Skip to content
Advertisements

Jakarta Bukan Ahok, Indonesia Bukan Jakarta

Jakarta bukan Ahok Jakarta bukan Pilkada 2017 Di Jakarta masih ada jutaan orang yang habis waktunya di kemacetan Di Jakarta masih ada banyak orang miskin Di Jakarta masih banyak kejahatan dan rasa tidak aman Di Jakarta masih ada ormas anti Pancasila dan ke-Bhinneka-an dan Indonesia bukan Jakarta Di Indonesia masih banyak daerah yang belum terjangkau listrik dan infrastruktur lain Di Indonesia masih banyak penduduk yang sulit mendapat akses pendidikan dan kesehatan Di Indonesia masih ada masalah ketertinggalan kualitas SDM dari negara2 ASEAN lain Di Indonesia masih banyak yang tidak bisa mendapat asupan protein yang cukup karena daging terlalu mahal Di Indonesia masih lebih banyak konsumen produk negara lain daripada pencipta dan pengekspor produk ke negara lain Di Indonesia masih banyak manusia yang ingin beribadah tapi dicekam ancaman gerudukan, penyegelan, pengusiran, pembakaran, pengeboman Di Indonesia masih banyak perempuan yang dilecehkan, diperkosa, dan masih pula disalahkan atas kekejian yang menimpanya Jakarta bukan Ahok, Indonesia bukan Jakarta Indonesia bukan hanya KAMU, ideologimu, agamamu, sukumu, hobimu, kotamu, partaimu, kandidatmu, delusimu Kalau Jakarta hanya Ahok, dan Indonesia hanya Jakarta – maka Jakarta akan tenggelam bersama, dan Indonesia akan jadi catatan kaki bangsa lain. Advertisements

Read More →

The Alpha Girl’s Journey

Sudah 4 bulan berlalu sejak buku The Alpha Girl’s Guide terbit di awal Desember 2015, dan gw baru sadar gw belom pernah menulis blog post tentang buku ini. Seiring perjalanan buku ini, dan sesudah mendapat banyak input dari pembaca, rasanya sudah saatnya menulis tentang awal mula dan sedikit perjalanan dari buku ini sampai saat ini. The Alpha Girl’s Guide adalah […]

Read More →

Review Awam Samsung Galaxy S7 Edge

Angka keberuntungan ada macem2. Di Indonesia, kayaknya angka 8 dan 9 ya? (Kan ada parpol yang getol banget tuh sama angka 9). Di dunia Barat, kalo gak salah angka 7 dianggap beruntung (karenanya ada istilah “Lucky Seven”). Well, kebetulan sekali di tahun 2016 ini Samsung meluncurkan si kembar tidak identik, Samsung Galaxy S7 dan S7 Edge. Is this truly Samsung’s […]

Read More →

Surat Untuk Kaum LGBT

Kepada kaum LGBT di Indonesia, sesama manusia dan saudara sebangsa. Saya menuliskan ini, karena kepikiran dengan segala pemberitaan, isu, rumor, sampai fitnah yang berkembang akhir-akhir ini menyangkut kamu. Saya pernah membaca, “Privilege is invisible to whose who have it”. Hak istimewa (privilege) tidak terlihat dan dirasakan oleh orang yang memilikinya. Menjadi orang kulit di putih di AS tidak merasakan privilege berkulit putih, karena mereka tidak pernah menjadi kulit hitam atau kuning yang harus menghadapi rasisme. Menjadi pria di dunia korporat mungkin tidak merasakan privilege berpenis, karena mereka tidak pernah menjadi perempuan yang harus menghadapi diskriminasi gender. Menjadi Sarjana mungkin tidak merasakan privilege akses pendidikan tinggi, karena tidak pernah merasakan menjadi mereka yang untuk menyelesaikan SD saja susah sekali. Memiliki orientasi heteroseksual mungkin membuat saya tidak menyadari memiliki privilege itu, karena saya tidak pernah merasakan menjadi minoritas yang memiliki orientasi seks yang berbeda. Tetapi saya tetap memberanikan diri menulis surat ini kepada kamu. Walaupun saya memiliki orientasi seks “mayoritas”, toh saya memiliki etnis dan keyakinan minoritas, dan juga pernah menghadapi kebencian, pelecehan, dan hinaan. Mungkin saya bisa berempati denganmu, walau hanya sedikit. Mungkin. Akhir-akhir ini ada begitu banyak prasangka, kecurigaan, dan kebencian yang beredar terhadapmu. Mungkin sebagian dari kamu kaget, bahkan teman, kolega, atau keluargamu yang kamu pikir selama ini baik kepadamu, bisa tiba2 ikut menyebar postingan WA, FB, atau social media lain yang menggambarkan kamu seolah2 bukan manusia, lebih rendah dari binatang, atau penderita sakit menjijikkan yang harus dijauhi seperti kalau tidak menular. Sebagian besar dari orang yang membencimu, adalah karena […]

