Surat Untuk Kaum LGBT

Standard

Kepada kaum LGBT di Indonesia, sesama manusia dan saudara sebangsa.

Saya menuliskan ini, karena kepikiran dengan segala pemberitaan, isu, rumor, sampai fitnah yang berkembang akhir-akhir ini menyangkut kamu.

Saya pernah membaca, “Privilege is invisible to whose who have it”. Hak istimewa (privilege) tidak terlihat dan dirasakan oleh orang yang memilikinya. Menjadi orang kulit di putih di AS tidak merasakan privilege berkulit putih, karena mereka tidak pernah menjadi kulit hitam atau kuning yang harus menghadapi rasisme. Menjadi pria di dunia korporat mungkin tidak merasakan privilege berpenis, karena mereka tidak pernah menjadi perempuan yang harus menghadapi diskriminasi gender. Menjadi Sarjana mungkin tidak merasakan privilege akses pendidikan tinggi, karena tidak pernah merasakan menjadi mereka yang untuk menyelesaikan SD saja susah sekali.

Memiliki orientasi heteroseksual mungkin membuat saya tidak menyadari memiliki privilege itu, karena saya tidak pernah merasakan menjadi minoritas yang memiliki orientasi seks yang berbeda. Tetapi saya tetap memberanikan diri menulis surat ini kepada kamu. Walaupun saya memiliki orientasi seks “mayoritas”, toh saya memiliki etnis dan keyakinan minoritas, dan juga pernah menghadapi kebencian, pelecehan, dan hinaan. Mungkin saya bisa berempati denganmu, walau hanya sedikit. Mungkin.

Akhir-akhir ini ada begitu banyak prasangka, kecurigaan, dan kebencian yang beredar terhadapmu. Mungkin sebagian dari kamu kaget, bahkan teman, kolega, atau keluargamu yang kamu pikir selama ini baik kepadamu, bisa tiba2 ikut menyebar postingan WA, FB, atau social media lain yang menggambarkan kamu seolah2 bukan manusia, lebih rendah dari binatang, atau penderita sakit menjijikkan yang harus dijauhi seperti kalau tidak menular.

Sebagian besar dari orang yang membencimu, adalah karena mereka tidak mengerti. Mereka belum memiliki pengetahuan cukup, dan sifat manusia adalah membenci sesuatu yang tidak mereka mengerti. Tanpa pengetahuan, maka mereka mudah percaya hal-hal tak berdasar. Mereka mengira bahwa orientasi seks adalah sepenuhnya pilihan, layaknya memilih jurusan kuliah (sehingga bisa “ditularkan”), walaupun telah begitu banyak penelitian mengindikasikan orientasi seks sangat ditentukan sejak lahir oleh genetika dan juga struktur otak. Mereka mengira bahwa orientasi seks sebagai pilihan ganda dengan hanya 2 pilihan: hetero atau gay/lesbian, padahal berbagai studi menunjukkan orientasi seks sebagai spektrum dengan beberapa tingkatan. Mereka mengira kamu dan kaummu sibuk menyusun agenda konspirasi untuk menguasai dunia, padahal kamu tidak berbeda dan saya, hanya ingin bersekolah, mencari nafkah, berbakti pada orang tua, dan juga mendapatkan cinta.

Kepada mereka yang membenci karena tidak mengerti, maafkanlah mereka karena mereka tidak mengerti apa yang mereka lakukan. Sabar dan tabah lah. Ratusan tahun yang lalu, manusia mengira ada jenis manusia lain yang layak dijadikan budak. Sekarang perbudakan rasanya sudah hampir musnah sama sekali. Sampai puluhan tahun yang lalu, di beberapa negara, mereka yang berkulit hitam dianggap inferior dan lebih rendah dari yang berkulit putih. Sekarang sudah ada presiden negara adidaya berkulit hitam. Sampai puluhan tahun yang lalu, perempuan dianggap tidak boleh memiliki hak yang sama dengan laki-laki. Sekarang, mulai terlihat kebangkitan perempuan di mana-mana, bahkan bisa menduduki posisi penting di perusahaan dan pemerintahan.

Sejarah menunjukkan spesies manusia bergerak perlahan menjadi lebih bijak, seiring dengan bertambahnya pengetahuan dan pengertian mereka. Perjalanan ini memang tidak mulus, penuh jatuh bangun, bahkan terkadang langkah mundur. Ada sebagian orang yang berusaha ingin memundurkan kebijaksanaan kolektif kita. Tetapi sejarah menunjukkan pemahaman kemanusiaan (humanity) akhirnya bergerak maju dan lebih universal.Di beberapa negara di dunia, pengakuan atas kaum mu sebagai manusia yang sama haknya dengan manusia lain telah terjadi, sesuatu yang tak terbayangkan 100 tahun yang lalu.

Kepada mereka yang membenci kamu karena tidak mengerti, kamu hanya bisa sabar, sambil tetap menunjukkan bahwa apa yang mereka takutkan dan tuduhkan tanpa alasan itu sebenarnya tidak benar. Sayangi mereka anyway, dan berharap lambat laun mereka melihat kamu sebagai manusia juga. Tunjukkan bahwa kamu sama dengan saya, manusia biasa. Kita berdarah sama merah, kita tertawa sama lantang, dan kita menangis sama air matanya.

Pastinya tidak akan terjadi dalam semalam. But have some faith, that mankind will become wiser.

Tetapi ada jenis orang lain yang berbeda dari yang di atas, mereka yang membencimu karena kebencian itu memberikan keuntungan bagi mereka.

Mereka yang mengobarkan kebencian kepadamu, karena itu membuat mereka populer.

Mereka yang mengobarkan kebencian kepadamu, karena itu membuat jubah agama mereka terlihat lebih suci, menyembunyikan hitamnya hati mereka.

Mereka yang mengobarkan kebencian kepadamu, karena itu membuat partai politik mereka lebih menarik merebut suara pemilih.

Mereka yang mengobarkan kebencian kepadamu, karena mereka perlu kambing hitam untuk semua masalah hidup mereka sendiri. Bagaikan Adolf Hitler dahulu menyalahkan semua masalah Jerman kepada kaum Yahudi.

Mereka yang mengobarkan kebencian kepadamu, karena mereka iri dan dengki dengan prestasi, pencapaian, dan kebahagiaanmu, dan mereka akan mencari alasan apapun untuk merampok kamu dari semua itu.

Orang-orang inilah serigala paling kejam, dengan mulut berbusa penuh kekejaman dan kejahatan. Mereka sebenarnya tidak peduli dengan orientasi seks kamu, tetapi mereka membutuhkan kamu sebagai sarana untuk memenuhi nafsu popularitas, ketenaran, kekuasaan, kemunafikan, dan kedengkian mereka. Mereka membenci bukan karena tidak mengerti, tetapi mereka membenci karena itu menguntungkan mereka.

Kepada orang-orang ini, waspadalah. Karena darah manusia lain pun tercium harum di hidung mereka selama itu menguntungkan mereka. Kita hanya bisa berharap, jumlah mereka hanya sedikit dan pengaruh mereka terbatas. Dan pemimpin-pemimpin kita diberi petunjuk untuk mengalahkan kaum buas ini.

Beberapa dari mereka akan mengusung kata “dosa” untuk mengipasi api kebencian. Karena “dosa” dan “agama” seringkali dijadikan barang dagangan yang cepat laku, dengan pembeli yang mau ditipu orang-orang tak bertanggung-jawab. Bagi saya, dosa atau tidak, adalah urusan individu, antara kamu dan Tuhanmu. Saya sebagai manusia tidak boleh mengambil peran Tuhan, satu-satunya hakim yang bisa menentukan seseorang berdosa atau tidak, masuk surga atau neraka. Saya juga terdakwa di mata Tuhan, jadi bagaimana saya bisa menjadi hakim juga?

Saya bukan Tuhan, saya manusia. Dan kewajiban saya sebagai manusia adalah memperlakukan sesama manusia sebagai, well, “manusia”. Tidak lebih, tidak kurang, tanpa memandang ras, suku, agama, orientasi seks. Itu lah mengapa saya menerimamu sebagai manusia. Saya menerimamu sebagai guru, sebagai kolega, sebagai teman, sebagai dokter, sebagai client, sebagai artis, sebagai pemilik toko, dan sebagai apapun peran yang saya akan temui – karena kamu adalah manusia. Titik.

Dan jika saya mempunyai anak, itu juga yang akan saya tekankan kepada dia. Perlakukan manusia sebagai manusia, jangan bedakan gender, suku, ras, agama, dan orientasi seks-nya. Saya hanya bisa bermimpi, anak dan cucu saya bisa besar di dunia di mana dia tidak perlu lagi penekanan itu.

Someday, when mankind is wiser.

Salam kemanusiaan,

HM

Advertisements

276 responses »

      • I don’t judge them. They are not going to give their account to me at the end of the day. I just disagree with their preference. I believe it is not right and i stand my ground for that. I have LGBT friends whose sincere hearts are the most amazing i ever encountered and i love them for that. As much as they are being true friends and being honest to me i am also honest to them and how i hope they will one day leave their preference. But another more important thing which i also stand my ground for is to love them. To love someone doesn’t mean we have to agree with them all the time. We all know this.

  1. Salut pada Om Manampiring, yang mengambil resiko menulis artikel ini, I understand that it’s never easy to write things like this, only the most wise man could do this, so thank you for this article

      • saya paham bahwa resiko yang om piring ambil sangat besar,

        you know ; people only read what they WANT to, not for the content of your article,

        jadi artikel yang sangat bagus dan sangat netral ini pun pastinya akan terus menuai badai cemoh,

        so have patience for them,
        don’t debate with them since you know it’s useless

        and thank you again

    • Oleh karena “at the end of the day kita semua hanya manusia, makanya kita hidup yg sewajarnya aja. Apa yg dianggap benar oleh manusia, selama itu bertentangan dengan agama, maka itu salah. Hukum agama adalah hukum yg tertinggi. Semoga bisa membuka benak dan hati.

  2. Om, kita gak benci orangnya, tapi kita benci kondisinya. LGBT itu jelas suatu dosa. Adam diciptakan untuk hawa, begitupun sebaliknya. Kami menjunjung agama bukan untuk dijual, tapi kewajiban bagi yang mengetahui untuk membela agamanya. Dan LGBT bukan hanya urusan pribadi dengan tuhannya, tapi juga dengan lingkungan sosialnya. Ini bukan masalah minoritas atau mayoritas, toleransi, atau hak asasi. Sudah jelas salah dalam agama, maka tidak perlu ditoleransi. Buat apa mementingkan toleransi dengan manusia kalau harus menghancurkan toleransi dengan Tuhan? Dan saya rasa gak perlu menjadikan hak asasi sebagai alasan. Mau hak asasi kok penyakit? Seseorang pernah mengajarkan bahwa apapun yang kamu pelajari atau dapatkan, rujuklah kembali ke kitabmu. Dan kalau anaknya om sendiri nanti yang jadi bagian dari LGBT, gimana perasaan om?

    • Saya malas berdebat dengan orang yang sudah menutup hati dan pikiran. Tapi saya akan jawab pertanyaan terakhir:

      Jika anak saya seorang gay? Saya akan peluk dia dengan bangga, jika dia menjadi orang yang cerdas, rajin, dan jujur. Saya akan membanggakan dirinya ke orang2, dan tidak perlu malu.
      Karena anak saya manusia seutuhnya, dan tidak sedikitpun dia lebih rendah hanya karena dia LGBT.

      Sebaliknya, kalau saya punya anak straight, tapi mulutnya jahat, tukang fitnah, menganiaya orang yang lemah/minoritas, membawa2 agama untuk membenci orang, korupsi, anak seperti itu mungkin saya USIR dari rumah.

      Anak gay bisa baik dan berguna, anak straight bisa jadi agen neraka. Gampang kan?

      • Masalahnya bang, gay itu, mau baik mau nggak, udah termasuk agen neraka. Gaada agama yg menghalalkan gay. Saya gasuka nyinggung agama dan ayo kita berpikir secara terbuka aja ya.
        Saya menolak menganiaya gay karna saya manusia. Saya menolak melegalkan gay karna saya beragama. Di dunia ini pun, menjadi orang beragama itu lebih penting daripada bertoleransi atas segala hal yg ada di tentang publik. Toh gaada salahnya beragama dan mengikuti ajaran agama. Agama kan kebenaran yg hakiki.
        Benar memang dosa itu urusan msg2 ke Tuhan, akan tetapi yg namanya azab Tuhan itu, ga cuma menimpa satu individu bang, azab Tuhan itu menimpa bisa menimpa satu kaum, sementara kalau kita bermasa bodoh dengan kaum lgbt, kita juga bakal kena azab bang. Kalo saya sih takut hehe.
        Saya ga emphasize kaum lgbt buat dibinasakan, saya juga punya temen gay lesbian dll. Saya cuma mau bilang kalo kita semakin menerima mereka, kita akan semakin jauh dengan agama. Terimalah mereka dengan sewajarnya. Ada batas dimana kamh harus mentoleransi sesuatu atau tidak. Ada batas dimana kita mmg harus menerima bahwa mereka berbeda. Ada batas dimana bahwa kita harus tau bahwa agama itu bukan cuma buat kamu dan kamu saja. Agama itu buat kamu dan orang yg kamu sayang. Ingat kasus nabi luth a.s.? Sodom gomorah? Mereka itu di azab loh. Apakah kita mau kena azab juga?

        *ps. Salut buat abang yang nulis. Need a lot of courage to write this stuff. Semangat bang!

      • Biar tidak jadi perdebatan, kayaknya kita semua sepakat mari bantu sembuhkan LGBT supaya bisa kembali ke fitrah asalnya, kembali menjadi manusia yg normal

      • The best!!!! At the end… We are human, masalah masuk surga dan masuk neraka bukan urusan orang orang yang sok tau agama itu😄

      • Jawabannya bagus banget… Banyak hetero fanatik beragama justru hatinya jahat dan otaknya ngga bekerja sempurna, tapi berasa paling suci, paling bener, dan berasa sudah jadi Tuhan menentukan mana yang dosa, mana yang benar… Kitab suci ditulis manusia…. Dan manusia tetep bisa salah.

