Review Awam Sony Xperia Z5

Okay, kembali lagi dengan review awam @newsplatter. Kali ini gw menerima sebuah unit smartphone Sony Xperia Z5 berwarna gold. Seperti biasa, disclaimer di muka: ini adalah review AWAM, jadi tidak akan teknis banget, dan merupakan review dari perspektif pengguna awam. Kalau ingin tahu detail teknis yang lebih dalam, silahkan cari sendiri ya di situs2 tech seperti GSMarena, Techcrunch, The Verge, dan banyak lagi.

The Brand and Design

Seri Sony Xperia Z bukan seri yang asing buat gw. Ini adalah seri flagship kebanggaan dari Sony. Gw sudah pernah menggunakan Xperia Z yang pertama . Saat baru pertama kali keluar, gw inget Xperia Z memukau banyak orang. Ketika smartphone saat itu kebanyakan tampak “murah” dan “plasticky”, Xperia Z sudah memiliki body premium.

4 iterasi kemudian, tibalah kita pada Xperia Z5. Xperia Z5 segera mudah dikenali sebagai bagian dari keluarga Xperia Z. Designnya tidak jauh berbeda dari Xperia Z sebelumnya. Bentuk “kotak” dengan materi premium. Bagian belakang menggunakan materi glass yang frosted (matte/”dof” kalo kata orang Indonesia). Positifnya adalah bagian belakang tidak selicin jika menggunakan permukaan smooth, dan juga tidak menjadi fingerprint magnet (mudah kotor oleh sidik jari).

20151028_084146

20151206_141557

Bagian belakang frosted glass

Design yang SANGAT konsisten ini bisa menjadi good news dan bad news. Good news, karena Xperia Z sudah berhasil menemukan bahasa design sedari dulu, ketika merek2 Android lain masih berusaha menemukan design yang bagus. Bad news-nya, bagi mereka yang mengikuti perkembangan seri ini, sulit sekali membedakan antara satu Xperia Z dengan lainnya. Yang pasti, warna gold Xperia Z5 sangat bagus dan mewah. Sangat menarik perhatian orang lain saat digunakan.

Xperia Z5 memiliki “bumper” dari plastik di sudut. Tujuannya tampaknya untuk melindungi dari situasi jatuh di permukaan keras. Overall, Xperia Z5 sangat solid di genggaman, dengan bezel/pinggiran yang diberi sedikit lengkungan sehingga tidak terasa terlalu kaku.

20151206_151348

Sama seperti kakak-kakaknya, Xperia Z5 mendapat rating tahan air dan debu. Yang menarik adalah Sony tahun ini memberikan statement bahwa sebaiknya Xperia Z tidak digunakan di bawah air dengan sengaja, atau warranty menjadi tidak berlaku. Hal ini sangat berbeda dari komunikasi Xperia Z sebelumnya yang sengaja menggambarkan penggunaan memotret di bawah air. Hanya port untuk Nano SIM card dan MicroSD card (Haleluya, masih ada MicroSD slot!) yang diberi penutup. Port charger dan headphone terbuka.

20151206_151233

sebelah kiri tampak flap yang melindungi MicroSD dan Nano SIM card. Tulisan “Xperia” sendiri digrafir sehingga tampak mewah.

Fingerprint scanner

Trend lockscreen ke depan tampaknya akan semakin mengandalkan biometrik. Selamat tinggal nomor PIN atau menggambar “pola garis” rahasia yang gampang ketebak (kebanyakan bikin huruf “M” kan? Ngaku aja!) Sony menyusul iPhone dan Samsung dengan menggunakan sidik jari untuk membuka lock screen. Tetapi ada keunikan yang ditawarkan Sony:

Letak fingerprint scanner-nya ada di SAMPING, di tombol Power!

Tidak seperti Samsung dan iPhone yang meletakkan scanner di tombol Home di depan, Sony meletakkan di tombol power sebelah kanan!

20151206_151313

tombol power merangkap fingerprint scanner

Ada beberapa keuntungan dari posisi ini. Yaitu letak yang sangat natural saat kita menggenggam unit, baik dengan tangan kiri dan tangan kanan. Untuk tangan kanan, kita cukup memrogram sidik jari jempol kanan, dan telunjuk kiri jika kita menggenggamnya dengan tangan kiri. Pengalaman gw letak scanner di tombol power ini sangat natural dan cepat. Scanner mengenali jari gw dengan cepat sekali, almost every time. Kudos ke Sony untuk inovasi fingerprint scanner-nya.

Sebagai catatan, tombol volume diletakkan di sebelah kanan di bawah tombol power. Posisi ini rasanya agak aneh buat gw, yang kebiasaan mengatur volume di sisi kiri. Dengan posisi ini, mengubah volume suara tidak bisa dilakukan dengan menggenggam satu tangan (one hand operation).

