Skip to content
Advertisements

“We Get The Leader We Deserve”

Dulu gw pernah baca sebuah quote: “In a democracy, people get the leader they deserve” (terj.: dalam sebuah demokrasi, rakyat mendapatkan pemimpin yang memang layak bagi mereka). Karena dalam negara demokrasi, pemimpin dipilih oleh rakyat (dengan asumsi pemilu bersih dan fair). Mungkin kalo bisa gw rephrase, quote tadi bisa dibaca: “In a democracy, the elected leader reflects the people” Jadi […]

Read More →

“Marketingnya Jokowi Payah!”

Sebagai pelaku dunia advertising, namanya iklan dan kampanye merek apa aja pasti dlilihatin dan dibahas. Bahkan iklan Mastin sekalipun, walaupun akibatnya jingle sialan itu nempel di kepala (“KABAR GEMBIRA UNTUK KITA SEMUA…KULIT MANGGIS, KINI ADA EKSTRAKNYAAAA….” Aaaaaaaargghhh!!!) Kampanye capres pun tidak luput dari perhatian gw. Dan salah satu yang bikin gemes adalah kampanye capres Jokowi-JK. Kenapa? Karena menurut gw kampanye […]

Read More →

#Hoverfinger, Si Telunjuk Galau #ad

Jujur, sampe sekarang gw jaraaang banget belanja online. Kecuali untuk transaksi Play Store di Android dan iTunes, praktis gw gak pernah beli barang di website. Penyebabnya sebenarnya gampang: gw beneran masih takut untuk melakukan transaksi online, baik itu dengan transfer cash maupun (apalagi!) kartu kredit. Kalo Play Store dan iTunes lumayan pede mungkin karena jaminan nama besar Google dan Apple ya, selain itu gw lumayan sudah bertransaksi lama dengan mereka tanpa masalah. Lah, kalo urusannya dengan BisaGedeinDanManjangin.com, mana berani gw ngasih nomor kartu kredit? Padahal jujur, banyak barang yang sebenarnya gw gak perlu ngecek fisik, dan cukup ngeliat gambar dan deskripsinya di website. Menurut gw barang2 kayak buku, barang2 elektronik yang “simple” (misalnya power bank) dan barang2 lain yang “pabrikan” dan gak perlu diinspeksi langsung/dicoba (misalnya celana. Karena perut gw moody banget, bisa berubah ukuran 3x sehari…) Apalagi tinggal di Jakarta, di mana jalanan ngehek nan macet ini buang2 waktu aja, apalagi untuk urusan beli barang. Online shopping ya sebenarnya paling logis. Tapi ya itu, gak tau karena faktor umur (ehem!), atau jenis kepribadian yang berhati2 (kan gw Leo. Halah), gw lumayan ragu2 online shopping. Sebenarnya aneh karena gw sudah gak keberatan melakukan online banking, entah itu transfer atau bayar rekening telepon. Tapi ya itu, mungkin karena berurusan dengan “bank” kan jelas ya pihaknya. Kalo macem2 bisa telpon Customer Service atau ngamuk di socmed, biasanya ditanggepin :D. Tapi kalo urusannya dengan situs gak jelas kayak MasukJombloKeluarDinikahkan.com sedikit deg2an. Apalagi udah […]

Read More →

Review Awam Samsung Galaxy Grand 2

Di dalam perang smartphone, berita umumnya didominasi oleh model2 flagship, seperti iPhone 5S, Samsung Galaxy S5, Sony Xperia Z. Tetapi seperti kita, model flagship juga merupakan model ter-MAHAL dari sebuah merek. Di model tersebut spec tertinggi dibenamkan, fitur-fitur inovasi terakhir diperkenalkan, dan design tercantik digunakan. Masalahnya ya itu, harga termahalnya otomatis membuatnya tidak bisa dimiliki banyak orang dengan budget yang terbatas. […]

Read More →

A Frozen Morality from The Winter Soldier

Some movies are interesting to be discussed as a “movie”. Some others are more interesting for the questions they raise. Captain America: The Winter Soldier may seem like another money-making installment from the great Marvel/Disney machine, but look underneath, the movie raises a serious question to both Gen-X and Millenials alike. If anything, the movie’s theme is far from the innocent […]

Read More →

The Raid 2 Review (Spoiler Banget)

Jadi kemaren gw napsu mau nonton The Raid 2. Udah seminggu tayang di bioskop, masak gw gak nonton juga? FOMO nih ceritanya (Fear of Missing Out)! Nah, sesudah 2 jam lebih, gw pengen berbagi pengalaman gw nonton film citarasa blasteran (sutradara bule, pemeran Indonesia dan Jepang) ini. Of course, review ini penuh spoiler. Jadi buat yang ngotot pengen nonton gak […]

Read More →

Memilih, Golput, dan “Jalan Ketiga”