      • Asik saya seorang lesbian, dia jujur ke keluarga dan hasilnya adalah, cinta dan sayang kami tidak Ber kurang sedikit pun, malah Ber tambah. Kami peluk, lebih kami sayangi. Kami sekeluarga percaya itu sangat berdosa, makanya yg bisa kami lakukan hanya berdoa pada Tuhan agar dia bisa jadi lebih baik. Kami sayang dia, cintai dia, tapi tidak pernah mendukung Apalagi bangga dengan ke-lesbian dia dan dia paham itu.

      • Sebenernya pertanyaan pengandaian kaya begitu tuh yang bikin gue bertanya2, trus kenapa? urusannya apa sama situ? Hahaha.

        Urusan masuk surga atau neraka itu udah jadi hak prerogatif Tuhan YME lah ya untuk menentukan. Tapi untuk masalah adzab2an, deuh, apa orang pikir adzab itu hanya turun dengan dipicu oleh LGBT SAJA? trus para heteroseksual yang berzina? tek dung terus anaknya dibuang2 di kali? korupsi? pemimpin yang keji, hukum yang diperjualbelikan, fitnah, dll, kaga diitung dosa apa? Ini cocok dengan pernyataan yang Bang Henry tulis: “Mereka yang mengobarkan kebencian kepadamu, karena itu membuat jubah agama mereka terlihat lebih suci, menyembunyikan hitamnya hati mereka.” YA! Hitamnya dunia maksiat kaum hetero terkubur tak terendus karena kebencian dan stigma yang digaung2kan dan dipakai untuk menyudutkan LGBT.

        Terus, komentar sebelumnya yang menyatakan “Saya cuma mau bilang kalo kita semakin menerima mereka, kita akan semakin jauh dengan agama.” kayaknya yang ngomong nggak bergaul dengan LGBT sampai pada tahap ngobrolin religi dan spiritualitas. Sebenarnya, perilaku mengucilkan dan menajis2kan LGBT lah yang membuat LGBT jauh dari Tuhan karena ketika masyarakat membencinya atas nama agama, mereka merasa Tuhan juga membencinya. Bahkan ada keinginan mereka untuk bunuh diri aja karena keseringan dibully dan ditekan. Buktinya sahabat gue seorang gay dan seorang cewek Bi, dan beberapa teman2 LGBT yang beruntung ada di lingkungan yang nggak membully mereka/menakut2i mereka dengan neraka dan ngebiarin mereka menjalani idup dgn perenungan masing2, mereka tetep ke masjid, ke gereja, pengajian, kebaktian, dan beraktivitas keagamaan (ya walau ada yang mencemooh). Syukurlah mereka punya prinsip: cuma Tuhan yang maha tahu dan maha menilai.

      • Neraka dan surga is a myth (mitos). Kalau itu benar adanya pun bukan manusia yg memutus kan siapa yg akan masuk atau keluar surga atau pun neraka. Kaum LGBT adalah manusia biasa seperti kita semua. Tidak perlu di takuti. Pengaruh lingkungan itu tergantung kita sendiri, akan mau jadi apa kita. Marilah kita tidak perlu menegang kan diri dengan masalah perbedaan, perbedaan itu akan tetep ada. Di negara kita semakin kesini semakin tegang2 orang nya dan menandakan kurang nya keharmonisan dan hidup yang tidak bahagia. We love peace. Mari kita belajar bersama saling menyayangi sesama, kita semua bersaudara. Mari kita lakukan kebaikan bersama saat ini di kehidupan yg jelas adanya NYATA saat ini karena setelah kematian belum tentu ada kehidupan lg.

      • Well said!
        Kalau anak saya atau cucu saya keluar sebagai LGBT, saya akan bangga sekali sama mereka, karena mereka udah berani jujur didepan yang lain. Saya akan cinta mereka dengan penuh hati dan bilang terima kasih kepada tuhan yang memberikan anak sebaik itu kepada saya.

      • @ azka gak ada agama yang menghalal kan ber bohong, gak ada agama yang ngajari untuk menghakimi sesama.

      • I like this statement. So stuning. Thanks mas Hennry Manampiring. I agree with you. Salut.

    • Hubungannya dengan lingkungan sosial apa, ya? LGBT mencari pasangan sesama LGBT, nggak mengganggu heteroseksual. Ini yang saya bingung. Apa sih yang orang-orang ini khawatirkan? Pertama, jelas, mereka nggak menghargai kebenaran orang lain. Setiap orang memiliki keyakinan masing-masing, dan tetap saja mereka harus memaksakan bahwa agama mereka paling benar, jadi LGBT tetap harus dibasmi. Pakai alasan “Nggak benci orangnya, tapi benci kondisinya”. Saya ketawa sampe guling-guling di dalam sumur. Apa urusannya ke-LGBT-an mereka dengan anda? Anda menghargai karya mereka, prestasi mereka, kontribusi mereka di lingkungan, dedikasi mereka kepada masyarakat, lalu karena mereka LGBT mendadak benci kepada kondisinya? Siapa anda ngurus-ngurusin orientasi seksual mereka? Mereka kan nggak sedang memperkosa anda. So, khawatir karena apa, nih? Banyak tokoh LGBT memberikan kontribusi yang sangat-sangat positif kepada lingkungan sosial. Bahkan pada perkembangan teknologi. Bahkan pada perdamaian. Masih menjadi kesalahankah “kondisi” mereka?

      Tapi bener kata yang punya blog, sih. Orang kayak Sisil mah udah menutup hati dan pikirannya untuk LGBT. Bakalan percuma juga saya cuap-cuap. Hahaha. Persis seperti yang ditulis di atas. Udah dibeli oleh mereka yang menjual agama secara praktis, tanpa pendalaman ilmu agama yang lebih dalam, yang penting terasa “benar” di mata agama, jadi mereka mati-matian “membela agama”. (Padahal LGBT juga nggak nyerang agama apa pun, kenapa harus dibela, ya?)

      Dear Sisil, kembalilah ke kitabmu. Lebih dalam. Bukan di permukaan. Pahami historisnya. Pahami mengapa semua ayat dalam kitab itu lahir.

      • Siapa bilang LGBT cuma ngincer LGBT?

        Dulu fotografer gue untuk foto prewed gue di singapur, hampir diperkosa sama makeup man di kamar hotel. Udah kebuka sampe paha, celana dalemnya. Dia kebangun dan langsung nampar si makeup man. Padahal tidurnya bertiga sama adik ipar gue. Si makeup man kenal malah sama calon istri fotografer gue dan dia (make up) punya istri. Ibunya (makeup) temen ngaji nyokap gue di Meruya. Dia mohon2 sama nyokap gue jangan diaduin ke nyokapnya kalo dia itu “belok”.

        Terus anak buah (kuli) bokap mertua gue, disekep juga sama anak seorang pengusaha raksasa di Indonesia. Kalo gue sebut nama perusahaannya pasti pada tau. Tapi jangan disebut, entar gue berurusan sama yang berwajib.

        Dia lagi renovasi studio di rumah itu, tiba2 si pelaku masuk. Pintu dikunci dari dalem, terus dia pojokin kuli bokap gue dan minta dia mau jadi pacarnya. Sampe setengah telanjang ditelanjanginnya si kuli. Padahal…. Si pelaku ini gagah, tegap, ganteng tapi ngincer juga tuh kuli bokap mertua gue yang item, dekil.

        Jadi… Gimana lo bisa nyimpulin LGBT cuma incer LGBT? Perlu penjelasan lagi? Ada… Yang ngomong temen kerja gue juga. Homo paten. Dia kasih tau gimana Gay/Homo mengincer laki meskipun dia normal.

        Gue sih berteman baik sama temen2 gue yang “belok” itu. Dan gue prinsipnya Lo Lo, Gue Gue. Asal tau batasannya. Tapi.. Gue mau kasih tau aja ke lo yang negasin kalo LGBT CUMA INCER LGBT itu….. GAK juga ternyata.

      • Setuju mario.
        Saya juga bingung dengan komentator sebelumnya.

        Intinya, jikalau anda ada dipihak mereka, PIKIRKAN dengan BAIK-BAIK. Jangan langsung men-judge orang.
        Saudara2 kita yg lgbt pun juga TIDAK PERNAH MEMILIH untuk dilahirkan dalam kondisi seperti ini.

        Be respect to each other !

      • Setuju sama dinda. Justru kaum homoseks lah yg harusnya menuntut kaum heteroseks atas banyaknya kasus kriminal seksual entah itu pemerkosaan, pencabulan, kekerasan asmara, pedofil, dll. Bahkan hal ini pula yg menjadi dasar mengapa toilet itu dipisah antara wanita dan pria.

        Bedakan antara orientasi seksual dgn perilaku seksual. Kalo kamu punya temen LGBT tapi kelakuannya minus itu artinya memang kamu kurang banyak punya temen LGBT saja (atau kamu tdk tau kalau org tsb seorang LGBT) shg tdk bisa melakukan studi kasus.

      • Buat mas Vlad. Itu namanya udah pelecehan seksual mas. Pisahkan tindakan dengan orientasi seksual. yang namanya pelecehan seksual, mau pelakunya homoseksual atau heteroseksual, ya pelecehan aja. kriminal, bila tidak ada consent dari dua belah pihak. let’s put things into perspective aja. kaum LGBTQ juga manusia, mungkin banget bikin salah. tentunya tidak bisa dibenarkan, seperti juga pria pelaku pelaku pelecehan seksual pada perempuan nggak bisa dibenarkan. tapi ya nggak bisa pukul rata kan?
        kasus pelecehan seksual jauh lebih banyak dilakukan pria heteroseksual ke wanita. terus kalo mau digeneralisasi, apa perlu kita mikir semua pria brengsek tukang perkosa perempuan? terus sekarang karena perlakuannya dari pria ke pria, jadi lebih salah gitu? welcome to the world of women, mas. that’s how a lot of men treated women. nggak enak, kan?

    • Tidak ada pembenaran atas suatu kesalahan dan kesesatan jika konteksnya itu Agama. namun saya sangat setuju dengan tulisan ini sebagai sesama manusia, karena agamamu adalah agamamu dan agamaku adalah agamaku, meningatkan wajib namun tidak dengan menghakimi.

      terima kasih

    • Sy kembalikan pertanyaanmu kalo anakmu menjadi LGBT gmn, Dimana lgbt itu mmg uda dari lahir karena faktor genetik dan hormon. Trus mau disuruh gmn?
      Kalo seandainya kamu dr lahir uda LGBT, pingin tahu apakah kamu masih bisa berkata seperti itu?

      • Saya balikin lagi juga tanya ke mas, kalo anakmu LGBT apa yang kamu lakukan?
        They are ur goddamn child. Mereka ga minta kamu bawa ke dunia ini, dan kalo kamu sampe membenci mereka karena mereka LGBT dosamu berjuta kali lipat anakmu yang kamu anggap pendosa. Camkan tu. Berjuta kali lipat.

    • Sengat menginspirasi sekali tulisannya bang!
      Keep forward!!!!

      NB : Adam diciptakan tidak hanya untuk hawa saja masih ada marwah, hazanah,siti. Kan boleh kawin sampe 4. Hehehe

    • Saya seorang yg “normal” dengan wawasan terbatas. Saya mempunyai banyak teman dari kalangan LGBT, tidak sedikitpun dari pikiran saya ada kata kata jijik maupun dengki kepada mereka. Mereka sahabat saya dan berperilaku baik dikalangan perkerjaan dll. Mereka juga manusia yang menjunjung tinggi cinta. Didefenisikan cinta itu tanpa batas dan tidak memandang segala pihak.

      Jika generasi saya lahir dan termasuk dlm LGBT, apa yang perlu dikhawatirkan? Saya akan mengajarkannya agama dari sisi yang baik, meskipun dalam agama tidak wajar LGBT tersebut tp saya yakin agama selalu mengajarkan kebaikan. Dan saya yakin jika LGBT yg berprestasi dan bisa membuahkan sesuatu yang positif akan berguna bagi orang disekitar dan akan indah dimata orang lain. Gender cuma sebatas label. Pria dan wanita adalah sama. Tp saya yakin Tuhan itu baik.

    • @Sisil kalau seandainya anakmu sendiri yang terlahir menjadi LGBT, akankah anakmu kamu buang atau kamu bunuh karena menurutmu itu dosa??

    • Dosa urusan Tuhan. Kalau memang Tuhan Maha Kuasa dan melarang LGBT sesuai apapun kitab-Nya itu, Dia nggak akan ciptakan kondisi LGBT dari awal.
      Lagipula, bukankah Tuhan nggak butuh bantuan manusia lainnya untuk menghilangkan LGBT? Kalau Tuhan ternyata butuh bantuan, nggak usah ngaku “Maha Kuasa”.

    • Saya sudah kelainan sejak kecil. Kondisi ini saya pendam sampai dewasa. Dari hati saya tidak ingin menjadi seperti ini.. saya ingin sekali berubah tapi tetap tidak bisa. Rasanya sakit sekali menjadi seperti ini, malu dan hina. Saya ingin hidup normal, ingin bahagia seperti mereka yang telah dilahirkan normal. Karena kehidupan seperti ini sangatlah menakutkan. Saya sadar akan keadaan ini, dan saya adalah orang beragama jadi saya pun akan terus bersabar dan mencegah hal-hal yang tidak baik karena kondisi ini adalah ujian berat buat saya dan pasti ada hikmahnya. Terima kasih

      • Mymine… Janganlah takut untuk menjadi dirimu sendiri dan tidak perlu merasa tidak normal. Kalau ada yg mengucilkan karena km berbeda tetep angkat dagu dan tersenyumlah dan tunjukan kalau dirimu bahagia karna menjadi diri sendiri. Tidak perkecil hati. Kata tidak Normal itu belum tentu negative artinya, kdg2 disebut tidak normal karena tidak banyak adanya menjadi kan yg lbh banyak keliatan normal. Be strong and happy dan makklumi serta maaf kan mereka yg sudah ngejudge mental km. Salam.