Di sisi lain, Sony mempertahankan tombol shutter (di bawah volume control) dedicated untuk memotret foto. Gw selalu suka tombol dedicated, karena rasanya lebih mantap mengambil foto dibanding men-tap layar.

20151206_151335

Display

Sony Xperia Z5 mengusung display 5.2 inch IPS. Sony tidak mengikuti trend Samsung dan LG yang sudah menggunakan Quad HD, dan masih menggunakan Full HD (1,080 x 1,920). Tapi menurut gw untuk ukuran 5.2 inch, resolusi ini masih bagus sekali. Gambar dan teks sangat tajam dengan warna yang terang banget.

20151206_153708

Performance

Xperia Z5 membesut RAM 3 GB, yang cukup besar untuk saat ini, dengan kombinasi 2 x Quadcore Qualcomm prosesor (total 8 prosesor). Kombinasi memori besar dan prosesor kenceng ini memberikan experience yang relatif sangat smooth. Hampir tidak ada lagging, termasuk saat memainkan game yang 3D heavy seperti Need for Speed.

Internal memory Z5 adalah 32GB. Tetapi dengan adanya MicroSD slot, memory internal ini dapat diekspansi dengan mudah.

Catatan: dalam penggunaan layar yang agak lama, misalnya browsing, main game, atau memotret, gw merasakan body Xperia Z5 terasa agak panas. Tidak panas sekali sampai mengganggu, tapi cukup terasa. Harus dicatat bahwa saat panas ini kinerja smartphone sendiri tidak terganggu sama sekali, atau crash. Mungkin saking kencengnya prosesornya?

Kamera

Bagi gw, kamera smartphone mumpuni itu penting. Selain senang mengcapture momen sehari-hari, saat traveling pun rasanya gw sudah malas membawa kamera lagi, bahkan kamera pocket sekalipun. Jika smartphone sudah memiliki kamera keren, gak perlu bawa kamera lagi. Lebih ringkes!

Sony dari dulu terkenal paling GILA soal kamera, minimal soal resolusi. Xperia Z5 membesut kamera belakang dengan resolusi 23 MP. DUA PULUH TIGA MEGAPIXEL! Gw saja biasaya hanya memakai setting 8MP karena ingin menghemat storage. Jadi bagi kamu yang senang foto ukuran besar, misalnya untuk dicrop tapi gak “pecah”, Xperia Z5 ini gokil sih. Dan adanya MicroSD slot artinya kamu tidak perlu khawatir soal mengambil foto besar.

Tidak hanya soal resolution. Xperia Z5 menjanjikan autofocus super cepat yang bisa memfokus dalam kecepatan 0.03 detik! Jika benar, maka ini gilak sih, lebih cepet dari komen menawarkan “MAU HAMIL TAPI SUSAH COBA HERBAL” yang muncul di postingan Dian Sastro di IG. Gw sendiri gak akan bisa mengukur kecepatan fokus Z5 sampai seakurat itu, tapi memang terasa sangat SANGAT cepat. Jadi cocok lah ini untuk para pemburu foto momen2 untuk dibuat meme….

Sayangnya megapixel dahsyat ini tidak didampingi dengan OIS (Optical Image Stabilizer). Menurut gw smartphone flagship sudah standarnya diberikan stabilizer lensa, untuk mengambil foto dalam situasi low-light dengan lebih baik. Ketiadaan OIS ini tetapi dicoba dikompensasi dengan bukaan (aperture) besar f/2.0 yang lumayan membantu.

Kamera Xperia Z5 memiliki mode Intelligent Auto yang akan menilai obyek dan menentukan settingan foto terbaik untuk obyek tersebut. Bagi kebanyakan pengguna kasual, Intelligent Auto harusnya sudah cukup memuaskan. Bagi yang suka “ngulik”, ada mode Manual untuk bisa melakukan setting sendiri.

Hasil foto

Di cuaca cerah, outdoor, hasil foto Xperia Z5 sangat mengagumkan. Warna terlihat nyata dan cerah. Ini bener2 pas untuk para traveler, apalagi yang senang memotret obyek luar ruang.

DSC_1119

DSC_1115

Di suasana indoor, tanpa flash, Xperia Z5 masih memberikan gambar yang lumayan terang.DSC_0008

Di suasana gelap sekalipun, sepanjang obyek foto memiliki sumber cahaya, Xperia Z5 masih memberikan hasil yang baik. Seperti foto restoran outdoor di bawah ini:

DSC_1071

DSC_1097

Tampaknya walaupun tidak dibekali Optical Image Stabilizer, Xperia Z5 masih mampu mengambil gambar di dalam suasana low-light dengan memuaskan.

