Menembak Cewek Gaya Undang-Undang

KETETAPAN HATI NO. 3 TAHUN 2012 Menimbang: Bahwa sehubungan dengan status jomblo saya yang sudah berjalan 3 tahun, maka saya sudah kebelet punya pacar Bahwa berdasarkan desakan keluarga/famili melalui pertanyaan-pertanyaan “Kapan kawin” yang menyebalkan. saya merasa sudah saatnya diambil tindakan nyata mengakhiri kejombloan ini Bahwa memang sudah kodratnya seorang laki-laki jatuh hati pada seorang perempuan Mengingat: Ancaman sahabat-sahabat no. 7 tahun 2009-2012 agar segera move-on Sindiran Teman-teman Kantor no. 3, 16, dan 31 tahun 2012 mengenai Jomblo Abadi Undangan pernikahan mantan no.5  yang akan segera terjadi 2 minggu lagi Dengan persetujuan bersama HATIKU dan PIKIRANKU MEMUTUSKAN: Menetapkan: KETETAPAN HATI NO. 3 TAHUN 2012 Pasal 1: Menetapkan kamu sebagai pacarku Pasal 2: Menetapkan masa jawaban selambat-lambatnya 90 (sembilan puluh) hari sesudah ketetapan ini dikeluarkan apakah kamu akan menerima ajakan menjadi pacarku atau tidak Pasal 3: Dengan kondisi jawaban terhadap Pasal 2 di atas adalah ‘bersedia’, untuk melakukan pengumuman di media massa, Facebook, dan Twitter selambat-lambatnya 3 x 5 menit sesudah jawaban diterima Pasal 4: Dengan kondisi jawaban terhadap Pasal 2 di atas adalah ‘Cih, amit-amit, najis, kayak gak ada cowok lain aja!’, untuk melakukan langkah mundur teratur tanpa harus menimbulkan isu publik Disahkan di Jakarta, pada tanggal 30 Juli 2012 PRIA BUJANGAN BERMUTU ttd Aku Advertisements

Read More →

The Curious Dynamics of Dissent

Last weekend was interesting enough to me because of two things: First, I watched The Dark Knight Rises, and second, I was (desperately) reading Steven Pinker’s The Better Angel of Our Nature, a 600-page behemoth book with unbelievably SMALL typeface. Now, the two seem to have absolutely nothing in common. One is a summer blockbuster about the caped crusader, the […]

Read More →

Antara Akun Anonim dan Pahlawan Bertopeng

Beberapa hari ini, gw ngeliat di TL rame tentang akun anonim politik yang ceritanya ‘dibongkar modus operandi’nya oleh akun lain. Untuk yang nggak tahu, akun anonim politik biasanya isinya ‘membongkar  kebusukan para pejabat’ dengan gaya intel/”insider information”. Gw sendiri dari dulu gak pernah ngikutin akun-akun anonim politik. Gak tertarik sama sekali. Tetapi gw ngerti kenapa akun2 ini punya daya tarik tinggi. Akun2 ini terkesan seperti ‘membocorkan’ rahasia orang dalam, seolah2 membuka kebenaran yang ditutupi dari publik. Pada dasarnya naluri manusia memang kepo, dan pengen tahu tentang orang lain, dari soal selebriti sampai pejabat. Jadi wajar kalau akun anonim gaya-intel ini cepat populer. Apalagi terkesan seperti memberikan ‘layanan publik’. Memang akhirnya beredar informasi di Twitter bahwa akun2 ini ternyata bisa ‘dipesan’, misalnya kita bisa memesan agar akun tersebut menjatuhkan lawan politik kita melalui “informasi rahasia”, entar benar atau fitnah, yang dibocorkan ke publik. Tentunya dengan bayaran. Atau bahwa akun tersebut ternyata memihak partai tertentu sebagai alat menyerang partai lain, dll. Yang mana yang benar, gak akan ada yang tahu kayaknya. Tapi yang pasti, dari dulu gw gak tertarik follow akun anonim politik. Alasannya sederhana aja: suatu pihak yang anonim, tak berwajah, tak beridentitas, otomatis tidak bisa dipertanggung-jawabkan akuntabilitasnya. Dan jika suatu pihak tidak bisa held accountable, maka gw gak mau dengerin omongannya sama sekali. Logikanya, kalau seseorang tak beridentitas, dia tidak bisa ditangkap, dan jika dia tidak bisa ditangkap, dia bebas ngomong apa saja. Kebenaran, fiksi, atau fitnah bisa dicampur2, tanpa konsekuensi (bahasa Inggris […]

Read More →

Laporan Survey Gebet Nasional 2012!