    • Lho kalau bicara dosa, dosa itu ada banyak macemnya! Tapi diksriminasi kepada LGBT yg seakan-akan dibesarkan dan dianggap paling hina. Mencuri dan membunuh itu dosa, bahkan membunuh termasuk dosa besar, tapi kenapa seorang pencuri lebih bisa “dimaafkan” dosanya oleh orang lain? Apa karena tidak menular? Jangan double standart dong! Kalo mau menghakimi orang pendosa ya semuanya harus rata dan adil. Termasuk anda ini juga seorang pendosa, orang lain berhak menghina dan mendiskriminasi anda juga. Anda mau?

    • Kalo km org LGBT, bagaimana perasaan km di perlakukan dengan ucapan km? Dosa apa terhadap km secara pribadi? Kamu tuhan? Mau menghakimi orang lain? Sudah layak kah kamu di mata tuhan? Kalo km menjawab ya, tetap km tidak berhak mengambil alih hak yg maha kuasa menghakimi orang orang LGBT. Baca baik baik maksud HM. Baca baik baik.

    • Hi sisil…saya seorang gay, saya mau tanya emangnya diri km itu udah bener? Skrng gak usahlah mengurusi urusan orang apalagi LGBT, saya garis bawahi ya LGBT itu bukan penyakit ya…yg penyakit adalah diri km sendiri yg membuat pikiran km jd benci dan jelek…katanya beragama? Emang ada di agama manapun untuk membenci, menghina dan membunuh????? Skrng intinya hidup mati itu urusan manusia dgn yg diatas bukan urusan kamu jd lebih baik intropeksi diri anda dan jgn suka memutar kata…skrng saya balikin ke anda gimana kalau anak anda atau pasangan anda gay? Mau dibunuh??????

      Sekian dan terima kaih

      • Simple kak. Kakak tanya apakah diagama diajari membenci? Saya tanya apakah diagama kakak diajari untuk menjadi LGBT?

    • Saya jadi ingin tahu, apa yang akan dilakukan oleh Sisil ya,, seandainya dia punya anak gay/lesbian..?
      Oh ya Sil, saya gay, dan saya berprestasi, saya seorang sarjana ekonomi, dan saya sudah 15 tahun jadi karyawan bank,,
      Dan satu hal yg saya pertahankan : saya tidak menganut freesex, tidak kriminal, tidak paedophil, tidak pernah mencuri hak orang lain, tidak korupsi!
      Hanya satu hal yg mungkin menjadi penyebab kebencian anda, yaitu : hati saya tidak bisa mencintai wanita..

    • Mengasihi orgnya tapi benci dosanya sounds biblical tapi gak sama sekali kalau kasih ya kasih tanpa syarat, org suka benci org yang dosanya beda dgn kita, krn gue normal bakal benci banget sama yg kita anggep gak normal.bakal benci dan jijik padahal gua punya dosa lainnya juga …gua dulu penghakim juga tapi setelah baca quotenya mother teresa gua berubah, just love them,, let them meet God

    • Klw udh bw agama sih itu udh urusan gw sama tuhan!! semoga saja anda gak pernah buat dosa!! tpi itu sih masalah anda dan tuhan anda!! Saya tida patut utk menghakimi itu!! kalau saya ini bagian dari LGBT emng anda mau apain saya?? trus anda bisa apa?? masalah orientasi sex ini tidak akan bsa dirubah!! sama halnya jika anda harus dipaksa menjd penyuka sesama jenis!! pasti gak bisa kan?? Klw anda bsa menjadi seperti kami? mungkin kami bisa menjdi seperti anda!! sok dicoba mas bisa ga?.. Tar klw udh bisa kabarin aja!!

    • Hidup adalah pilihan maka respect pilihan orang lain dan kondisi mereka adalah tanggung jawab mereka sendiri. Kalau bisa mari belajar bersama untuk tidak mengucapkan kata BENCI apalagi dengan sesama umat cuma karena perbedaan. Bagi Kaum yg taat pada ajaran akan berbeda dengan pendapat yg cenderung percaya dengan science. Kita bebas untuk mempercayai apa yg kita percaya. Marilah kita bangun keharmonisan di antara perbedaan. Karena sesungguhnya perbedaan itu indah. Semoga kita semua diberkahi. GBU all.

    • Trimakasih bapak Henry buat article dan Jasa nya. Membuat orang lain mengerti itu tidak lah mudah, apalagi mengenai topik yg sangat heavy seperti yg bapak tulis. Saya langsung ngefuns! Minta ijin share Jasa nya Bpk. Henry. God bless

    • Anda tdk mngrti mbak sisil apa yg kita alami… Ya hak2 anda berpendapat…
      Semua teori jg sdh blg kaum lgbt bgini bgitu..
      Tapi anda tdak tw bgaimana seseorang bsa mnyimpang dari orentasi seksualnya…
      Smua org jg tdak mw dilahirkan sbg org sperti ini… Ada alasannya knp org bsa mngambil pilihan menjadi lgbt..
      Bersyukurlah anda dilahirkan dgn orientasi seksual yg tidak menyimpang… Sbaliknya jika itu sampai terjadi pada diri anda sendri bgaimana?? Pasti anda akan dihadapkan dgn pilihan serba salah..ikuti kata hati atw ikuti aturan sosial dan agama?
      Sblumnya sy minta maaf.. Sy hargai pndapat anda 🙂

    • apa sih itu dosa?? apakah dosa cuma lgbt, ber bohong adalah dosa, menghakimi seperti yang ada lakukan ini adalah dosa, siapapun di bumi ini pada akhirnya kita mati pasti bawa dosa, dan dimata tuhan dosa adlah maut mau besar atau pun mau kecil. agama turun dimuka bumi bertujuan agar manusia bisa berdamai satu dengan yang lain ingat 10 perintah tuhan 7 diantaranya adalah untuk hubungan sesama manusia, di nasrani ada sebuah doa yang berbunyi ampunilah kami seperti kami mengampuni, yang artinya di akhirat nanti kita akan dihakimi seperti kita menghakimi orang lain, dan anda akan di hakimin seperti perkataan anda diatas. jangan sampe di akhirat udah PD banget masuk surga ternyata masuk neraka

    • @Azka “Tuhan itu, ga cuma menimpa satu individu bang, azab Tuhan itu menimpa bisa menimpa satu kaum.”

      Congrats, you gave God a bad name. Dengan kamu menulis ini, kesannya Tuhan itu ga ada rasa maaf dan tugasnya hanya bisa menghukum orang-orang saja.

  3. Why am I reading this? I’m not even a member of the LGBT community. But…… thank you for speaking up, Sir 🙂 It is sad that in Indonesia the safest place to be gay is still in the closet.

  4. Semoga tulisan om ini bisa membuat orang lebih mengerti dan tidak membenci satu sama lain lagi. Saya mengerti jika ada orang-orang yang tidak mendukung LGBT. Sama halnya seperti saya mengakui agama saya yang benar bukan agama lainnya tapi bukan berarti saya harus membenci orang dengan keyakinan yang berbeda dengan saya karena alasan saya takut ditulari, saya takut berpindah keyakinan. Saya mengerti jika banyal orangtua yang ketakutan anak mereka ‘tidak normal’ ya menurut mereka homosexual tidak normal. Yang saya tidak terima adalah begitu banyak hinaan, hujatan terhadap LGBT mereka yang membenci mungkin tidak akan mengerti sebelum mereka merasakan sendiri. Saya sendiri tidak mendukung jika ada legal marriage untuk LGBT tapi saya tidak mau memusuhi mereka.
    Semoga dengan tulisan om ini semakin banyak orang yang sadar bahwa lgbt bukanlah musuh dan tidak perlu saling memaki untuk mengungkapkan pendapat.
    Terima kasih om Henry atas tulisan yang menginspirasi ini.

    • Mbk kinan
      Ambil point bagus…
      Byk agama
      Dan banyak jg interaksi antar umat ber agama..
      Apa ia gara2 brtmn sm beda agama jd ikut2an pindah agama…
      Pdhl kadang
      Si pembuat gadget canggih yang kita pakai bukan seiman..tapi masih kita pakai…
      Apakah kita harus ikut se agama sm si pencipta gadget yang kita gunakan?
      Kembali ke iman masing2..
      Mau tmn lo homo lesbi bencong…
      Klo mau jadi laki normal ya jadi laki normal..
      Yang normal mau diperkosa bencong…
      Ya tonjok..
      Laporin polisi…
      Se simple itu hrsnya…
      Bkn berarti ada tmn kantor homo
      Dan ikut2an jadi homo
      Pnya bawahan lesbi trs ketularan jadi lesbi..
      Ya kali…..
      Kembali ke dirimasing2…. Kayanya
      Kuatkan iman masing2…
      Klo mau ngomongin dosa…
      Kembali ke adam dan hawa…
      Kenapa bisa melakukan dosa besar dan diturunkan di bumi???
      Karena manusia gak jauh dari dosa…
      Lantas yang normal apa mereka suci dan gak ngelakuin hal dosa?????
      Klo dijabarin bsa kaga kelar2 .

  5. Sebagai salah satu akun dengan followers yang banyak banget di socmed, om bisa aja bungkam gak komentar apa2 soal LGBT (biar gak kehilangan followers), tapi om malah bikin postingan ini di blog.

    Om Pir……… I just wanna let you know that you have one beautiful soul.

  6. terima kasih banyak om piring yg telah menulis tulisan ini yg ud berani take a risk. sbg seorang gay, i really appreciate every support for people like us, since we never choose to be gay.

    mgkn org2 byk yg ga percaya tp ya begitulah adanya. kalo sy tdk bsa ereksi ketika lihat wanita dlm keadaan *maaf* telanjang, itu di luar kehendak sy. kalo sy tiba2 ereksi ketika melihat cowo klimis dgn baju slim fit dan sepatu oxford, itu jg d luar kehendak sy.

    sekali lg sy mengucapkan terima kasih yg mendalam utk support dr tmn2 hetero yg berani mengambil risiko utk mendukung org2 seperti kami.

    semoga dunia ini ke depan makin damai dan dijauhkan dari kebencian2 sesama manusia. 🙂

  7. Terima kasih karena masih ada orang kelompok mayoritas peduli minoritas. Saya akan selalu berdo’a semoga orang2 seperti anda semakin banyak.
    Sekali Lagi Terima kasih banyak. 🙂

  8. Meminjam kata2 bijak dari Mahatma gandhi..
    JIKA MATA DI BALAS DENGAN MATA MAKA DUNIA AKAN BUTA…
    Tulisan yg smart sangat berani dan humanis di atas semoga membuat Dunia ini jauh lbh indah dan toleran….

    Terimakasih telah memberi kesempatan kepada saya untuk bisa membaca tulisan yg BIJAK DAN SMART ini
    GBU…..

  9. Di agama saya, LGBT adalah sesuatu yang sangat di larang karena menyalahi kodrat dari Tuhan serta menimbulkan keburukan dan bibit penyakit yang berbahaya. Saya sebagai orang beragama yang lebih takut kepada Tuhan akan berusaha agar saudara saya tidak tersesat dalam lingkaran setan yang mengatas namakan hak asasi manusia, bukan malah mendukungnya. LGBT itu penyakit, harus disembuhkan bukannya di biarkan. Saya sungguh ga habis pikir sama orang-orang yang membela kaum ini, tidak takutkah kalian jika saudara kalian terkena penyakit menular dan hal-hal buruk lainya yang sudah jelas-jelas rentan di alami orang-orang dengan orientasi seksualnya yang salah ini. Tidak takutkah kalian jika ternyata yang akhirnya jadi korban adalah kalian sendiri.
    Jika pun nanti saya punya anak laki-laki yg cenderung feminin, atau pun anak perempuan yang cenderung tomboy, saya akan berusaha menjaga mereka agar tidak terjerat penyakit gay atau lesbian, tanpa merubah karakter dasar mereka sebagai anak laki-laki feminim atau perempuan tomboy. Saya rasa itu lebih baik daripada memeluk mereka dan mengatakan “nak saya dukung kamu kalo ternyata kamu tertarik dengan lawan jenis” karena itu sama saja saya menghancurkan masa depan mereka. Resiko hiv aids memang bisa berasal dari mana saja, dan kaum LGBT adalah salah satu yang paling rentan terkena penyakit mengerikan ini. Akan kah kalian mau memeluk saudara dan anak kalian yang sudah terinfeksi HIV Aids, seperti kalian memeluk dan mendukung mereka untuk terjerumus kedalamnya?
    Kaum LGBT memang perlu di dukung, bukan di dukung keberadaannya, tapi di dukung untuk berubah sesuai kodrat yang di ciptakan Tuhannya.
    Jika harus memilih, saya lebih baik orang yang berkata kasar untuk menyampaikan sesuatu yang benar, daripada orang yg bermulut manis tapi menyebar racun yang mematikan. daripada sibuk mencari muka dunia atasnama hak asasi manusia dengan mendukung sesuatu yang jelas-jelas salah, lebih baik mencari solusi untuk memperbaiki sesuatu yang salah tersebut.
    Lagian kita ga tahu kedepan kehidupan ini akan seperti apa, tapi bagi umat yg beragama pasti meyakini bahwa hari penghakiman itu pasti akan ada. Dan segala yang kita lakukan pasti akan ada balasannya. yang masih mau mendukung LGBT ya silahkan, itu hak asasi anda. Sama seperti anda yang mendukung LGBT kami juga punya alasan kuat untuk menolak keberadaan mereka, karena yang namanya penyakit memang lebih baik di cegah daripada di obati.

