ultra ini sulit dibedakan dari kakaknya. Teks terlihat SANGAT tajam.

Sony menyebut teknologi screennya “Triluminos, X-Reality Engine bla bla bla” yang gw ngerti maksudnya. Tetapi yang jelas, foto dan film terlihat sangat tajam dan cerah. Warna terlihat kontras dengan saturasi yang lumayan bold. (Bagi yang tidak tahan karena warna dianggap terlalu ‘kuat’, cukup mematikan setting X-Reality-nya). Dengan layar besar 6.4 inch gw bisa melihat Z Ultra sebagai media yang sangat nyaman untuk menonton film, bermain game, dan melihat foto-foto.

Melihat foto high-resolution, semua detil kecil terlihat jelas

Melihat foto high-resolution, semua detil kecil terlihat jelas

Bagi gw, Sony adalah pelopor merek televisi dari jadul (jaman dulu), jadi kayaknya sudah sepantasnya Z Ultra memiliki display yang mumpuni.

Kamera

Buat gw sebuah kamera di sebuah smartphone atau phablet adalah hal yang penting. Bagaimana dengan Z Ultra?

Z Ultra dibekali kamera 8 MP, bisa merekam video HD (1080p) dengan 30 frame/second (jadinya rekaman mulus seperti nonton tipi). Berikut adalah tes foto dari berbagai jarak, tanpa diedit.

Foto lanskap

Foto lanskap

Detil warna di bawah sinar matahari terang tampak jelas dan bagus

Detil warna di bawah sinar matahari terang tampak jelas dan bagus

Surprisingly, untuk foto jarak sangat dekat/hampir makro, hasilnya cukup memuaskan

Surprisingly, untuk foto jarak sangat dekat/hampir makro, hasilnya cukup memuaskan

Sama seperti kakaknya Xperia Z, Z Ultra juga menggunakan Intelligent Auto, yang memutuskan scene mode apa yang paling cocok digunakan. Jika kita ingin memilih scene mode secara manual juga bisa.

Walaupun tidak bisa disebut spektakuler, tetapi hasil foto Z Ultra terlihat “lumayan bagus” untuk sekedar dokumentasi sehari2 dan para banci Path. Tetapi ada satu problem dengan kamera Z Ultra.

Gak ada lampu flash.

Glek.

He eh, tidak ada lampu flash di Z Ultra.

Hey, no flash!

Hey, no flash!

Somehow, tidak adanya flash ini makin menguatkan gw bahwa Z Ultra memang lebih baik dianggap sebagai tablet (dengan ukuran ultra compact) dan bukan smartphone/phablet. Bagi gw, smartphone wajib/phablet wajib memiliki flash karena sewaktu2 kita ingin memotret teman2 di malam hari (misalnya restoran/club). Tidak adanya flash berarti sulit menggunakan Z Ultra saat sedang pergaulan dan percintaan di kala malam/setting gelap.

Tetapi jika Z Ultra dilihat sebagai “tablet”, maka wajar jika tidak ada flash. Sebagai informasi, Galaxy Note 8 juga tidak dilengkapi flash. Untuk kategori tablet, kamera memang bukan fitur utama, tetapi sebagai pelengkap. Karena toh dimensi yang besar menyulitkan tablet untuk dipakai berfoto spontan (ditambah memotret dengan tablet memang agak terlihat aneh. Apalagi kalau memotret konser Metallica pakai baki….)

Jadi bagaimana menyikapi tidak adanya lampu flash di Z Ultra terpulang ke bagaimana kita ingin menggunakan Z Ultra. Jika sebagai “tablet” ya tidak ada masalah. Tetapi jika sebagai handphone utama, di mana kita dikit2 harus update Path, Instagram, dkk, maka ini bisa menjadi masalah bagi beberapa orang.

