Mengapa Hanya Gen-X Yang Akan Selamat Dari Zombie Apocalypse

Hari ini gw menyadari bahwa jika zombie apocalypse melanda, bisa dipastikan hanya Gen-X (lahir dari tahun 1960-1980) dan MUNGKIN, SEBAGIAN dari Millenial (lahir dari tahun 1980-2000), yang akan survive. Oke lah, tambahkan Baby Boomer yang relatif sehat. Kalo Gen-Z rasanya sudah pasti punah.

Jadi ceritanya, saat beres-beres untuk pindah rumah, gw menemukan sebuah radio. It’s a good ‘ol radio, masih bisa nangkep radio FM dan AM. Bahkan masih menyisakan tempat kaset. Yang penting, radio ini masih berfungsi sangat baik.

Kebetulan karena kami memiliki ART (Asisten Rumah Tangga) baru yang berasal dari Pemalang (dengan usia Millenial muda), gw pikir radio ini akan gw pinjamkan saja ke dia. Lumayan kan, kalo malem2 di kamar dia bisa dengerin Wednesday Slow Machine (masih ada gak sih acara ini?), minimal update harga cabe kriting.

Percakapannya seperti ini.

Gw: “Nur, sinih”

Nur: “Iya pak”

Gw: “Ini saya ada radio tidak terpakai. Kamu bawa saja ke kamar, untuk hiburan”

Nur dengan ekspresi bingung: “Makasih pak. Tapi, SAYA TIDAK TAHU CARA PAKAINYA PAK” (penekanan caps lock dari penulis blog ini)

Gw: (butuh tiga detik untuk mencerna ini semua)

Gw lagi: “GIMANA GIMANA?! KAMU GAK TAHU CARA PAKAI RADIO?! EMANG KAMU DENGER LAGU GIMANA CARANYA??” (Penekanan caps lock masih dari penulis blog ini)

Nur: “Saya download lagunya pak, pake hape”

Gw: *berkunang-kunang*

Masih gw, sambil memunguti serpihan harga diri yang berceceran: “Ya udah, sinih saya ajarin cara memakai radio. Kan lumayan buat dengerin lagu, dan um, orang ngobrol….” (apa kabar dijeeeee….)

Maka gw menghabiskan tiga menit berikutnya mengajarkan konsep tombol “on/off” di radio, dan mencari stasiun radio dengan kenop Tuning. Plus bahwa antena radio harus digeser2 untuk mendapatkan suara terbaik.

Dan akhirnya terpikirlah oleh gw. Jika terjadi zombie apocalypse, dan sambungan internet padam karena umumnya zombie tidak tertarik membayar tagihan, maka yang bisa survive hanyalah kami Gen-X ini (plus Baby Boomer yang masih sehat). Kami masih bisa mengoperasikan radio jadul, masih bisa menggunakan kaset untuk berkirim pesan suara sayang2an atau sekedar mendengar album Chrisye jadul. Tanpa internet, kami masih bisa menggunakan mesin tik untuk berkirim surat dan mengundang rencana nongkrong 2 minggu lagi (kasih waktu seminggu surat nyampe dan seminggu lagi surat dibalas). Tanpa smartphone, kami masih bisa pakai telepon umum (masih ada yang berfungsi gak sih). Ketika social media tidak bisa diakses, kami bisa kembali ngobrol analog dengan tetangga, minimal dengan mbak-nya. Tidak ada lagi twitwar atau perang hoax, semua diselesaikan dengan musyawarah, atau parang. Gak perlu WordPress untuk mencatat isi hati, karena masih bisa menulis tipis tebal di Moleskin kami. Atau buku AA. Atau Kiky production.

Kami adalah generasi yang melintasi era analog, bolpen, pita mesin tik – dan turut masuk ke era online, internet, dan social media. Dalam situasi zombie apocalypse di mana ISP memutus langganan internet semena2 karena kami gak bayar, Gen-X masih akan survive, have a good time, dan dengerin radio.

Dan sesudah merenungkan hal di atas, maka kiamat zombie tidak terasa seseram itu lagi.

Nur, kalo kamu membaca blog ini, terima kasih sudah bikin bapak merasa tua.

Advertisements

Categories: Uncategorized

17 Comments »

  1. Love this blog so much!😁
    Iye..saya merasa tua..*menatap radio yg masih nangkring di lantai dan sering diputer tiap hari..

  2. tapi aku lahir 93 (masuk milenial berarti ya?) tapi masih bisa pakai radio yang dijelaskan soalnya kebetulan dirumah masih ada hehehe jadi pas akses internet mati, no problemo…

  3. ART jaman sekarang kan kalo ditanya mau dibawain makanan apa buat dirumah mintanya malah kuota internet om πŸ˜€
    born in 90 tp alhamdulillah kenal barang2 yg om sebutkan krn dulu orang tua tugas di desa IDT / intruksi daerah tertinggal zaman pak Harto hahahah

  4. Lol! Entah kenapa tulisan ini bikin aku optimis! πŸ’ͺπŸΌπŸ™ˆπŸ˜‚. Jadi inget radio jadul hadiah dari alm Bokap. Plus kaset Backstreet boys, kalo pitanya bundet, tinggal ambil pensil.. masukin ke salah satu bolongan kaset dan diputer2 ampe pita licin. Nur kalo baca komen ini langsung semaput, makin gak mudeng :’)))

  5. Lol! Entah kenapa tulisan ini bikin aku optimis! πŸ’ͺπŸΌπŸ™ˆπŸ˜‚. Jadi inget radio jadul hadiah dari alm Bokap plus kaset Backstreet boys. Kalo pitanya bundet, tinggal ambil pensil.. masukin ke salah satu bolongan kaset dan diputer2 ampe pita licin. Nur kalo baca komen ini langsung semaput, makin gak mudeng :’)))

  6. jadi rindu diajarin om piring lagi *lho — 2 mantan murid mu ini (yg juga sama2 gen X) nama ART nya sama2 nur lho om, mari kita bersua dan reuni *gak terlalu fokus sama tulisan blog nya — etapi kocak sih

  7. Sbg salah satu org yg waktu luangnya bbrp kali dipakai utk mikirin strategi survive kalau serangan zombie nyata adanya, gw pikir blog ini akan membahas tips & langkah jitunya.

    Tapi itulah yg menjadikan tulisan Om Piring selalu out of the box. Salut!

    Nur, aku iri padamu….

  8. hidup Gen X! cuman masalah selamat atau ga tergantung author dunia sih (aka Tuhan YME), seperti nasib Glenn di tangan Robert Kirkman 😦

  9. WSM masih ada pak di kisfm tapi nuansa lagu 90an, salah satu penyiar keceplosan di playlist gue soal kebijakan lagu kis ternyata dibatasi om, dia cerita-cerita dulu playlist kisfm gak dibatasi dr th 90an dan skg dibatasi di 90-95. Btw saya dr generasi lahiran 97 πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s