    • kebetulan saya memiliki beberapa teman gay dan lesbian. Alhamdulillah saya masih normal, dan memang saya yakin itu tidak menular kalau memang tidak berbakat. namun kalau saya mendengar mereka, tekanan2 yang menurut beberapa orang ‘kejujuran yg pahit’ ini justru merusak moral mereka (sebagian besar kaum lesbian ada karena masalah psikologis). Banyak kaum lgbt yg moralnya rusak inilah yang mengganggu beberapa kaum hetero, balas dendam ke orang yang salah, atau bahkan menyakiti diri sendiri (tidak mustahil bunuh diri). makanya beberapa orang membela mereka, termasuk saya, asalkan mereka tidak memaksa kita. Kalau pikiran/moral mereka sudah cukup sehat, dengan sendirinya mereka akan sadar kalau ini dosa dan harus mereka tanggung di hadapan Tuhan.

      contoh kecilnya sih, kalau misalnya badan kita tidak langsing ideal, rentan penyakit karena obesitas, kita lebih suka diingatkan dengan cara positif seperti mulai melakukan pola makan yang sehat atau olahraga teratur; dibandingkan diejek atau dijauhi karena gemuk 😦

    • Sdrku, Oneheart,
      Dari awal sejarah manusia dalam kita suci samawi selalu ada larangan dan perintah. Larangan jangan makan buah tertantu di taman eden, larangan memakan binatang yang haram (babi, contohnya), larangan untuk macam2 hal. Semua pelanggaran terhadap larangan itu tidak mengakibatkan penyakit atau bahkan kematian seketika. Namun yang diperhitungkan oleh sang Pencipa adalah soal Ketaatan yang akan dipertanggung jawabkan sebagai pahala/berkat atau dosa yang membawa maut.
      Lain halnya mengenai Perintah. Perintah lebih spesifik. Sang Pencipta membuat wanita dari tulang rusuk Adam dan Memerintahkan agar mereka beranak-cucu. Sang Pencipta membuat DUA manusia, Sepasang manusia yang menerima Perintah untuk beranak-cucu. Jelas Sang Pencipta tidak menciptakan 2 lelaki (copy-paste) atau jenis lainnya. Mohon maaf, keadaan birahi adalah karunia terindah Sang Pencipta bagi setiap manusia yang pelampiasannya bahkan sudah di siapkan alat kelamin yang berpasangan yang dilengkapi dengan produksi sperma bagi pria dan sel telur serta kandungan bagi wanita, tentu saja dengan aturannya.
      Dalam sejarah manusia pembangkangan atas perintahNya tsb selalu mengakibatkan Tindakan pembalasan langsung atau paling tidak ada “kutukan” yang membawa malapetaka yang akan dialami terutama pada pembangkangan atas perintah berkembang-biak tsb. Jadi utk sdr/sdri ku kaum lgbt marilah kita kita camkan baik2 makna perintah itu. Adalah hak kalian untuk membangkang terhadap kodrat yang sudah diaturNya. Pilihan ada ditangan kalian.
      Tapi diluar itu, saya tidak mempunyai alasan apapun untuk membenci sdr/sdri ku kaum lgbt termasuk anak lelakiku satu2nya yang sangat saya kasihi. Semua itu masalah kaum lgbt dgn Sang Pencipta.

    • Yang hetero tapi suka gonta ganti pasangan juga bisa kena HIV Aids.
      Bahkan yang udah mati-matian jaga kesuian dan gak pernah berhubungan badan sama sekali pun juga bisa kena HIV Aids dari transfusi darah, dari jarum suntik, dll.
      Gak ada hubungannya sama LBGT apa nggak.

    • jika LGBT itu dosa, kenapa tuhan memberikan sifat itu kepada para LGBT??? jika LGBT itu adalah virus atau penyakit kenapa tuhan menciptakan penyakit” seperti itu…
      ketahuilah, semua yang ada di dunia ini adalah ciptaan tuhan…
      termasuk orang” yang memiliki penyimpangan sexual seperti para LGBT…
      kita ini hanyalah sebuah pemain drama di kehidupan ini, yg skenarionya sudah di atur olehNya… jadi semua harus kita jalani sesuai takdir… ga usah saling mencaci dan memperdebatkan takdir orang karna sejatinya kita sama” ciptaanNya… trimakasih

      • Gini nih kira-kira pertanyaan yang sama : kalau korupsi itu buruk, kenapa Tuhan memberikan pemikiran kepada para koruptor untuk korupsi?

    • Bro/Sis oneheart…hati2 jika mengangkat isu hiv…karena kurang pengetahuan bisa mengakibatkan orang sesat juga…saya adalah seorang positif hiv tapi saya bukan lgbt..apakah pernyataan diatas mengatakan saya tidak bisa dipeluk layaknya orang yang menurut anda normal?

    • Pahami dulu lebih dalam sebelum berkomentar. Homoseksual tidak selalu seorang pria feminin atau wanita yg maskulin. Selama hal itu belum dipahami, selama itu pulalah seseorang akan terus menghakimi. Hal inilah yg justru menimbulkan penyakit, para homoseks menjadi tertutup yg akhirnya menghancurkan dirinya sendiri dari dalam. Sudah cukuplah kasus laki2 beristri dan sudah punya anak tapi juga punya simpanan brondong, bahkan diajak jalan bareng sm keluarga.

    • Hai mba or mas oneheart, bukan hanya di agamamu namun semua agama pasti melarang keberadaan LGBT, kami paham dan mengerti hal itu. Saya adalah seorang manusia yang terlahir sebagai Gay dan akan menikah agustus taun ini dengan lelakiku. Hubungan kami tahun ini genap 10 tahun. Banyak hal manis dan pahit yang kami lalui. Sama spt kaum mayoritas lainnya kamipun mempunyai hak yang sama seperti kalian ingin hidup bahagia tanpa adanya tekanan. Hati saya terluka jika ada sesorang yg mengatakam bahwa LGBT adalah penyakit. Jika kami adalah penyakit apa kami harus mndpt hukuman atau pengasingan? Saya yakin di agama mba or mas oneheart mengajarkan cinta kasih kepada sesama. Kami juga ingin terlahir normal sprt kaum mayoritas yang ada, namum tuhan mempunyai rencana lain dengan menjadikan kami sbg kaum minoritas yang tabiatnya memang harus diasingkan dan dihukum bukan malah dirangkul agar kembali kejalan yg benar. Sy yakin Mba or mas oneheart tau kalau HIV bukan hanya ditularkan dari hubungan seksual kaum kami ini. Berdasarkan artikel yang sy baca HIV terbesar di tularkan oleh hubungan heteroseksual yang tidak bersih. Saya dan pasangan gay saya berkomitmen untuk menolak keras “berganti ganti pasangan” jadi tolong jgn samakan. Kamipun rutin untuk test HIV per3 bulan sekali selama 10 tahun terakhir dan sampai saat ini hasilnya tetap negatif non reaktif (HIV -). Kami juga yakin bahwa hari penghakiman itu pasti dan mutlak ada (kami masih percaya tuhan kami) dan tanpa mengurangi rasa hormat, please jangan pernah menghakimi kami dengan opini kecil anda. Ini sngt menyakitkan untuk saya dan pasangan gay saya. Kami sudah cukup terpojok dengan adanya pemberitaan saat ini.

      Salam,

    • “daripada sibuk mencari muka dunia atasnama hak asasi manusia dengan mendukung sesuatu yang jelas-jelas salah, lebih baik mencari solusi untuk memperbaiki sesuatu yang salah tersebut.”

      boleh tau solusi apa yang Anda tawarkan kepada mereka yang menurut Anda terkena “penyakit” ini ?

      “Sama seperti anda yang mendukung LGBT kami juga punya alasan kuat untuk menolak keberadaan mereka, karena yang namanya penyakit memang lebih baik di cegah daripada di obati.”

      boleh tau, gimana cara mencegah kondisi yang menurut Anda adalah “penyakit” ini ?

  10. Trima kasih mas….kami juga berharap semoga semua org normal bisa bersikap seperti mas……terima kasih…terima kasih…..dan terima kasih.

  11. Terima Kasih Tulisannya,jujur saya belakangan ini merasa resah dgn Sikap2 & ucapan2 yg memojokan LGBT.
    Di tambah lg saya Seorang Lesbian yg Berpenampilan Layaknya Laki2,Ada Rasa Takut dgn isu2 yg Ada Skrg.

    Semoga Mereka yg Hetero,segera Memahami kalau kita Ini bukan Penyakit & LGBT tidak pernah Mengganggu hidup mereka.

    • sama, saya juga seperti anda. saya gay dan sangat was2 bahkan sudah sangat ketakutan. saya di tuding,dipojok, di intimidasi. kan takut ya di bunuh seperti tifatul sarankan di twitter dia. sangat melegahkan hati dengan membaca tulisan ini 🙂 sampai berbusa kita beri tahu para hetero sesat kalo lgbt bukan penyakit. mereka cuma menelan bulat informasi yg ada tanpa di telaah dulu.

    • keep strong, isu lgbt lagi marak karena sebentar lagi akan ada pemilihan politik. ada partai yg lagi memanfaatkan isu ini supaya bisa dapat dukungan.

  12. sangat sependapat, kmaren mencurahkan hal yg mirip2 di blognya Ernest Prakasa dan 100% sepakat bahwa kriteria dosa adalah persoalan individu dan Tuhan (saya kurang setuju klo ada yg kasi penjabaran kriteria dosa menurut Alkitab karena kita ga akan tau sapa ketemu sapa di surga/neraka nantinya – menurut saya sih)

    soal pemahaman manusia akan menjadi lebih baik suatu saat nanti, semuanya harus dimulai dari pendidikan, baik didikan orang tua maupun pendidikan formal. didikan dari orang tua yg akan membentuk konsep perilaku kita sehari-hari dan pendidikan formal akan membentuk konsep logika dlm menganalisis sesuatu yg belum dipahami. Peran Agama? menurut saya peran agama bukan utk mencari kesalahan orang lain tapi sebagai rem diri sendiri jika hendak menyakiti orang lain karena semua agama mengajarkan untuk mengasihi sesamamu manusia seperti engkau mengasihi dirimu sendiri. titik ga pake koma

  13. Skrg lagi marak soal LGBT itu tentang agama islam utama .tetapi knpa tidak lebih penting membahas soal perpecahan agama .mekah dan madia mau di hancurakan mana gerak pemerintah menangagi itu merka diam.bnr kata om merka hanya mementingan poparitas dan jabataan .LGBT manusia sama dgn yg lainnya .cuma beda hanya oriatasi sex saja….knapa kaum LGBT selalu di anggap hina merka jga byak yg menuai prestasi .liat di negara maju contoh mereka .bukan saya tidak membela negara sendri …LGBT jga manusia .di mana hati naluri kalian ,….

  14. Halo
    Saya dapet link ini dr tmn karena bagus katanya.
    Tulisannya keren, terima kasih.
    Saya boleh berbagi juga kah disini? Siapa tau ada dr tulisan saya bisa berguna, bila tidak, ya setidaknya saya sudah mencurahkan isi hati saya.

    Saya Gay
    Saya muslim, tapi saya hanya tau permukaannya saja tentang agama saya. Saya kecenderungan suka cowok dari umur 3 tahun. Memendam dalam dan menyangkal sampai lulus sma, bgitu kuliah dan hidup terpisah dari orang tua saya mulai mengenal lingkungan gay, dan aktif di dalamnya.

    Umur awal 20tahunan saya punya impian ideal tentang kehidupan gay, bahwa bisa berpacaran dan menikah trus adopsi anak. Imajinasi kemesraan yang luar biasa.
    Masuk umur 25tahun saya mulai ragu, dan ada kebimbangan sehingga dalam hati memutuskan : ‘bila tuhan menghendaki ya silakan diberi jodoh wanita, bila tidak ya tetap dengan pria’
    Sekarang saya umur 30 tahun dan memutuskan untuk tidak menikah sama sekali, baik dengan wanita maupun pria.
    Tidak dengan pria, dilarang agama.
    Tidak dengan wanita, karena saya tidak ingin tersiksa batinnya dan tidak ingin membohongi wanita tentang siapa diri saya sebenarnya.

    Belakangan ini beredar headlines2 berita tentang LGBT, maaf saya tidak terlalu mengikuti, karena takutnya isi artikelnya hanya membuat hati sedih dan tentunya komen2nya penuh hujatan dan makian. Jadi ga pernah baca tuntas.

    Menurut saya : disahkan LGBT di Indonesia, monggo. Tidak disahkan ya monggo. Hal2 makro seperti itu kebetulan tidak mempengaruhi kehidupan saya.
    Orang tua dan keluarga tentu tidak tau saya gay. Kebanyakan yang tau saya gay adalah teman2 dekat dan kolega2 kerja. Dan untungnya saya terus dipakai jasanya, terus digunakan, karena sepertinya mereka menghargai saya atas apa yang saya bisa lakukan, bukan atas apakah saya ini.

    Trus tentang positif atau negatif kah LGBT itu, ya tergantung dr sudut pandang saja.
    LGBT menular? Ya dan tidak.
    Kenapa tidak? Bila seorang gay (seperti saya hidup di kalangan hetero yg open minded) saya berkelakar atau membuat jokes tentang sex (entah dr sisi hetero atau homo) mereka tertawa saja. Dan menghargai. Tapi tidak ada yang terpengaruh.

    Ya menular : hati2!!! Ini kaum LGBT yg niat biasanya. Kenapa? Mereka mencari pasangan diluar kaum mereka. Entah karena bosan dgn sesama homo atau sebab lainnya, menghasut lah mereka ke orang normal. Ada yg jadi, ada yg NGGA. Caranya? Tanya yg lain yah. Saya ngga pernah bikin orang normal jadi gay. Suka sama cowok hetero pernah, untungnya ditolak halus, karena saya menyatakan rasa sukanya juga halus. Ga pakek muslihat, manipulasi, dan sembunyi2.

    LGBT sarat dengan penyakit sex menular??? Ya ini yang goblok aja keknya. Jangankan kaum homo. Yang hetero aja banyak yang mengidap penyakit menular kan?

    LGBT dosa besar???!?! Iya saya setuju. Jadi saya sudah hidup sampe umur 30 tahun, bergelimang dosa. Sedih.

    Oh ya hati2 dengan perilaku seks menyimpang, entah itu homo atau hetero. Di dunia gay, sangat mudah sekali berganti pasangan. Tolong2. Kalok ada yg keluarganya jadi LGBT, mohon didekap, dilindungi dari perilaku seks tak bertanggung jawab. Hetero sih sama aja. Ada yg psycho sama sex. Sampe jadi pemerkosa. Ya sama2 manusia ini kan. Ada yg aneh+jahat trus ada yang baik-baik saja hidupnya.