Kinerja dan kecepatan

Untuk bisa mengapresiasi prosesor quadcore 2.2 Ghz memang harus dengan cara digunakan. Ketika gw mencoba game “berat” seperti Asphalt 7 dan Heroes of Order & Chaos, maka terasa sekali bedanya. Masa loading Asphalt 7 terasa sangat cepat (dibanding Xperia Z), dan loading level juga pendek. Gameplay experience sangat prima, dengan detil graphics yang bagus, dan tidak ada lagging sama sekali saat bermain. Pokoknya kenceng cus cus!

Asphalt 7. Game experience di Z Ultra sekenceng gamenya.

Asphalt 7. Game experience di Z Ultra sekenceng gamenya.

Heroes of Order & Chaos, game RPG. Perhatikan detail environmentnya.

Heroes of Order & Chaos, game RPG. Perhatikan detail environmentnya.

Gw baru menyadari Z Ultra bisa menjadi “gaming pad” dengan ukuran yang pas. Beberapa game membutuhkan level detail grafis yang tinggi, seperti game2 RPG. Di layar 6.4 inchi, game RPG seperti Heroes of Order & Chaos terasa nyaman dimainkan . Ruang untuk jempol kiri cukup, dan detail graphics game bisa dinikmati. Di saat yang sama, ukuran Z Ultra yang tidak terlalu besar dibanding tablet 7 atau 8 inch membuatnya pas untuk dipegang dan dimainkan untuk waktu yang lama.

 

Kemampuan menulis TANPA stylus

Salah satu klaim unik dari Z Ultra adalah kemampuan menulis di layar TANPA memerlukan stylus. Kita bisa menggunakan pensil atau bolpen biasa untuk digunakan menulis di layar Z Ultra (sepanjang ujungnya lebih besar dari 0.5 mm). Selama ini, kemampuan menulis di layar bisa dibilang adalah wilayah dominasi Samsung dengan seri Note-nya. Sony sekarang juga mengikutinya dengan menawarkan kemampuan tersebut TANPA stylus. Bagaimana rasanya?

Sejujurnya, sebagai mantan pengguna Galaxy Note 2 dan sekarang Note 8, fitur menulis di Z Ultra terasa masih inferior. It works, tetapi memang tidak mencapai level sensitivitas seperti Note. Z Ultra tidak bisa membedakan perbedaan tekanan tangan untuk membedakan tipis tebal garis (walaupun bisa diubah secara manual). Satu hal lagi yang agak mengganggu, saat menulis dengan Z Ultra, tidak boleh ada bagian dari tangan kita yang menyentuh layar, kalau tidak Z Ultra malah bingung dan menganggap sentuhan tangan kita sebagai “bolpen”nya.

???????????????????????????????

Menggunakan bolpen biasa di layar Z Ultra. And it works!

Pilihan bentuk pena bisa diubah2, begitu juga ketebalan dan warna

Pilihan bentuk pena bisa diubah2, begitu juga ketebalan dan warna

Jika kita bisa mengatasi masalah di tas (tangan jangan tersentuh layar saat menulis), maka Z Ultra relatif lumayan akurat mengcapture tulisan tangan kita, Hanya “lumayan” saja, karena terasa masih “kasar” dan tidak halus. Jadi untuk keperluan sekedar bisa “menulis tangan” untuk membuat memo/sketsa sederhana, maka Z Ultra cukup kompeten (dan praktis, tinggal nyamber bolpen/pensil terdekat). Tetapi untuk menulis indah, atau menggambar yang sangat detail, rasanya seri Note dengan stylusnya masih jauh lebih superior.

Menggambar dengan bolpen biasa

Menggambar dengan bolpen biasa

Lho, ada pilihan kumis, wig, sampai aksesoris?

Lho, ada pilihan kumis, wig, sampai aksesoris?

Ya udah si botak ini kita kasih kumis saja

Ya udah si botak ini kita kasih kumis saja

Baterai

Ah ya, penderitaan semua pengguna smartphone, masalah baterai. Z Ultra diberikan baterai besar 3050 mAh. Sama seperti Xperia Z, Z Ultra juga dilengkapi Stamina Mode untuk memperpanjang daya pakai baterai. Cara kerja Stamina Mode adalah mematikan koneksi data (termasuk wifi) saat layar padam (locked screen), sehingga menghemat baterai. Kerugiannya ya saat screen masih mati maka akun social media kita tidak terupdate (karena sinyal dimatikan). Begitu kita mengunlock screen, maka koneksi data langsung dipulihkan.