Kamera depan

Xperia Z5 memiliki kamera depan 5MP yang menurut gw sangat bagus hasilnya. Ada fitur “smile trigger”, jadi kamera selfie memotret saat mendeteksi senyuman kita. Kita bisa mengeset seberapa “lebar” senyuman kita yang akan mentrigger kamera.

DSC_1061

Hasil kamera selfie. Resolusi diturunkan ke 3.7MP dan hasilnya masih sangat tajam

Secara keseluruhan, bisa dibilang Sony masih menghasilkan salah satu kamera smartphone terbaik saat ini. DxOMark, situs yang mengevaluasi kamera smartphone bahkan memberikan gelar kamera smartphone terbaik saat ini kepada Xperia 5.

Performa baterai.

Kinerja baterai sekarang selalu menjadi pertanyaan para pengguna smartphone. Bagaimanapun, semakin lama kita bisa menggunakan smartphone tanpa mencari colokan, the better. Walaupun Sony mengclaim baterai Z5 bisa bertahan sampai 2 hari, tapi pengalaman gw tidak sampai segitu. Z5 memang bertahan dari pagi sampai sore/malam dengan penggunaan sedang (which is already VERY good), tetapi saat tidur sudah harus dicharge lagi jika kita ingin keesokan paginya segera beraktivitas dengannya.

Xperia Z5 menawarkan fitur Stamina dan Ultra Stamina mode untuk memperpanjang usia baterai, menggunakan trik klasik memutus koneksi data saat smartphone dalam keadaan locked. Jadi fitur ini bisa dicoba jika kamu sebenarnya tidak butuh-butuh banget menerima stiker LINE setiap saat…..

Fitur lainnya

Fitur lain yang ditawarkan oleh Xperia Z5 adalah app “Lifelog”. Seperti namanya, app ini bener2 merekam SEMUA aktivitas kita dari terbangun di pagi hari sampai bobok lagi. Jumlah langkah, aktivitas lari, kalori yang terbakar, sampai aktivitas digital akan tercatat di sini. Jadi anggap saja kamu punya jurnal aktivitas kamu yang sangat komprehensif. Kapanpun kamu bisa “memutar” aktivitas kamu dalam bentuk animasi yang bergerak dari sejak jam kamu bangun sampai saat ini.

Screenshot_2015-12-06-15-00-13

Penutup

Xperia Z5 adalah upaya Sony untuk bisa menandingi flagship2 yang ada tahun 2015 ini, seperti Samsung Galaxy S6, Galaxy Note 5, LG G4, dan iPhone 6S. Sejujurnya, secara keseluruhan Z5 tidak jauh lebih unggul dari kompetitor-kompetitornya. Posisinya memang sekedar setara dengan persaingan yang ada. Dengan kekecualian kamera, di mana Sony konsisten terus berinvestasi di kamera yang mumpuni.

Jadi bagi pencari kamera smartphone mumpuni, bisa mempertimbangkan Xperia Z5. Walaupun belum ada OIS, tetapi ternyata kinerja kameranya tetap tidak kalah dari model flagship lainnya.

Selain itu, kenyataan bahwa Xperia Z5 tahan air tetap jadi keunggulan, bahkan walaupun Sony tidak menganjurkan penggunaan yang sengaja di bawah air. Banyak dari kita yang sering ceroboh dengan smartphone, apalagi jika senang memotret di dekat air. Maka bisa dibilang hampir tidak ada alternatif lain untuk smartphone tahan air saat ini.

Jangan lupakan juga faktor design premium dan solid khas Xperia Z5. Jika design “boxy” (kotak), dengan paduan material metal dan glass adalah sesuatu  yang sesuai dengan selera kamu, maka Xperia Z5 bisa dilirik. Apalagi warna gold-nya, harus dilihat sendiri.

Demikian review awam singkat dari Xperia Z5. Semoga membantu buat yang lagi nyari smartphone! Sampai review berikutnya! 🙂

 

Jangan lewatkan juga:

Review Awam LG V20, “The Beast” 

Review Awam Samsung Galaxy S7 Edge

Review Awam Laptop HP Envy 13

One Week Affair With A Smartwatch (Review Awam Gear S2)

Advertisements

Categories: Review

Tagged as: , , ,

4 Comments »

  1. “bagi mereka yang mengikuti perkembangan seri ini, sulit sekali membedakan antara satu xperia Z dengan lainnya.”
    wah setuju banget om. saya udah pake xperia Z hampir 3 tahun (sejak dia baru keluar) dan overall puas banget ma performance-nya. tapi walaupun begitu, saya ga akan milih xperia lagi sebagai hape berikutnya karena alesan di atas 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s