    Apapun itu, kita bisa jadi baik atau buruk. Tapi bukan berarti yang dicap buruk tidak bisa melakukan kebaikan, dan yg dicap baik tidak bisa melakukan kejahatan.

    Ini aja deh
    Maaf tulisan saya jelek, ga pernah nulis.
    Maaf numpang di komen blog orang.
    Semoga bermanfaat.

    Ada gay jenis lain selain saya. Waspada. Ketemu yg baik syukur, ketemu yg jahat ya hati2.
    Sama aja sama orang hetero kan? Klok dr segi moral loh. Orang hetero juga ada yg baik n jahat.

    • pemikiran yg bagus.. saya setuju sekali.. saya juga gay .lebih tepatnya biseks..karena saya juga beristri dan punya 2 org anak… selama kita tidak menularkan sifat gay kita ke orang normal, … biarlah dosa menjadi urusan kita sendiri dg Tuhan… karena saya juga tidak pernah meminta menjadi seoang biseks… Tuhan yang memberikan.. saya menganggap sebagai anugerah; semakin besar besar dan berat cobaan manusia … bila dapt mengatasinya..akan semakin indah di mata Sang Pencipta.

    • salut, seorang gay yg penuh kesadaran , sadar akan keberadaan dirinya… teruslah merapat & mendekatkan diri dg TUHAN. semoga dpt memberikan pecerahan bagi yg menulis & membacanya. semoga seiring berjalan akan mendapatkan Hidayah NYA. lakukanlah apa yg terbaik utk anda. tetap semangat & berjuang. yg pasti semua kodrat manusia adalah kembali kpd yg maha kuasa.

    • Mas, kalau menyukai sesama jenis, sekedar dalam hati, saya rasa tidak berdosa. Tetapi kalau mas melakukan ‘liwat’, sodomi, itu berdosa…
      Sepenangkapan saya begitu sih..

    • ya menjunjung tinggi hak asasi manusia setuju….asalkan yakinkan kami bahwa kaum lgbt tdk mengganggu kaum hetero normal yg ingin hidup normal…krn sbg ortu takut anaknya terjerumus pergaulan lgbt…kami hanya butuh diyakinkan bhw kaum lgbt berkomitmen tdk mengganggu kaum hetero normal…spt cerita pelecehan yg memangsa kaum hetero…..itu saja ketakutannya…..kalau hiv aids dr transfusi darah jg bisa…klo dosa ya tanggung masing2….

  15. Kebejatan dan kejahatan bukan milik identitas sekelompok orang, tp tanggung jawab individu kepada Tuhannya. Sosial dan negara akan menghukum mereka hanya jika merugikan dan mencelakakan orang lain. LGBT dan Hetero, bukankah sama2 memliki perilaku yg baik apabila mereka baik, atau mereka yang bejat apabila mereka bejat, kasus klinik aborsi saat ini yg sedang di grebek sudah 5th beroperasi, tercatat sudah hampir 5000 lbh bayi yg tak berdosa di lenyapkan oleh kaum perumpuan, lalu apakah saya akan bilang semua perempuan itu bejat ? Kasus polisi memutilasi anaknya, apakah saya akan bilang polisi semuanya sedeng,gendeng,sakit jiwa, tidak kan ??? Bgtu juga LGBT ada yg bejat sprti kasus rian, lalu apakah semua LGBT bejat. Sejenak kita berpikir, image yg di sandarkan ke LGBT sungguh di luar adab, seenak udel mereka menggagap kaum ini laknat, harus di musnahkan, haram, dll, lalu bgmna mereka yg menyandang kisah suksesnya di mata masyarakat dng prestasi dan pencapaiannya yg positif bahkan bermanfaat utk semua, sprti penemu komputer. Bang Manampiring, surat anda utk kaum LGBT sungguh mendinginkan dan mendamaikan, jauh dari penghakiman, seharusnya mayoritas bisa bersikap seperti ini.

  16. Akhirnya, ada orang waras yang speak up ttg LGBT. Karena yang saya tahu, orang yg menghargai orang lain –termasuk LGBT– dan homoseksualitas scr psikologi “tiarap”. Mereka takut dimaki-maki netizen yg miskin ilmu, karena mereka memiliki triple minorities: perempuan, katolik (yg suka bawa-bawa agama tuh…), & sekolah di Eropa (ujung-ujungnya dituduh liberal/antek asing/dll).

    Terima kasih pak Manampiring atas tulisan ini. Semoga netizen & masyarakat yg miskin ilmu bisa belajar dari tulisan Anda & toleransi antar mahkluk hidup.

    Salam Pancasila & Damai Indonesia.

  17. Keren sekali artikelnya om. Saya kuliah agama, saya tahu LGBT dilarang oleh agama, tapi agama juga melarang kita mendiskriminasi mereka. Karena mereka juga manusia. Salut sama om *two thumbs*

  18. Saya gak menyalahkan orang2 LGBT, sya pun tak membenarkan LGTB.
    Ambil sebagai contoh org yg serba kekurangan dlm benak hati mereka sbnernya tak mau hidup seperti itu, menjalani masa2 sulit setiap harinya.
    Bukan gak mngkin mrk pun ingin sperti mrk yg serba kecukupan. Namun, itulah hidup setiap manusia memiliki jalan nya masing2, punya proses khidupan yang mesti mereka jalani sebelum pada akhirnya kembali ke Maha Pencipta.

    Tergantung jalan mana yang ditempuh,
    Semua org butuh proses kita tak bisa memaksakan apa yg mnurut kita benar, krn untuk kembali pada “agama”, setiap org pasti melewati hal2 sulit terlebih dahulu untuk diuji keimanannya. Dan itu lbh sulit ketibang mengikuti ujian nasional. Hehehe
    Hargai proses setiap manusia, bkn menjauhi mereka, memaki, dan menyudutkan mereka. Raih tangan mereka dan berikan mereka semangat, untuk bisa melewati masa2 sulit mereka.
    Setiap agama, mengajarkan semua kebaikan mengajarkan kita untuk saling menyayangi, dan saling menghargai.
    Setiap Agama diciptakan untuk perdamaian dimuka bumi bukan untuk saling melihat siapa yang benar atau yang salah yang berujung perpecahan.
    Dan setiap agama sy yakin mengajarkan tentang kebaikan.

    Saya salut kepada henry yg berani mengungkapkan isi hatinya melalui sosmed.

    Keep fighting dan saya yakin kamu akan menemukan jalan yang menurut kamu benar.

  19. Salut bang…salut bgt ama surat kmu,,dan sangat sangat manusiawi….walaupun sy hetero sy terharu membacanya,,kita manusia,,kita punya rasa, kita punya hati,mereka adalah manusia yg diciptakan Tuhan.tentu tuhan punya rencana yg lain buat mereka.mereka tdk ingin seperti itu..sesungguhnya tuhan lebih tau…..

  20. Hidup berlandaskan agama,ada kitab sebagai pedoman,diagama islam jls melarang keras LGBT,saya tdk tau apa ada agama lain yg membenarkan LGBT,mgkn bpk benar,tp tdk dibenarkan dlm agama,kita meluruskan yg sesat bkn membiarkan,bkn cinta namanya bila kita biarkan anak generasi kita menyimpang,bpk bisa berkata memeluk anak bpk yg LGBT mgkn krn blm punya yg begitu,coba bpk survei tingkat penerimaan org tua thd anaknya,walaupun akhirnya mrk pasrah krn itu kenyataan,tp dlm hati mereka menangis…

    • Lalu dgn cara apa menyembuhkan nya ? Apakah dg menghina, mengkucilkan , dan tindakan diskriminasi lainya… disembuhkan juga belum tentu sembuh adapun yg kembali menjadi hetero saya yakin terpaksa dan tersiksa batin,dan kembali dibelakang menjadi homosexual, krn ini bukan penyakit kalo ada obat nya yg betul2 bisa menyembuhkan kalo ini dianggap penyakit aray kesesatan mgkin semua lgbt akan bisa jd normal… silahkan anda kasih tau obatnya apa supaya semua lgbt bisa punya kehidupan normal sperti anda… kalo belum ada ngapain anda cuap2 hrs disembuhkan hrs diluruskan dr jalan yg sesat sedangkan anda dan mereka yg menganggap ini penyakit atau sesat atau tdk benar tidak tau bagaiamana solusinya dan obatnya… ?

    • Hi bung mahgeni.

      Kebetulan saya open kpd semua termasuk orang tua dan ibu saya sedih bukan main begitu tau saya gay. Namun itu dulu, sekarang puji Tuhan beliau sdh paham keadaannya dan mensupport saya habis2an. Beliau jg menyarankan sy untuk tidak mengikuti tulisan2 ttg LGBT di sosmed krn khawatir akan menyakiti hati saya. Semua itu hanya masalah pemahaman dan didukung contoh kasus yg kuat krn kebetulan saya termasuk gay yg positif dlm hidup dan keterbukaan saya mendapat sambutan positif jg oleh lingkungan.

      Saya tidak menyalahkan kalian, mengeluarkan pendapatpun jg itu hak kalian. Namun tidak perlulah mengeluarkan pendapat yg dapat menyinggung perasaan seseorang. Sudah cukup banyak mereka yg tertekan dan akhirnya bunuh diri ketimbang mereka yg (katanya) benar2 sembuh. Niat kalian untuk menyembuhkan mereka malah membuat mereka putus asa dan kemudian bunuh diri.

      • Saya sungguh senang dengan adanya tulisan bang Manampiring ini. Mas Reidi untung sekali punya keluarga yang akhirnya open-minded. Saya punya adik laki-laki satu-satunya dan beberapa waktu yang lalu dia mengaku bahwa dia gay. Saya sungguh kaget dan tak tahu harus bersikap seperti apa. Karena saya tau di satu sisi saya harus mencoba meluruskan tapi disisi lain saya juga harus berusaha menerima “kekurangan” nya. Yang paling membuat saya sediha adalah pengakuannya yang juga sebenarnya tidak ingin menjadi seperti itu sampai dia bertanya kepada Tuhannya kenapa dia terlahir seperti itu, ada masa-masa dimana dia depresi dan ingin bunuh diri. Namun hal ini tentu saja tidak diketahui orang tua saya. Saya rasa orang-orang LGBT harus dirangkul, didekati; kalau memang mau berusaha diluruskan silakan. Namun ada kalanya hal tersebut tidak memungkinkan dan bukan serta merta kita terus-terus mengadili dan menyebut mereka berdosa karena agama manapun tidak mengakui. Kalau orang-orang LGBT pun tetap mencari sang Pencipta, berusaha tetap menjalankan agamanya, siapakah kita patut menilai mereka dengan hal-hal negatif?

      • @Whoami
        Apakah aku adalah adik laki-lakimu itu? Aku pernah berkata persis seperti itu, keluh kesah dan mengadu kepadamu.

        Tunggu kedatanganku bersama partnerku berkunjung ke Indonesia tahun depan ya kakak… kita liburan rame-rame lagi.
        Hal yang paling membuatku bahagia setelah pernikahan (gay) kami di Jerman adalah bahwa kamu menganggap partnerku sama seperti adikmu sendiri, karena kami telah menikah. Terimakasih, itu adalah pengakuan yang luar biasa dari seorang yang sangat beriman seperti kamu… Aku berbahagia, meskipun kalian tidak bisa datang ke acara resepsi kami yang sangat meriah.

  21. Hari Qhuang Love this article! Heterosexual people never realize that they have such thing called as “white privilege”. Good perspective!

  22. Dalam agama saya LGBT itu salah..dan menurut saya LGBT itu penyakit..bagi saya mereka juga manusia..tapi manusia yg sakit..mereka harus dihormati..tapi tetap juga disembuhkan…karna kita sesama manusia harus saling menolong.

  23. Terima kasih untuk mengerti. Menjadi bagian LGBT tidak istimewa, memang tidak berharap diistimewakan. Selama ini saya yakin kawan2 LGBT lainnya menjalani kehidupan layaknya manusia lainnya. Saya tidak pernah melihat pasangan hetero dari sudut yg tak pantas di benak pertama kali misalkan sex. Jadi saya tidak melihat mereka lalu membayangkan saat mereka melakukan hubungan sex. Lalu kenapa sebaliknya para hetero yg berpikiran “liar” selalu dengan luar biasanya memikirkan bagaimana para LGBT sangat menjijikkan dalam hubungan sex. Sekotor itukah? Bukan, bukan kami. Tapi sekotor itukah otak mereka? kami bekerja, kami bersekolah, kami punya cita-cita dan kehidupan normal. Tapi jangan salah sangka saat saya memakai kata “kami” karena sebenarnya LGBT bukanlah organisasi maupun sekte yg dipikirnya berpegangan tangan ingin menguasai dunia. Ayolah..serangan bertubi2 belakangan ini melelahkan..

  24. I’m living for this article. Sikap seperti ini yang selalu saya tanamkan di hidup saya.. we have the same thought Sir.. thx so much..

  25. terima kasih om, artikelnya melegahkan hati saya. saya gay dan saya berharap banyak orang seperti om di indonesia ini. saya TIDAK PERNAH berharap indonesia melegalkan same sex marriage, tp saya,kami lgbt cuma mau di hargai,kalo kami ini ada,kami cuma manusia biasa yg ga minta apa2 kecuali dihargai dan dilindungi. terima kasih banyak om

    • Ilhoona : awalnya saya merasa jijik dgn LGB without T (maaf) karna T sudah ada sejak dulu bahkan sebelum saya terlahir…
      Tapi seiring berjalanny waktu, dan saya memiliki beberapa teman yg LGBT, akhirnya pikiran picik saya terbuka. “Kenapa saya harus jijik sama mereka, mereka sama2 manusia. Masalah dosa, itu jg urusan mereka, bkn saya. Masalah azab, jikalau Tuhan menghendaki utk memberikan azab seperti kaum luth, dan ternyata saya terkena cipratan azab itu. Saya pasrah, itu artinya saya jg tak luput dari dosa (hehe) buat apa takut ikut terkena azab, toh pada akhirnya juga akan mati (itu menurut saya ya, maaf bagi yg tdk setuju)” Dengan teman LGBT saya, saya mengingatkan mereka bahwa saya normal, dan mereka sangat menghormati dan menghargai saya 🙂 tidak terjadi pelecehan apapun selama saya berteman dgn mereka. Jadi jgn takut dan jauhi mereka apalagi sampai membenci mereka. Akan tetapi balik lagi ke hak individu ya, mau menjauhi atau menghargai. Untuk saya pribadi, saya menghargai dan menghormati mereka. Salam damai.