Pemilu legislatif sudah tinggal beberapa hari lagi. Di social media pun ramai memperbincangkan apakah golput atau nggak. Yang pro golput nafsu dan berapi2 menolak memilih. Yang mengajak agar tidak golput pun juga sama napsunya. Pokoknya bulan ini bulan penuh hawa napsu. Loh. Mari kita mendengar argumen untuk golput. Sebagian besar argumen golput adalah skeptisisme terhadap partai, atau bahkan keseluruhan dunia politik di Indonesia. Semua partai dan caleg dianggap kacrut, korup, dan rampok. Jadi what’s the point memilih? Sebaliknya mereka yang mengajak untuk memilih berusaha meyakinkan, masih ada caleg yang baik, masih ada “orang baik” yang bisa dipilih. Bahkan ada yang bernada intimidatif, “Kalo golput gak usah komen soal pemerintah nanti!”. Galak cuuy…. Saya pernah menganalogikan bahwa memilih di antara semua pilihan yang jelek ibarat mau menikah. Kalau semua calon suami jelek, masak memaksakan menikah? Harusnya menikah karena memang bertemu calon yang beneran dianggap oke, iya kan? (Eh maaf kalo analogi ini menyinggung, ada yang berasa. Jeng jeng…) Ketika gw mengutarakan analogi di atas di Twitter, ada jawaban follower yang menarik. Kira2 dia berkata seperti ini: “Analoginya gak pas, mas. Kalau di Pemilu, biarpun kita gak memilih, TETEP AJA KITA DINIKAHKAN” Okeh. Doi bener juga sik. Ahaha aha ha. (Ketawa getir). Di pernikahan pada umumnya, kalau memang kita tidak mau, ya tidak jadi menikah. Di Pemilu, kita nggak mau memilih pun, ya ujung2nya “tetep menikah”, karena toh kita akan hidup di bawah pemerintahan yang baru. (Kecuali kita niat banget hijrah ganti […]

Read More →

Antara Perintah Atasan, Leonidas, dan Nuremberg Principles

Dalam beberapa kesempatan, gw sering bertanya kepada teman/keluarga, apakah punya masalah jika ada pejabat pemerintahan yang tersangkut dengan pelanggaran HAM. Yang menarik, banyak yang menjawab: “Ya nggak apa2. Toh pelanggaran tersebut dilakukan bisa jadi karena taat pada perintah atasan“. Gw jadi mikir soal “taat perintah atasan” ini. Banyak orang yang tampaknya bisa memaklumi pelanggar HAM ketika dibungkus dengan dalih ini. Kita semua mengerti bahwa dalam dunia militer, ketaatan pada atasan adalah fondasi penting. Militer bukan demokrasi. Chain of command harus dijaga. Kalau setiap perintah atasan militer harus dimusyawarahkan terlebih dahulu, bisa keburu dibom sama musuh. Bahkan sejak jaman Sparta gw yakin kejadiannya gak kayak gini: Raja Leonidas pada 299 pendekar Sparta six-pack lainnya: “Eh guys, kita diancem sama Raja Xerxes nih. Baiknya gimana ya bro menghadapi ini?” Pendekar Sparta no. 129: “Das, kita obrolin dulu antar kita2 sambil ngupi2. Ke Sevel dulu kita?” Pendekar Sparna no. 65: “Bentar, kenapa kita gak musyawarah dulu mau ngupi2 di mana?” Kagak kan? Raja Leonidas langsung nendang si utusan Xerxes malang ini ke lobang galian Pemda, dan menyatakan perang: INI SPARTAAAAAA NYEEEETTTT, dan doi langsung didukung pasukan six-packnya tanpa ragu. Itulah rantai komando, yang didasari pada ketaatan akan otorita di atasnya. Jadi bagaimana dengan seorang pejabat/militer yang melakukan pelanggaran HAM karena disuruh atasannya? Apakah berarti dia bisa dimaklumi? Kan dia hanya menjalankan perintah atasan? Gw jadi inget soal Pengadilan Nuremberg (The Nuremberg Trials – artikel Wikipedia di sini). Ini adalah seri pengadilan yang mengadili […]

Read More →

A Letter To My Imaginary Child

I don’t have a child. Not that I don’t want one, but I guess the stork hasn’t gotten the instruction yet. Or it got lost in Riau smoke. God knows. Nevertheless, at my I age I start to feel parental instinct. That I wished I had a child to talk to. Or to write to. To share what I learned so far living. And hence I am writing this letter. This is a letter to my imaginary child. But perhaps, it could speak to other people’s real child too 🙂   A Letter To My (Imaginary) Child   Dear Son/Daughter, Let me start with an apology I am sorry you were not brought into a perfect world Instead, you were born into a place full of suffering, of natural disasters, but worst of all, you will be living among humans full with faults, same as you. But let me assure you, that this imperfect world provides opportunities of little paradises along the way That human kind is given the precious ability to feel Because even though you will feel anger, sad, hate, grieved, despair, betrayed, alone, afraid So too you will feel love, hope, joy, compassion, friendship, and courage You will fall and stumble on your journey. Everybody will. But do not dwell at the bottom and whimper for too long Because believe me when I tell you, Victory may lie at the destination, but true glory is when someone […]

Read More →