Setelah kesuksesan Survey Jomblo Nasional 2012 (laporannya di sini), maka #SurveyNewsplatter dilanjutkan dengan Survey Gebet Nasional 2012. Hal ini dikarenakan banyaknya complain bahwa mereka yang non-jomblo tidak diakomodir dalam survey sebelumnya. Survey Gebet Nasional disusun lebih universal, semua bisa ikutan. Karena perilaku gebet-menggebet bisa diukur atas mereka yang jomblo, maupun sudah memiliki pasangan. (Terbukti banyak responden yang sudah dalam relationship […]

Read More →

Steve Wozniak, Dan Bagaimana Agar Kamu Di-livetweet

Hari ini ceritanya Steve Wozniak, salah satu pendiri Apple, bertandang ke Indonesia, membagikan kebijaksanaannya mengnai inovasi dan kreatiitas. Gw sendiri gak dateng, karena ada meeting di Bogor, tetapi terlebih lagi, karena gw gak diundang sih (hiks, padahal gw kurang inovatip apa coba dengan survey2 gak penting gw!) Anyway, fenomena “kedatangan dewa” pun terjadi. Mereka yang datang ke acara terebut segera meng-live tweet-kan quote-quote “kata-kata bijaksana” dari Mas Steve Wozniak, lengkap dengan hestek #SteveWozID. Dan banyak yang terkagum-kagum dengan pidato Steve  yang dirasakan begitu ‘inspirasional’. Bukan Twitter namanya kalo gak ada yang komentar sarkas soal quote-quote bijaksana ini. Dan kali ini gw melihat ada kebenaran sih di sarkas yang lucu-lucu itu. @VeHandojo misalnya, “Beneran deh, quotes Steve Woz yang berkeliaran di timeline gue sih cuma klise-klise-an doang, ya. Eneg” Kalo diliat, emang sih, beberapa quote Mas Steve ini sebenarnya biasa atau klise banget. Contoh (ini semua diambil dari akun @ReneCC): “Don’t just work for money. Do things that really matter for you” (Hmmm, udah sering denger ini sih. Malah dari masbro Rene Suhardono sendiri kayaknya) “Don’t go out there and ask for money. Create something that works first!” (Hmmm, kalo elu asal minta duit ke orang-orang sih kemungkinan elu diringkus sama aparat ya…) “Speak your mind – at least to yourself” (Actually, most of time nobody listens to my mind except myself….) “All great things take time to develop” (Gw udah sering banget denger ini dari client atau kolega di advertising […]

Read More →

Laporan Survey Jomblo Nasional 2012

Berkat darah, doa, dan keringat seluruh kaum jomblo se-Indonesia, akhirnya usailah Survey Jomblo Nasional 2012 yang dilakukan selama periode 15 Juni malam, sampai penghitungan data pilihan ganda yang diambil 17 Juni malam. Untuk hasil “open-ended”, masih dipilih sampai hari input hari Senin. Jujur, gw kagum sama antusiasme para jomblowan dan wati Indonesia. Sampai saat postingan ini ditulis, tercatat 3,316 survey […]

Read More →

Antara Zodiak, Kemalasan, dan Ketakutan.

Fenomena yg gw gak ngerti sampai sekarang adalah populernya astrologi atau horoskop, khususnya di kalangan terdidik dan profesional. Gw pribadi tidak percaya dengan astrologi, baik sebagai klasifikasi kepribadian, atau untuk membaca masa depan (apa lagi itu!) Sebagai klasifikasi kepribadian, sampai sekarang tidak ada tes ilmiah yang membuktikan bahwa manusia bisa dibagi menjadi 12 jenis kepribadian yang distinct mengikuti penjelasan zodiak (padahal tes ini relatif mudah dilakukan, dengan multivariate psychographic segmentation). Sampai sekarang toh tidak ada bukti nyata tentang 12 jenis pribadi berdasarkan zodiak yang didukung statistik yang solid. Problem gw yang lain dengan astrologi adalah prinsip dasarnya: di mana sekelompok gugus bintang bisa menentukan kepribadian dan masa depan gw. Entah apa penjelasannya bintang jutaan tahun cahaya jaraknya bisa ngurusin hidup gw. Ingat juga bahwa bintang yang kita lihat sekarang sebenarnya sudah “usang”. Cahaya bintang yang kita lihat sudah menempuh jarak jutaan tahun lamanya, jadi bisa saja suatu bintang yang kita lihat sebenarnya sudah lama mati. Tapi ya astrologi memang dibuat oleh orang primitif yang belum mengerti hal2 ini. Jangan lupa, semua rasi bintang dalam zodiak “Capricorn, Libra, Leo, dll”, hanyalah rekaan sekelompok orang dari kebudayaan Babilonia (terus lanjut ke Yunani) yang membuat garis2 penghubung antar beberapa bintang seenak udel, tergantung saat itu mereka lagi mabok cimeng atau anggur. Di kebudayaan2 lain, rasi bintang punya bentuk dan nama yang berbeda. Ya terserah imajinasi mereka yang jaman dulu melihat dan membayangkan gambar2 tersebut. Terus kenapa banyak orang berpendidikan bisa percaya pada astrologi? […]