  26. Kepada para penjual dan pembeli agama, saya punya pertanyaan..

    Jika Tuhan menciptakan agama agar kalian saling membenci dan menyalahkan, apakah itu berarti Tuhan telah berbuat kejahatan..?

  27. Ulasan menarik Mas Henry.

    Sangat setuju dengan statement ini: “Saya juga terdakwa di mata Tuhan, jadi bagaimana saya bisa menjadi hakim juga?”.

    Hidup adalah pilihan dengan resiko serta tanggung jawab yang melekat pada pilihan itu sendiri. Sayangnya beberapa orang menentukan pilihannya dengan menanggung tambahan resiko pilihan orang lain. Mereka cenderung lebih memilih menjadi hakim dengan pendidikan hukum yang didapat dari pembetukan opini. Hal yang sangat disesalkan terjadi pada segelintir masyarat Indonesia belakangan ini.

  28. ingat kisah nabi luth dalam alquran, kitab saya orang muslim, jika saya mengambil pelajarannya adalah, kenapa allah murka dan menghancurkan negeri sodom itu, bukan hanya mereka menyukai sejenis saja, tapi benar2 melampaui batas, berjudi, memperkosa laki2, minum arak, merampok,membunuh, tdk percaya Tuhan, itu sungguh melampaui batas, karena tdk ada cinta diantara mereka, sementara gay lesbian skrg ini, mereka hdp dengan cinta, bukan dgn memperkosa, mgkin ada sebagian gay yg membunuh atau memperkosa, tapi apakah anda tdk tahu, Berita2 yg sering terjadi adalah para heterosksual yg sering melakukan pembunuhan, perampokan, judi, malah para koroptor negara ini adalah heterokseksual, jika anda mengatakan gay akan memperlambat keturunan, anda salah, bumi semakin hari semakin padat, 100 tahun lagipun tdk akan akan yg akan punah, karena tdk semua orang menjadi gay,,gay bukan penyakit, akan tetapi hormon tubuh yg berkembang, apakah hormon perempuan yg paling sedikit atau hormon laki2,,hormon bukan penyakit, tetapi itu adalah bawaan,,,dosa tetap itu sebuah dosa, mgkin juga itu ujian bagi para gay, apakah bisa melewatinya dengan baik, atau malah ikut terjerumus,,jika kita merujuk kisah nabi saw, seorang pelacur yang sudah berdosa sekali masuk syurga tanpa di hisab, lantaran memberi minum seekor anjing yang kehausan,,setahu saya banci, gay, hati mereka lebih lembut dan suci,,mereka lebih mudah membantu orang lain,,,sekali lagi, anda jgn berteriak najis, benci, atau apapun itu,,jika anda benar2 peduli dengan gay,,,maka satu cara yang bisa anda lakukan,,berdoa agar Tuhan memberi kebaikan dalam setiap langkah anda, dan orang2 yang anda anggap adalah penyakit,,,jelas dalam sunnah nabi saw mengatakan,rajam dan bunuhlah orang yang berbuat liwath atau homoseksual, jika kita kedapatan melihat mereka berzinah, tapi jika kita tdk melihatnya hanya mendengar saja, maka itu adalah fitnah,,bukankah sama halnya dengan hetero,,jika kedapatan berzinah maka akan di hukum,,,hukum agama itu bisa berjalan jika kita mendapati mereka berbuat salah, jika memang mereka gay, dan mereka tdk melakukan zinah,,maka mereka bukan merupakan dosa,,jgn lgsung berpendapat bahwa gay sudah jelas akn melakukan zinah,, karena gay juga tahu dosa…

  29. Sama seperti seorang pelacur hina dlm kisah Alkitab. Dalam kehinaannya dia melakukan kebaikan dan diapun dilayakkan masuk kedalam kerajaan Surga. Menjadi LGBT bukan semerta2 dipastikan msk ke dlm Neraka. Karena orang yang setiap waktu berteriak menyebut nama Tuhan pun tdk dijaminkan masuk kedalam Surga. Memang sulit untuk dipahami. Karna dasar dari kehidupan yang benar adalah Cinta Kasih yang tidak bersyarat. Sama halnya dengan Tuhan yang memberikan Cinta kasih yang tidak bersyarat kepada semua manusia bukan hanya kepada manusia heterosexual. Trimakasi Bang buat pemahamannya.. Diberkati selalu lewat karunia menulisnya..

  30. Terima kasih atas tulisan yang sangat inspiratif di tengah kepungan stigma negatif yang membelenggu kami. Saya Gay tapi saya paham betul bahwa manusia sangat dinamis, dan saya bangga dan bahagia karena kami didiskusikan entah kontra atapun pro tapi saya anggap sebagai bagian dari dinamika intelektual (walaupun banyak komentar yang jelas-jelas gak intelektual) tapi saya yakin akan makin banyam manusia seperti Anda dan memulai proses berfikir bersama walaupun kami jelas saat ini menjadi kelompok yang paling terancam leselamatan hidupnya tapi tetap berusaha berjuang untuk bertahan hidup karena kami lahir dan besar di Indonesia.
    Saya yakin diskusi akan terus bergulir tapi biarlah nanti bisa saling berproses bersama.

  31. Sebagai seorang LGBT saya masih bingung kalau menurut anda LGBT bisa disembuhkan layaknya penyakit.

    Kalaupun bisa mempunyai pilihan pastinya saya atau teman2 LGBT lain akan memilih jalan hidup sbg seorg hetero

    Bukannya saya ga pernah mencoba dan berusaha utk menjalani kehidupan hetero ya.. tapi saya tidak bs menipu diri sendiri.

    Sekedar saran saja utk para wanita diluar sana yg menentang LGBT dan kebanyakan memaksa kami menjadi normal.

    Yang which is ujung2nya kebanyakan akan belok seperti semula.
    Kalian yg rugi kok, sudah yakin nih suami kalian semua str8?

  32. Saya lelaki hetero, adik saya gay, dari kecil terlihat sekali berbeda.
    Dengan kelakuan nya, dia di hina-hina di sekolah, saya malu waktu itu, karena dia adik saya dan berkelakuan seperti itu, kami satu sekolah.
    Ibu juga sempat membawanya ke dokter untuk membahas hal tersebut, tapi dokter tidak bisa berbuat apa-apa.
    Keluarga saya sangat Islami, bayangkan betapa sedihnya ibu saya dan mungkin malu terhadap sosial.
    Semakin saya besar, saya melihat dia tertekan, karena tidak dapat berterus terang kepada kami.
    Saya mempunyai beberapa teman gay juga akhirnya di lingkungan, dan dari situ saya menyadari kalau hal tersebut adalah bawaan dari lahir, bukan dari lingkungan, karena saya tetap hetero, biarpun mempunyai teman yang gay. Apalagi adik saya, dari 5 saudara hanya dia yang berbeda.
    Ingin rasanya saya bilang ke dia kalau saya mengerti kondisi dia, tetapi karena mungkin di keluarga kami dan sosial lingkungan hal tersebut adalah tabu, maka kami tidak pernah membahasnya.

    • Memang ada mas orang2 yg dilahirkan sudah dg kecenderungan seperti itu, seperti adiknya mas. Tapi bukan berarti jd boleh loh, krn hukum agama sudah jelas, haram laki2 berhubungan dg laki2. Jd gpp adiknya mas seperti itu, hanya saja terus didampingi n dimotivasi agar tetap berusaha supaya tidak terjerumus dlm dosa. Saya mendoakan semoga adiknya mas n keluarga tetap sabar istiqamah menjalankan agama dg benar.. Salam

      • Curhatanku, dengan Pak Ustad.

        Bapak ustad yg terhormat, saya sudah sejak lama ber’doa. dan coba menahan diri bertahun-tahun. tapi nggak ada hasilnya. malah saya makin tersikasa. barangkali untuk urusan LGBT saya emnag berdosa dimata pak Ustad. Tapi kami tdk koruptor, tdk mencuri, tdk membunuh, tidak menzholimi org lain. Dan sampai hari kiamat tak seorang manusia normal yg akan memahami kami, kecuali Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka yg hetero jadi LGBT. Dan kami yakin ada rahasia Allah dibalik cobaan ini. Dan perlu pak ustad pahami. Kemunculan LGBT, sejatinya adalah tumbal dari Dosa-dosa umat manusia yg sudah terakumulasi sejak lama. jadi kami ini hanyalah tumbal. kenapa kami katakan tumbal, karena kami tidak ingin dilahirkan dengan kekurangan seperti ini. Moga saja keturuan pak ustad, tidak ada yg diuji dengan LGBT.
        Dan satu pertanyaan saya buat pak ustad, kalau pak ustad mencintai seorang wanita, trus dilarang bahkan dikucilkan serta dibenci karena ingin mewujudkan rasa cinta pak ustad gimana rasanya ?. pasti pak ustad bilang Tuhan tidak adil, dan pak ustad akan katakan bukankah cinta itu datang dari engkau ya Tuhan, tapi mengapa engaku rintangi hamba untuk merengkuhnya ?, coba pak ustad pahami dengan bijak. Itu lah yg kami rasakan, tapi sayangnya cinta kami ini mengapa jatunya ke sesama jenis (sebuah pertanyaan yg jawabannya masih misteri, dan pastinya hanya Tuhan yg tau jawabannya). Banyak dari kami yg frustrasi dengan kondisi ini, apalagi keluarga, teman lingkungan bahkan negara serta agama, semuanya memusuhi kami. Akibatnya diantara kami yg lemah imannya banyak melampiaskan diri dengan hal yg negatif. bagi yg kuat imannya, mudah-mudah sanggup menahan hasrat biologisnya sampai ia mati. Dan, bagi yg memaksakan diri punya istri moga sanggup bertahan dengan sandiwaranya sampai mati (tapi sayangnya, banyak yg tidak bisa bertahan, contoh indra bekti, bang ipul). Entahlah….., hanya Tuhan yg tahu dosa kami, dan hanya Tuhan yg menilai sisi baik kami……

  33. saya kebetulan liat sharingan ini dr temen saya dan cmn sekedar ingin berbagi saja…menurut saya setiap org hanya bisa menilai dan mengukur sesuatu dari apa yg mereka lihat..krn sejujurnya yg bisa menilai ttg seuatu komunitas adalah dari komunitas trsbt yg berbicara.
    dari banyaknya berita dan cerita ttg LGBT menurut saya semuanya hanya menojokan sisi buruk LGBT secara kebanyakan.

    > saya mengambil sebuah perbandingan yg menurut saya ( sekali lagi hanya menurut saya ) jika menempatkan gay itu menular dari cerita2 menyekap..mengerayangi dan mengancam menularkan cowo normal..
    saya rasa ad yg salah..knp? krn cowo normal sama cowo gay bergaul misalnya walaupun tidak berpakaian sekalipun tidak akan ad apa apa klo cowo normalnya jg ga merasakan apa apa..atau misalnya cowok gay mengoda cowok normal dalam kasusnya hampir kebanyakan ga akan tergoda ( dan itupun kembali lagi sama cowok normalnya bergaul dgn siapa..) klo hanya 1 teman gay nya kemudian seluruh temannya normal..saya rasa ga ada prasaan apa apa..

    mungkin akan ada yg menyangah peryataan saya barusan dgn bantahan kasus kasus gay tiba tiba mengerayangi cowo normal lg tidur dll.. oke, sekarang saya tanya kembali klo misalnya kasusnya kita samakan dgn cowo normal yang mengerayangi cewe sedang tidur bahkan dikamar mereka tidak sendiri dan itu ada saudara2nya jg, nah dari sini kita bisa lihat kan bahwa yg kita perbandingkan adalah manusianya dgn nafsu nya…bukan dari krn dia gay.

    >ya semua org sadar bahwa LGBT memang berdosa dan agama apapun akan melarangnya..dan saya rasa mari kita buka pikiran kita jg seluas luasnya..selebar lebarnya sampai kita bisa melihat secara jelas kalau apapun dosa kita terlepas itu LGBT itupun atau bukan LGBT yang berbuat dosa sudah dikatakan dosa…sekarang coba kita uraikan yg dimaksud dgn dosa? tanpa kita focuskan pada LGBTpun, orang yg berzinah, berkata2 kotor, mencuri, dll saja dosanya sm dgn org LGBT.. apakah masih mau menyangah berbeda? oh ok klo gt dosa org LGBT paling tinggi yah? nomer satu klo masuk pintu neraka? oh klo gt bagaimana kabarnya dgn yang membunuh..memerkosa..berzinah..mencuri…memukul orang tua…dan semua dosa2 yang dilarang dalam semua agama?

    > saya percaya bahwa apapun dosa kita lakukan tetaplah dosa. dan tolong jangan bersikap lebih baik dan lebih suci dari org org LGBT sehingga pantas memojokan mrk dgn kata dosa, penyakit berbahaya bahkan org org yg diasingkan dan dimusuhi…please lah ancaman itu datang dari siapa saja dan itu adalah MANUSIA nya.. jika perempuan berpakaian sexy berjalan di tempat rawanpun dia akan diperkosa sama lelaki normal lantas terus org org yg memusuhi LGBT kemudian akan membuat versinya laki laki normal berjalan di tempat rawan kemudian diperkosa gay? lantas perbedaannya apa?