Read More →

Melemahnya Spesies Kita: Antikuman, Bully, dan Blokir

Apakah spesies kita, Homo Sapiens, mengalami pelemahan? Dan tragisnya, kemajuan teknologi dan peradaban kita lah yang melemahkan diri kita sendiri. Pikiran ini muncul saat gw pertama kali membaca artikel tentang hubungan meningkatnya penggunaan produk-produk “antikuman” dengan kasus alergi dan asma. Alergi dalam penjelasan sederhananya adalah imunitas yang LEBAY. Misalnya, dalam kasus alergi debu atau serbuk bunga. Debu atau serbuk bunga yang sebenarnya harmless, tidak berbahaya, bagi sebagian orang dianggap musuh besar, sehingga timbul reaksi bersin terus2an. Terus apa hubungannya dengan penggunaan produk2 antikuman, seperti sabun antikuman, tisu antikuman, gel antikuman, dan sejuta produk antikuman lainnya? Para ilmuwan sudah lama mencurigai bahwa meningkatnya kasus alergi di antara anak-anak di negara maju adalah karena meningkatnya penggunaan produk antikuman di rumah tangga. Fenomena ini disebut “The Hygiene Hypothesis”: semakin higienis dan steril tempat anak bertumbuh, maka semakin besar resiko sistem imunitas si anak menjadi lebay, dan akhirnya makin rentan alergi. Sistem imunitas adalah sistem yang “belajar”. Tidak ada manusia yang terlahir dengan sistem imunitas dengan paket antivirus komplit. Sama dengan antivirus komputer, databasenya harus selalu diupgrade, begitu juga seorang manusia membangun database “musuh” secara gradual, sejak kecil. Secara sederhana, Hygiene Hypothesis berkata bahwa lingkungan anak yang terlalu steril membuat sistem imunitasnya tidak “berkenalan” dengan macam-macam mikroorganisme. Produk antikuman membunuh semua jenis mikroba, padahal sebenarnya ada mikroba baik di luar sana yang juga harus dikenal oleh sistem imunitas. Akibatnya, ketika bertemu hal sederhana seperti debu, bulu kucing, atau cowok buaya, sistem imunitasnya literally menjadi NORAK dan bereaksi lebay – dan timbul […]

Read More →

One Week Affair With A Smartwatch (Review Awam Gear S2)

Saya menyukai dunia jam tangan. Sejak kecil saya mengenakan jam tangan. Entah kenapa saya agak terobsesi dengan mengetahui waktu. Mungkin karena sedari kecil saya mempunyai ayah yang sangat terobsesi dengan ketepatan waktu (punctuality). Yang pasti, mungkin sejak SMP saya tidak akan meninggalkan rumah tanpa jam tangan. Dari ketergantungan yang sifatnya fungsional, saat dewasa saya menjadi bertambah minat untuk mendalami berbagai merek […]

Read More →

Why Star Wars (Still) Matters

War[WARNING: MILD SPOILER BELOW] So finally the most anticipated movie of 2015 is finally here. Well, at least, ‘anticipated’ by some. Especially those who grew up with the original trilogy, and even the horrible prequels. I expect that everyone should be as excited as I am to welcome Episode 7: The Force Awakens. So I was initially surprised when many asked me […]

Read More →

Dengan Foto Melawan Perubahan Iklim? #ad

Isu perubahan iklim, siapa yang perduli? Rasanya topik ini ada dalam prioritas terakhir kehidupan kita sehari2. Kita semua punya banyak topik lain untuk dipikirkan: tugas sekolah, kerjaan, pacar, mantan, client, setoran, terorisme, perang, korupsi, dan lain-lain. Siapa yang perduli dengan “perubahan iklim” (climate change), sesuatu yang tidak kita rasakan langsung (walaupun mungkin sudah tapi tidak kita sadari, seperti musim kemarau […]

Read More →

Review Awam Sony Xperia Z5

Okay, kembali lagi dengan review awam @newsplatter. Kali ini gw menerima sebuah unit smartphone Sony Xperia Z5 berwarna gold. Seperti biasa, disclaimer di muka: ini adalah review AWAM, jadi tidak akan teknis banget, dan merupakan review dari perspektif pengguna awam. Kalau ingin tahu detail teknis yang lebih dalam, silahkan cari sendiri ya di situs2 tech seperti GSMarena, Techcrunch, The Verge, […]

Read More →

Laporan Survei Anak Ahensi!

Anak Ahensi. Mereka yang bekerja di industri kreatif dan komunikasi. Mereka bekerja di advertising, digital, event organizer, Public Relations. Tanpa mereka, internet dan social media akan terasa hambar. Mereka lah yang (merasa) meramaikan dan membawa kebahagiaan kepada para netizen. Mereka juga komunitas yang (merasa) paling asik. Tetapi, di balik keriaan dan postingan foto Path penuh senyuman palsu, apakah mereka sungguh […]

Read More →