Laporan Survei Khawatir Nasional 2018

Survei Khawatir Nasional 2018 usai sudah. Terima kasih untuk antusiasmenya yang luar biasa. Partisipasi survei ini memecahkan rekor semua Survei @newsplatter dengan jumlah responden 3.634! Survei ini dibuka 11-18 November, dan dipublikasikan melalui akun Twitter @newsplatter. Mungkin ada yang bertanya, ngapain gw bikin Survei Khawatir Nasional ini? Yang pertama, tentunya iseng. Sudah lama sekali #SurveiNewsplatter tidak ada, selain karena kesibukan, juga karena […]

Read More →

Terapan Konsep Marketing Dalam Perjodohan

Belum lama ini, saya ngobrol dengan sahabat perempuan saya yang masih single. Sebut saja namanya Karin. Karin ini sudah berusia di atas 30-an, menurut saya orangnya menarik dan smart. dengan karir yang terus menanjak. Saat ini Karin masih menjomblo, dan ngobrol untuk curhat. Karin: “Gw takut gak dapet pendamping hidup nanti….” Gw: “Kenapa sih elo gak memperbanyak nge-date? Kayaknya gak susah deh […]

Read More →

Back To The Future? Review Awam Samsung Galaxy S8

Mumpung masih libur Lebaran, dan gw gak bisa ke mana-mana karena gak ada nanny dan ART, gw review awam gadget aja deh. Kali ini gw mau review Samsung Galaxy S8 yang sudah gw pakai selama 2 bulan. [Disclaimer: unit yang digunakan adalah milik/beli sendiri, dan review ini tidak berbayar] Seperti biasa, bagi yang pertama kali membaca review gw, sedikit catatan: ini bener-bener review awam, sesuai judulnya. Jadinya ya ditulis oleh […]

Read More →

Masih Adakah Kesetiaan (Pelanggan)?

Akhir2 ini, gw kembali menggunakan taksi Blue Bird. Ini merupakan “balikan” gw yang cukup signifikan, mengingat dalam beberapa bulan terakhir, gw sempet memilih menggunakan Uber saja. Gw hanya memakai Blue Bird karena kepepet: Misalnya Uber sedang tak terlihat atau kena surge pricing yang keterlaluan, atau gw harus awe-awe (terjemahan: melambai2, bukan Oum Awe yang kontroversial di Twitter!) di jalan. Tetapi jika […]

Read More →

Review Awam LG G6, Smartphone-nya Jason Bourne?

Hola So-Gaw (Sobat Gawai. Halah), Saatnya review awam lagi. Kali ini gw akan mereview flagship terbaru dari LG, yaitu G6. Gw kasih waktu untuk yang mau becanda nyanyiin lagu “Fly….like a G6” (basi, udah banyak yang kepikir hal yang sama). Mengingatkan seperti biasa, ini adalah review AWAM, jadinya memang yang dibahas dari perspektif pengguna biasa, bukan ahli gawai. Jangan mengharapkan ulasan yang super detail. […]

Read More →

Berteman Dekat Dengan Yang Beda Agama? Melawan Radikalisme Dengan Tidak Melawannya

Gw lagi mau cerita tentang survei dengan partisipasi terbesar yang gw pernah dapet. Jumlah vote yang masuk lebih dari 21 ribu suara! Pertanyaannya cukup sederhana: “Apakah kamu punya teman dekat yang berbeda agama?” Sebelum gw bercerita tentang hasilnya dan implikasinya, gw mau cerita asal mula kenapa gw membuat survei ini. Hal ini berawal dari sebuah cerita teman, sebut saja Mawar. Suatu hari, […]

Read More →

‘Broken Window Theory’, Karangan Bunga, Lilin, dan ‘Invisible Good People’

Ada dua peristiwa menarik bagi gw dari negeri ini yang baru saja terjadi. Kebetulan keduanya berhubungan dengan figur Ahok. Yang pertama, fenomena karangan bunga di Balai Kota sesudah kekalahan Ahok di Pilkada DKI. Entah siapa yang memulai, tetapi kedatangan karangan bunga dalam jumlah sedikit perlahan menjadi seperti arus bah. Semuanya berisi pesan semangat kepada Ahok dan Djarot, dan banyak sekali […]

Read More →

13 Reasons Why dan Pikiran Bunuh Diri

Jadi di long weekend ini, gw memutuskan menonton seri 13 Reasons Why yang lagi heboh (GW BELOM KELAR NONTON JANGAN SPOILER!). Menurut gw cukup heboh karena sudah jadi berita di luar negeri, di mana serial ini diprotes oleh para kesehatan jiwa karena dianggap mentenarkan bunuh diri di usia remaja. Premis serial ini memang mengenai seorang remaja perempuan bernama Hannah Baker yang bunuh diri, dan […]

Read More →

Prasangka (Buruk) Yang Baik – Catatan Pilkada DKI Bagian 2

Melanjutkan dari Catatan Pilkada DKI Bagian Pertama…. Seusai Pilkada DKI, gw memperhatikan beberapa macam respon dari pihak pendukung petahana. Beberapa bersifat sportif, mengucapkan selamat dan mengakui kemenangan sang pemenang. Ada yang menolak memberi selamat, dengan berbagai alasan (umumnya karena merasa kemenangan diperoleh dengan cara-cara yang tidak etis, seperti isu agama/fitnah). Ada juga yang sifatnya memberi prediksi, dengan bunyi respon/komen kira2 seperti ini: “Mulai sekarang kita akan masuk era kegelapan dikuasai kelompok intoleran…” “Siap-siap semua pembangunan Jakarta akan mangkrak!” “Korupsi akan merajalela kembali begitu Ahok pergi” dan lain-lain dengan beberapa variasi. Kesamaan dari respon2 jenis ini adalah prediksi tentang masa depan Jakarta yang suram di bawah Anies-Sandi. Dan prediksi ini bersifat absolut, “Jakarta nanti akan [masukkan semua ramalan suram dari korupsi merajalela, intoleransi, sampai kita dijajah ras alien superior dari planet Krypton]“ Dengan kata lain, sebagian respon pasca Pilkada adalah prasangka (buruk) terhadap pemenang Pilkada. Sebelum ada yang mencaci mereka yang memiliki prasangka buruk di atas, menurut gw kita harus menyadari bahwa prasangka itu bagian normal dari kemanusiaan kita sehari-hari. Termasuk prasangka buruk. Gw jamin setiap hari kita semuanya memiliki prasangka, termasuk yang buruk. Saat baru berkenalan sama orang, kita sudah otomatis secara insting membentuk prasangka (“Meh, kayaknya orangnya basi”, “Hmm, cantik nih, pasti hatinya juga baik”, dll). Urusan milih angkot dan kursi di busway/kereta juga ada prasangka-nya (“Ewwww, cowok itu kayaknya belom mandi 3 bulan purnama, males ah duduk di sebelah dia”). Sama juga soal menilai film baru atau restoran baru. (“Transformer baru pasti katrok”, “Pasti makanan […]

Read More →