    >menjadi gay itu krn lingkungan? iya bisa dan ya saya juga berkata sangat jujur menjadi gay jg karna pilihan orang trsbt. lantas apakah itu menganggu saudara? setiap org berhak memilih jalan hidup mereka. dan ketika kita sudah memilih yg kita pilih tentunya tanggung jawab sepenuhnya kita yg jalanin.
    intinya LGBT or gay sekalipun pengen bahagia sm org yang dia sayang..dan akan mencari sesama kaumnya…tumbuh seperti kebanyakan org..bekerja..berprestasi..menjadi tulang punggung keluarga..ya sama seperti orang normal..yang berbeda hanyalah mereka gay..lalu apa masalahnya buat saudara?

    klo kembali lagi ketika membaca ini dan saya yakin dipikiran yg membaca akan menyangah bahwa tetap itu dosa!! lalu kembali lagi apa hubungannya dengan saudara? krn itu hubungan pribadi dgn Tuhannya.

    >sama halnya seperti orang normal yg berbuat dosa..
    menurut saya..manusia tidak lepas dari dosa..dan mengukur dosa siapa parah itu dari mana? semua dosa sama dimata Tuhan.

    > ya saya gay, tapi selayaknya spt org biasa saya selalu merasa hidup kita harus seimbang..terlepas dari gay, org biasa pun punya dosa dan sama dimata Tuhan..saya tetap rajin beribadah..saya selalu berdoa agar Tuhan menjaga orang tua saya…memberikan mereka kesehatan yang baik..umur panjang…dan dilancarkan rejeki saya.. ya sama seperti doa saudara setiap beribadah..Tuhan bahkan tidak membedakan doa saya krna saya gay..krn Tuhan maha pemaaf..dan sama seperti anda jg berdosa Tuhan tidak membedakannya..

    >ya saya gay, dan saya bersekolah disekolah normal..saya rangking…saya berkuliah dgn prestasi yg membangakan..byk karya saya yg membantu industri dibidang saya…saya punya banyak teman normal..saya bekerja di prusahaan punya nama yg membanggakan saya.. dan saya punya pasangan yang sama jg membangakannya spt saya support saya..saya bergaul spt layaknya org normal..hangout..holiday..bahkan pasangan saya sayang sama ibu saya..
    lalu lantas hidup saya tetap buruk dimata saudara? sementara apakah byk org normal disana bisa sama spt saya?
    maaf sebelumnya saya bukan menjudge bahwa gay akan lbh bahagia dari org normal..tp disini saya mewakili sbgian gay disana yang positif hidupnya baik2 saja spt layaknya org normal.
    Ya menurut saya itu semua kembali kepada manusia nya yang mampu menempatkan hidupnya secara baik dan berkualitas dalam masyarakat.. baik dia gay atau orang normal kalau dia dibesarkan secara baik dilingkungan baik dgn pemikiran bagus, ga akan ada kasus2 aneh2 kok..sebaliknya klo orang normal atau gay yang dibesarkan tanpa ada yang membimbing dgn lingkungan baik dan salah, ya saya setuju klo bs jadi ancaman dimasyarakat.. *Manusia nya 🙂

    >jadi gay atau org normalpun selama bisa menempatkan diri kita dgn baik saya percaya kok ga ada masalah apa apa…

    dan sekali lagi saya cmn mau bilang seberapa buruknya dosa kita.. mau gay atau bukan gay pun..kita tetap Berharga kok dimata Tuhan..

  34. klw kita ngebahas soal agama..apa d agama klian d boleh kan pacaran? terutama d agama islam? apa boleh xlian pacaran? klw klian ngebahas soal agama..coba xlian fikirkan terlebih dlu..wlpn klian ngaku normal..apa xlian tidak pernah ngelangar aturan dlm agama xlian?apakah xlian tidak pernah melakukan dosa?
    jdi biar lah mrk memilih hidup dengan jalan dia sendiri..biar lah mrk berurusan dengan agama dan tuhan mrk sendiri…wlp gmn pun LGBT toh juga manusia sama sperti xlian…
    hidup saling menghargai itu lebih indah..suatu contoh kehidupan d bali yg sangat dan saling menghormatin satu sama laen..saling menghargai..
    jd please jngn d intimidasi tp d rangkul lah mrk..

    klw anda memberikan pertanyaan..gmn klw anak kita salah satu ny LGBT?
    saya kan ngerangkul dia..saya akan membuat dia senyaman mungkin sehingga dia merasa d hargai sebagai manusia..dan scr bertahap memberikan nasehat..

    dan masalah masuk neraka..itu semua sudah d atur sama allah siapa yg pantas masuk surga dan neraka….belum tentu xlian yg normal masuk surga..

    jdi bersft bijak dan berfikir positif lah..
    krn gmn pun LGBT itu manusia dan ciptaan tuhan

  35. Kepada: om henry
    Di tempat.

    Salam hormat dari saya,
    Membaca tulisan anda, saya bisa memahaminya. Bahkan saya juga mengamininya. Tapi di tulisan anda ada kata2 Tuhan dan agama, inilah yang sangat menyentuh hati saya. Kenapa? Karena di tulisan anda bagaikan rel kereta api yang putus ditengah jalan. Itu menurut saya om. Sorry jika saya salah. Seharusnya jika anda berkata tentang Tuhan dan agama maka anda harus mengatakan pula kepada teman2 LGBT untuk mengembalikan kepada Tuhan dan hukum agama yang mereka anut. Sudahkah agama mereka membenarkan akan adanya LGBT? Bukankah kita berTuhan dan beragama? Dimana agama adalah sebagai UUD dan ketetapan hukum Tuhan yang harus dijalani dan tak bisa di tolak?
    Om Henry yang bijaksana…
    Saran saya adalah….
    Sampaikan kepada saudara2 LGBT kita tentang agama dan Tuhan, sampaikan pada mereka pula untuk mengembalikan apa yang ada pada masing2 agamanya. Sudahkah Tuhan membenarkan atau menyalahkan akan adanya LGBT?
    Om Henry…semua jawaban pada LGBT hanya pada Agama dan Tuhan. Karena hanya Tuhan yang tahu salah dan benar pada ciptanNya.
    Salam hormat dari saya…
    Salam manusia berTuhan.

    • To bro yudi:

      Lho kamu tau darimana kaum LGBT itu jauh dari Tuhan? Tahukah kamu brp banyak LGBT disebuah pesantren atau gereja? Tahukah kamu brp banyak ulama/pendeta yg anaknya gay? Tahukah kamu brp banyak ulama/pendeta straight yg melakukan tindakan cabul?

      Ga ada hubungannya antara LGBT dgn tingkat keimanan seseorang. Itulah jg knp dibilang tidak perlu mengurusi dosa orang krn itu urusan dia dgn Tuhan, bukan denganmu.

  36. buat yg post,cuman mau nanya, LGBT di lihat dari mana segi baiknya??? bukan mau propokasi,cuman mau ngasi tau sedikit,KODRAT dia ajh sebagai manusia yg seharusnya di lakuin ajh sudah di langgar dan di sangkalnya,,padahal KODRAT itu di tentuin oleh tuhan lo,,, pantaskah di bilang BAIK??? buat yg post juga saya membenci LGBT karna saya msh punya agama,emng saya bukan ahli agama tp setidaknya saya masih tau,apa yg di larang agama saya dan apa yg di perbolehkan agama saya,,tidak ada masalah minoritas/mayoritas di masalah LGBT bung,, tp masalah penyangkalan,kalo lo yg post ini surat punya agama, pasti lo ngerti lah….

      • @Pembenci LGBT
        LGBT ngga baik?? >> setuju. Hal yang sudah jelas dilarang oleh Tuhan, mau dilihat dari kacamata mana pun tetap salah kalo dijalanin. Mau manusia beragumen sampai nangis darah pun, itu yang udah ditentuin salah oleh Tuhan ga bakalan jadi bener. Kita emang ga punya hak buat nge-judge orang, tapi sebagai sesama manusia dan bahkan saudara, sudah jadi kewajiban kita untuk memberi tahu (nasihat) ke jalan yang bener. Yang pasti Tuhan itu maha Pengampun kok

        LGBT harus dibenci?? >> saya muslim dan ngga setuju klo kaum LGBT harus dibenci. Dari kacamata agama manupun, hidup itu harus saling mengasihi. Mereka salah, bantu mereka tunjukkin jalan yang bener, mulai dari yang simpel aja, doakan mereka biar mendapat hidayah.

        @Galih Masahiro Kobayashi
        kamu tinggal di planet apa pak? penghuninya cuma 2 itu? ^^
        saya tambahin yah klo pilihan biar ngga simple minded.

        Kamu pilih yang mana?
        * Hetero yg suka berzina
        * Hetero yang taat akan agamanya
        * kaum LGBT yg taat akan agamanya
        * kaum LGBT yang suka berjina

    • buat anda org yg TAU dg AGAMA.apa di agama anda diajarkan utk jadi seorang umat yg PEMBENCI?
      Apa ada pahala bagi seorang umat yg memiliki rasa benci thd sesamanya?keuntungan apa yg anda dapat?

      apa anda org yg TAU agama…pernah berfikir utk sedikit saja bertanya dan kenapa thd LGBT?
      tarohlah ini penyakit?obat apa yg bs menyembuhkan?
      knp dr zaman nabi ampe munculnya MIYABIbelum ditemukan penangkalnya? dr zaman sihir ampe zaman justin biebir..
      apa yg bisa anda lakukan utk memusnahkan kami ??
      apa dg mengenyahkan kmi mjdi 1jaminan bhwa dunia ini jauh lebih indah?

      Cobalah utk merobah cara pikir anda …sediiikit sj.knp hrs ada surga neraka…predator…masalah..hrs ada idup setelah mati…dlsebagainya.
      Kenapa kita berbeda satu dg lainnya…itu KUASA TUHAN.kita jalankan aja peran yg udh ditentukanNYA.

      LGBT…dpt berwujud apa saja.sodara ..teman ..anak..kolega…apa yg sdh Anda lakukan buat mereka?apa dg dihukum..dipenjara bs jadi jaminan km bs idup LURUS?
      kl saja rumah ibadah dan dalil agama sj belum pasti bs menjamin penyembuhannya..

      tarohlah ini bkn anugrah…apa ini KUTUKAN? Atau bakat..spt bernyanyi ..?hahaha.KAMI SAJA TIDAK TAU JAWABAN NYA..APALAGI ANDA .Apapun itu…mohon jgn pojokkan kmi.biarlah waktu…tuhan..yg akan meLURUSKANNYA.

      ini bkn pilihan..spt memilih jurusan atau warna favorit..jenis musik.yg kt suka.ini spt wkt br dilahirkan dlu…kt tak bs memilih dr rahim mana kt muncul..suku apa yg kt punya…etc.

  37. gue menunggu comment nya yang Aseksual.
    Kalau di forum religius, ada agama mayoritas dan minor. biasanya agnostic atau atheis jadi merasa lebih bijak. Kale..!?
    Sekarang kita menunggu kata bijak dari aseksual. eh… beneran, ada orangnya koq. selibat istilahnya. rite?

  38. Sorry sebelum nya. Melihat bnyk comment berbeda dr postingan ini. Saya jd tergelitik utk ikut bicara. Jujur sya adalah salah 1 kaum LGBT. Slama bertahun-tahun sya menjalani peran ini. Brusaha skuat tenaga merahasiakan “perbedaan” di diri saya ini dr kluarga, dan tmn2 kantor. Dan ga sdikit jg yg sudah mulai curiga dgn “perbedaan” di diri sya ini. Dan ada jg sgelintir sahabat yg saya percaya tahu siapa sbenarnya saya ini karena saya sndiri yg mengaku. Tp sya tetap pd prinsip saya. Masalah orientasi saya adalah urusan saya. Mnurut saya tidak perlu saya gembar gemborkan ke ranah publik. Apa lg minta di legalkan. Saya bgini tp saya msh mengerti ajaran agama yg saya anut. Dan jujur sbg makhluk ciptan-Nya sya jg msh takut dgn azab dan lain2nya. Jujur sya tidak mendukung LGBT di legalkan di negara Indonesia. Utk apa? Saya kagum LGBT yg berprestasi dan ikut mnerima hasil karya tmn2 sesama LGBT. Dan di negara ini sbenernya ga memandang mslh orientasi seksual siapapun asal individunya bisa menjaga itu utk dirinya sendiri, bukan malah dgn bangga berkoar minta di legalkan. Mau anda hetero, gay/lesbian smua bisa cari nafkah di negara ini. Dan sya juga mau membahas “LGBT hanya mengincar LGBT”. Sya pribadi yg saat ini msh menjadi salah 1 kaum tsb cuma ingin bilang. Itu salah. Sya sndiri slalu membayangkan dpt pasangan yg hetero dan pernah skali. Bgtu juga cerita dr tmn2 sesama LGBT. Bahkan ada yg lebih berani dlm aksinya. Cuma demi merasakan si Hetero tsb. Ada yg td nya hetero entah pnasaran atau ktagihan jadilah salah satu kaum LGBT. Jd mnurut saya gay/lesbian kmungkinan itu bisa dr lahir dan/atau “tertular”. Itu tergantung pribadi dan kuatnya iman seseorang. Skali lagi saya memohon tolong jgn legalkan “kami”. Sya msh mencintai kluarga saya yaitu ayah, ibu dan adik2 saya. Akibat topik LGBT ini kdua org tua saya makin overprotective thdp saya dan adik2 saya. Slalu di curigai ktika kluar rumah. Dan terus mewanti wanti. Mohon maaf klo bahasa saya kurang lugas.

    • Luar biasa, salut & respek pd anda. terus merapat & mendekatkan diri kpd TUHAN. sy sangat mengapresiasi org2 yg sprti anda. menyadari akan perbedaannya, akan posisinya tapi tdk menuntut hal2 yg berlebihan. sadar akan keberadaan orang lain. tahu antara HAK dan KEWAJIBAN yg sesungguhnya. tlg sebarkan pikiran2 “positif” anda ini kepada kaum LGBT. semoga TUHAN memberikan Hidayah-NYA . Aamiin

    • Menarik. Sedekat apapun kamu sama Tuhan dan (mungkin) kamu akhirnya menikah dan punya anak, kabari saya kalo kamu sudah gak berhasrat thd sesama jenis ya.

  39. Cuma numpang lewat.
    Untuk orang-orang yang menggunakan agama sebagai alasan untuk mendiskriminasi LGBT, saya mau tanya.

    Kalau di agama saya tidak ada larangan menjadi seorang LGBT gimana? Jadi maksud kalian agama itu agama abrahamic (Islam, Kristen dan Jewish) doang kan ya?