Pengalaman gw menggunakan Z Ultra ini belum cukup lama jadi belum berani mengevaluasi kinerja baterai. Tetapi sebagai referensi, kemarin baterai bertahan lebih dari 18 jam, dengan penggunaan sedang dan Stamina Mode diaktifkan.

Layanan My Xperia

Di dalam Xperia Z Ultra juga sudah ada layanan My Xperia, yang bisa diakses dari web (myxperia.sonymobile.com) untuk mengetahui posisi Xperia kita, dan bahkan bisa menguncinya jika hilang/dicuri.

Layanan My Xperia yang bisa diakses dari web

Layanan My Xperia yang bisa diakses dari web

Kesimpulan

Jadi bagaimana kesimpulan gw tentang Sony Xperia Z Ultra?

Pertama2, untuk bisa menilai Z Ultra kita harus memutuskan dulu, makhluk ini mau dikategorikan sebagai apa, smartphone/phablet atau tablet. Sebagai smartphone/phablet, maka ukuran Z Ultra bagi gw terlalu besar. Dia tidak bisa masuk ke dalam kantong celana pria. Digunakan di telinga agak menarik perhatian (walaupun katanya ada aksesori bluetoothnya dijual terpisah). Kamera yang tidak dilengkapi flash juga menjadi faktor “kurang” bagi gw sebagai sebuah phablet. Kemampuan menulis tangan-nya relatif “basic” dan tidak memuaskan mereka yang butuh menulis banyak catatan atau menggambar dengan bagus, walaupun salut untuk kemampuan menggunakan pensil/bolpen biasa sebagai stylus.

Tetapi jika melihat Z Ultra sebagai tablet ultra compact, maka tiba2 Z Ultra menjadi lebih make sense. Sebagai tablet mini, dia sangat nyaman dipegang. Modelnya juga sangat stylish untuk sebuah tablet. Kalo ditaroh di meja pasti diajak kenalan sama gadget2 jomblo yang lain. Ukuran layar 6.4 inch sudah memadai untuk menonton film/browsing, dan sangat portable untuk dimasukkan di dalam tas. Display yang sangat tajam dan engine warna Sony membuatnya enak untuk menonton film, melihat foto,, dan bermain game. Prosesor super ngebutnya memungkinkan Z Ultra untuk menjalankan game-game “berat” yang memerlukan kecepatan prosesor prima. Dan jangan lupa kemampuan tahan air-nya yang bisa sangat berguna bagi banyak orang.

Mengulik Z Ultra membuat gw terbayang ini adalah tablet ultra compact yang sangat ideal untuk mereka yang senang traveling. Karena ukurannya yang compact, dia bisa dibawa traveling dengan nyaman, gampang masuk ke tas. Fitur tahan airnya juga membuat Z Ultra bisa dibawa ke pinggir kolam renang, pantai, atau bahkan kehujanan. Ini adalah tablet yang nggak ganggu mereka yang aktif gak bisa diem, doyannya jalan ke sana ke mari.

Sekian review awam gw untuk Sony Xperia Z Ultra. Semoga berguna! 🙂

Jangan lewatkan juga review2 awam yang lainnya:

Review Awam Samsung Galaxy Note 2

Review Awam Sony Xperia Z

Review Awam Samsung Galaxy Grand 2

Review Awam Android One Nexian

Review Awam Sony Xperia Z5

Review Awam Samsung Galaxy S7 Edge

Advertisements

Categories: Review

Tagged as: , , ,

24 Comments »

  1. Kak.. Aku mau nanya dong.
    Aku minat bgt sama Z Ultra. Mau beli..
    Sebenernya sih lebih minat sm Z2, tp harga nya bisa bikin aku tiap hari ga bs makan =))
    Z ultra kekurangannya kan di Flash nya ya..
    Tp aku pernah baca kalau ZUltra pake “XmorRS” utk foto2 di Gelap2 gitu 😀
    Contoh hasilnya sih lumayan terang (foto di malam hari). Tp aku ga tau itu beneran / ngga..
    Nah, kk kan bener2 udh pernah pake nih.
    Aku mau tanya tentang Xmor RS itu kak..
    Menurut kk XmorRS itu berfungsi dng baik tidak?
    Atau hasilnya tidak begitu memuaskan?
    Okeeee, aku tunggu balasannya ya kak..
    Secepatnya 😉 Thank you..

  2. Sebagai pengguna Xperia Z Ultra memang lain skali rasanya. Pengalaman menggunakan Brand tetangga yg beda 0,01 Inchi. Z Ultra suit, suit, suit, indah dan terasa beda di setiap sentuhan layar serta genggaman bagi Pengguna
    The Best Brand Sony siapapun tidak bisa menandingi……di tunggu Xperia Z Ultra generasi slanjutnya. smua Brand tetangga berkategori dari 1.2.3.4.5 dst demi mengejar kecanggihan
    Smoga Thn 2014 ini akan lahir Xperia Z Ultra 2 dgn senjata dan amunisi yg lebih canggih ( bukan Xperia T2 Ultra )

  3. Maaf saya mau tanya, saya habis beli yang Z ultra baru 25 hari pemakaian tiba tiba mati sendiri, padahal barang gak jatuh, saya celupin air pun gak pernah. saya charge lampu indikator merah nyala tapi kedip kedip, saya tunggu sampai 0.5 jam pun masih sama. Terus saya bawa ke sony service center(yogyakarta, lagi liburan) , pas disana di charge gak bisa, ahirnya saya menunggu 3 hari. setelah 3 hari katanya pihaknya tidak bisa membetulkan dan harus di bawa ke jakarta, tapi nunggu 1-4 bulan. ahirnya saya putuskan saya ambil dan saya mau bawa ke bandung( karna saya tinggal di bandung), sesampainya saya di rumah dari mengambil hp itu saya charge lagi dan bisa di charge, kemudian saya hidupkan nyala, dan keluar tulisan Xperia, beberapa waktu mati lagi, sampai sekarang hp itu mati, tetapi saya charge bisa dan indikator berkedip kedip. saya charge lama pun masih seperti itu, kira kira ada apa ya dengan hp saya? apa rusak Hardwarenya dan harus dibawa ke jakarta dan mengunggu 1-4 bulan? rasanya gak rela hikzz, please help me

  4. Mas sekarang sudah 4 tahun gunakan samsung galaxy tab 7 inch dan sangat membantu kerja saya terutama fitur officenya, tapi sekarang boleh dong saya pengen coba cicip smartphone yg ada stylusnya untuk lebih memudahkan saat rapat/presentasi (tertampil pada proyektor), pilihannya skr galaxy note 2, galaxy note 3, galaxy note 4, dan sony z ultra. Yang jadi pertanyaan saya sejauh mas gunakan sony z ultra, adalah saat diajak menulis cepat pada fitur officenya apakah sony z ultra sangat responsif?
    Mengapa saya lebih tertarik pada sony z ultra? Karena selain pekerjaan yang lebih banyak tulis menulis, email, dll saya juga termasuk orang dikit jorok (hp terjatuh dll) juga mencintai olah raga renang. Korbannnya motorolla defy xt535 yang hanya berumur 2 minggu langsung mati karena diajak berenang.
    Terima kasih

  5. Maaf gan numpang tanya nih,ho saya z ultra juga tapi pernah di bongkar chasing belakangnya sendiri gara gara kemasukan air tapi syukur hp saya normal kembali,tapi apakah hp saya masih bisa tahan air karena saya bongkar sendiri chasing belakangnya? Termakasih gan 😀😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s