Read More →

Hasil #SurveyNewsplatter ! Menggemparkan! Menghebohkan!

Okay, titelnya memang rada lebay, tapi penting untuk menarik perhatian. (And it works right? Admit it!) Jadi awalnya adalah pekerjaan kantor yang memerlukan riset. Ketika gw dijelaskan bahwa kolega gw akan menggunakan surveymonkey, sebagai seorang yang penuh rasa ingin tahu, tentunya gw pengen mencoba sendiri seperti apa itu surveymonkey. Karena untuk mencoba sebaiknya tidak tanggung-tanggung, gw putuskan membuat sebuah survey […]

Read More →

Tentang Perubahan Dan Tikus-tikus

Kemarin ketemu temen lama, terus ngobrol2 soal berbagai drama kantor. Inti dari kisahnya: kantor tempat dia bekerja mengalami pergantian manajemen beberapa waktu yang lalu. Dan beberapa ‘orang lama’ terus-terusan mengeluh dan membandingkan dengan masa lalu yang ‘lebih bahagia’. Gw sih jujur merasa kasihan kepada mereka yang terus-terusan mengeluhkan, membandingkan, dan merindukan masa lalu tersebut. Istilah jaman sekarang “susah move on”. […]

Read More →

Job, Profession, dan Sumber Kebahagiaan Alternatif

Kita sering mendengar nasihat untuk mencari pekerjaan yang sesuai dengan passion kita. Dan memang ada logikanya. Pada umumnya pekerjaan/profesi kita mengambil porsi besar dalam hidup kita setiap hari, sekitar 8-10 jam. Banyak yang malah bekerja sampai 12 jam. Dengan banyaknya waktu yang dihabiskan di pekerjaan, wajar kalau idealnya kita melakukan hal yang kita enjoy. Keuntungan dari memiliki pekerjaan yang sesuai passion, minat, dan bakat kita tentunya cukup jelas. Kita bisa berangkat pagi, memulai hari dengan semangat, minimal gak bete. Selain itu, dalam keadaan susah (karena hidup tidak mungkin senang terus), kita tidak cepat menyerah. Gw jadi ingat kata2 mantan bos gw di advertising (Lulut Asmoro dari JWT), waktu gw bertanya apa yang bikin dia tetap semangat, bahkan di usia 40-an lebih. Rahasianya: membedakan antara ‘job’ dan ‘profession’. Job itu profesi besarnya, atau bidangnya (kerja di advertising, marketing, PR, finance, dll), sementara ‘profession’ itu adalah aktivitas sehari2nya, atau job +faktor duit/bisnis. Nah, yang sering ngehek itu elemen2 dalam ‘profession’: temen kantor resek, client nyebelin, dll. Tetapi ‘profession’ yang gak enak jangan sampe dicampur-adukkan dengan ‘job’. Kalau seseorang sebenarnya suka accounting, tapi pekerjaan yang sekarang gak enak, ya jangan terburu2 mengambil kesimpulan bahwa dia tidak cocok dengan ‘job’ accounting. Karena solusinya mungkin di hal2 di luar ‘job’ yang bisa diselesaikan (kalo nggak bisa, ganti kantor). Dan itulah yang membuat mantan bos gw bertahan itu sampai sekarang. Kata2nya dia sendiri “Gw sering sebel sama kejadian2 menyangkut kerjaan sehari2, ada aja masalah2 di advertising. Tetapi […]

Read More →