    Side note, makasih banyak om untuk tulisannya yang membuat saya teringat kembali bahwa di Indonesia ini masih ada juga yang openminded 🙂

  40. Sangat sederhana. LGBT mulai dari rahim ibunya hinga datang kedunia ini bukan atas kehendaknya sendiri atau kehendak ibunya. So,Who is the Creator ? mengapa harus membenci anak LGBT. Mereka Manusia bukan hewan. So, Do to others as you would like them to do to you.

  41. Saya tidak menolak LGBT dengan Hak dan porsinya masing2 krn itu sudah ketentuan hukum HAM dalam UUD. Tp saya menolak jika harus ada pelegalan nikah sesama jenis. Begitu, saya termasuk LGBT tp saya masih bisa berfikir rasional 🙂

  42. Mungkin kalian yang mendukung lgbt, malah menjerumuskan. Justru kami yang menentang perbuatan lgbt, ingin orang2 seperti mereka sembuh dan kembali kefitrahnya. Sam Brodie aja bisa kok. Masa kalian nggak? Trus inget gk, ada seorang lgbt yg meninggal karena HIV. Di saat dia meninggal, dia di tinggal sendiri di RS. Mana pendukung atw tmn2 lgbt nya? Gak ada, justru jenazah nya di urus sm org2 yg bukan pendukung lgbt. Sekian. * n.b Ayo sembuh dari Penyakit ini kawan-kawan !!!

    • penyakit ya sis?…. tw obatnya?…
      jangan bilang agama obatnya?…..
      udah pernah merasakan menjadi mereka belum?

      dont judge a book by the cover dong….
      cari tau dulu dan rasakan bagaimana mereka sesungguhnya….

      • pertanyaan kamuh aku yang jawab yah ^_^

        P1 = iya penyakit
        P2 = aku tau obat nya
        P3 = yup betul mendekat ke agama lah obatnya

        aku nanya yah sekarang ^_^
        kamuh udah mendekat, memahami n mengenal tuhan mu dengan baik ?

  43. Anda bisa berkomentar bagus karna anda bukan bagian dari lgbt anda harusnya bersyukur karena anda diluar daripada mereka, coba anda termasuk atau anak atau orangtuamu termasu apa anda masi mau bersuara?

  44. LGBT tak dapat di di obati…
    toh LGBT itu..Gak mengganggu orang yang tidak LGBT….banyak yang munafik..
    Saat lgbt di jatuhkan dan di kucilkan orang seperti saat ini..yang lgbt juga banyak yang menyebar kebencian terhadap kaumnya…karna dia takut akan diskriminasi itu sendiri….saya akuin ini saya….
    Apa yang anda lakukan sekarang…saya tidak takut akan diskriminasi…karna ini adalah hidupku…urusan sama TUHAN memang saya tau itu adalah dosa…tapi saya selalu berjuang untuk selalu taat pada TUHAN….walau mungkin itu tidak TUHAN terima…se gaknya dunia menerima keadaan lgbt…saya miris melihat indonesia ini…banyak orang2 yang menebar fitnah…menebar kebencian…atas nama agama terhadap kaum lgbt…
    Yang lgbt lakukan bukan mengganggu agamanya…tidak sama sekali..bahkan lgbt ikut berperan dalam acara2 keagamaan..
    Karna yang menebar kebencian itu belum mengerti…
    Lgbt juga tidak ingin seperti itu…tapi memang sudah manjadi bagian hidupnya….
    LGBT tidak bisa di obati…
    Kalo ada yang mengaku sembuh dari lgbt ..saya jamin dia masih lgbt sejati…karna dia hanya menghindar dari diskriminasi dan menghindar dari kebencian orang2 di sekelilingnya…

    Yang nulis…makasih atas dukungannya terhadap lgbt…terutama lgbt indonesia yang selalu di benci..di fitnah..dipandang sebelah mata..

  45. Curhat seorang gay

    Pertama, saya mau menyimpulkan beberapa hal yang membuat masyarakat Indonesia sepertinya anti sekali dengan LGBT.

    1. LGBT adalah dosa dalam agama -> Okey, skip the Bullshit and get real. Tidak ada manusia yang tidak berdosa, dan atas dasar apa para homophobia merasa berhak untuk menindas gay? faktanya saya sering melihat pria hetero menyukai lesbian, porn dsb. Tapi kenapa ketika bahasannya Gay, homophobia tiba-tiba jadi alim?

    2. Azab Tuhan itu, ga cuma menimpa satu individu, tetapi menimpa satu kaum (Masihkah kita membiarkan dosa kaum Luth?) -> Hellow guys, Belanda sejak 2001 sudah melegalkan LGBT dan sampe sekarang gak ada azab atau apapun. Bahkan, laju pertumbuhannya tetap stabil. Malah, di Indonesia (yang katanya mayoritas beragama) sering tertimpa bencana baik peristiwa alam maupun dari manusianya sendiri. Tentang laju pertumbuhan, pemerintah kita sampai mengeluarkan KB 2 anak cukup untuk mengendalikan ledakan penduduk. Mari bicara fakta dan statistik. Silahkan tunjukan bukti yang real bukan cuma meng-kafir2kan orang, mendosa2kan orang.

    3. Menular dan sembuh? -> Ini masih jadi bahasan yang gak ada habisnya. Dari science, psikologi dan sosial belum ada yang bisa dijadikan referensi apakah memang ada pola kalau LGBT itu menular atau gak. Tapi, teori yang masuk diakalku setelah melakukan riset kecil-kecilan :
    – Berdasarkan publikasi penelitian Skala Kinsey, ada 6 diversitas orientasi seksual. Skala 1 : pure hetero dan skala 6 : pure gay. Nah, orang yang berada di skala 2-5 ini orientasi seksualnya bersifat cair. Jadi, suatu saat dia bisa saja menjadi homoseksual dan suatu saat bisa menjadi hetero.
    Contoh
    a. Istilah menular : Cowo A (skala 3) punya cewe. Tiba-tiba diputusi pacar cewenya. Nah si cowo A bulan depannya dekat sama cowo Gay (skala 6). Dapat chemistry, akhirnya jadian. Oleh masyarakat dinamakan Menular, padah si Cowok A punya bakat orientasi seksual yang cair.
    b. Istilah sembuh : Cowo A (skala 3) putus sama cowo gay tadi karena orangtua cowo A mengancam Cowo tidak akan dapat warisan kalau tidak menikahi perempuan dan memberi keturunan. Akhirnya si Cowo A balik lagi sama cewenya dan menikah. Beberapa bulan kemudian punya anak. Oleh masyarakat awam dinamakan sembuh, padahal itu karena Cowo A memiliki orientasi seksual skala 3, sehingga masih memungkinkan melakukan hubungan badan baik dengan cowo atau cewe. Jika si Cowo A berada di skala 1 (Heteroseksual murni). Perempuan di muka bumi ini musnah pun dia tetap gak akan tertarik dengan pria.

    4. Bangga jadi gay? -> It’s personal ya, gak tau yang lain. Kalo gue malah gak menyesal dilahirkan seperti ini. Walaupun gue masih tertutup dari Ortu, teman dan kolega (untungnya mereka gak punya Gay-dar). Kenapa gue bangga? karena gue ngerasa beda aja dari laki-laki hetero yang jelas menguntungkan gue juga. Gue jadi bisa dekat ke semua gender (baik laki, atau perempuan). Malah, gue jadi bisa bergaul ke semua jenis personaliti. Mungkin karena udah tahu gimana didiskriminasi dan dijauhi. Perspektif gue jadi lebih luas dan one step ahead dari teman-teman pria hetero gue. Lingkungan menempa gue supaya terus berjuang diterima di masyarakat yang impactnya bagus ke jiwa gue. Mungkin beberapa LGBT ada yang gak bisa melewati masa-masa sulit ini dan malah menjadi stress, depresi bahkan bunuh diri.

    5. LGBT bukan soal seks -> Okay, jujur saja. Fakta membuktikan pria itu setiap detiknya memikirkan hal-hal berbau sex. Tidak terkecuali dengan Gay. Nah, berhubung gay juga gak bisa hamil yah jadi Onfire. Begitu juga Lesbian dan Transgender. Namun, tidak semua LGBT gila seks. Sama halnya dengan heteroseksual. Mungkin bagi yang waktu luangnya tidak disalurkan kepada hal-hal produktif dan positif mungkin di gadgetnya akan penuh dengan aplikasi online dating. Dan udah rahasia umum juga, di kalangan Gay (gak tau Lesbian dsb) sendiri, terdapat Social Hierarchy lagi. Gay yang muka pas-pasan dan gak berduit siap-siap aja berada pada rantai terbawah. Bayangin, udah didiskriminasi oleh Hetero, dapat diskriminasi lagi dari Gay High Class or Premium. Hahahha

    Sorry Kepanjangan. Semoga membuka perspektif baru.

  46. Kebanyakan org tdk bisa membedakan mana Orientasi Seksual dan mana Perilaku Seksual. Pun ketika sudah memahami hal tsb harus dilakukan uji banding kasus dgn heteroseksual sbg kaun mayoritas.

    Contoh:
    Seorang gay menyodomi anak dibawah umur.

    Studi kasus:
    Banyak orang langsung melakukan generalisasi bahwa gay berbahaya krn mereka mengincar anak dibawah umur. Mereka lupa bahwa kasus diatas juga terjadi pada kaum heteroseks dan bahkan jumlahnya berkali lipat lebih banyak. Mereka lupa bahwa pd kasus tsb yg bermasalah adalah perilaku seksualnya.

    Bila ada yg mendapati contoh LG (tanpa B dan T) berperilaku tidak baik dan tdk ada mereka temui LG yg berperilaku baik itu krn dua hal, pertama krn mereka kurang gaul, atau kedua krn banyak kaum LG sendiri masih hidup dibalik tirai alias discreet sehingga mereka yg baik tidak berhasil ternilai oleh masyarakat padahal mereka inilah satu2nya harapan dan saya memiliki banyak teman LG yg memiliki hati baik (lagian bukannya mereka justru terkenal krn kebaikan hatinya ya?).

    Sbg catatan tambahan atas tulisan ini sy menggunakan istilah LG tanpa B dan T krn ingin menggolongkan orientasi seksual dasar tanpa mengurangi hormat krn menurut sy B bukan orientasi seks dasar sementara T sudah lebih menuju kpd tindakan. Mereka disatukan hanya sebatas krn mereka termasuk golongan minoritas dan penyatuan ini jg berpotensi mengaburkan penilaian org krn yg saya lihat masyarakat menilai LGB itu semua adalah T (contoh: waria/banci) padahal kenyataannya tidak demikian.

    Thanks bro HM atas tulisannya yg indah ini. Hanya mereka yg telah melihat yg akan mengerti.

  47. Pagi teman2 semua.
    Apa yg teman2 tulis itu ada lah hak teman2.
    Jujur saya menyadari orientasi seks saya menyimpang.
    Tpi apa teman2 disini pernah merasakan hal seperti yg saya alami ?
    Jujur siapa yg mau di lahir kan dengan kondisi seperti ini.. Kalo saya dapat memilih saya ingin hidup normal seperti teman2 yg lain nya ..
    Hidup penuh dengan siksa batin karena mencintai hal yg tidak harus di cintai.. Menahan rasa sakit hati.. Menahan perasaan yg ada di dalam hati..
    Siapa yg mau seperti itu ? Kalian tidak mengerti karena kalian bukan seperti saya . Saya pun juga ingin hidup seperti manusia normal lain nya.. Sudah berbagai cara saya lakukan untuk dapat berubah.. Walaupun secara mental dan fisik dapat di atasi.. Tapi perasaan dan hati ada kah yg dapat merubah..?
    Kalo hanya sekedar omongan yg sperti kalian lontarkan memang mudah tapi kami yg menjalani ini semua apakah semudah membalikkan telapak tangan ? Jujur saya sudah menyerah untuk hidup sperti ini.. Hidup dalam sakit hati dan apabila di jalani penuh dengan dosa.. Dan apabila berpura-pura normal layak nya orang lain hanya membohongi perasaan sendiri dan orang lain.. Mau kan kalian hidup seperti itu ? Sudah pasti tidak mau..
    Jujur saya menahan hasrat yg salah ini sejak kecil.. Agar saya tidak jatuh kejurang yg salah.. Tapi saya menyadari keadaan saya dari awal sudah salah.. Saya hanya bisa diam dan meneteskan air mata apabila ada orang yg bilang orang yg sperti sya ini laknat , haram, sampah masyarakat atau apalah..
    yg saya ingin kan kalian cukup diam dan apabila kalian tidak mengerti sperti yg saya rasakan bisa kah kalian hanya cukup diam.. Bukan menghina tapi yg kami butuhkan adalah SUPPORT untuk kami agar kami dapat hidup normal seperti kalian.. Untuk kondisi sperti ini.. Saya seakan akan hidup seperti di asing kan ..
    Yg saya ingin kan saya hanya ingin bisa hidup normal sperti kalian .. Itu sudah cukup bahagia bagi saya.. Saya juga ingin mempunyai keluarga kecil istri dan anak yg menemani saya.. TPI perasaan saya masih belum ada untuk lawan jenis saya.
    Mohon jgn hakimi kami semau nya.. Yg kami buruhkan SUPPORT dan bimbingan.. Karena kami ingin hidup sperti kalian..

  48. Terima kasih mas djun. Saya juga setuju masalah dosa itu masing2. Toh menurut agama saya, agama lain itu salah tapi tidak serta saya memusuhi teman2 yg agama berbeda dengan saya.
    Benar sekali mas, kalau ada tindak pelecehan seksual seharusnya tindakan nya dilaporkan karena masalahnya adalah tindakan pelecehan nya bukan siapa yg melakukannya. Jika dilakukan oleh hetero tetap saja kan itu tindakan pelecehan.
    Coba lihat lagi. Kita terlahir dengan agama yang kita juga tidak pilih sendiri. LGBT juga tidak meminta terlahir seperti itu kok.

  49. Saya banyak berteman dengan kaum lgbt…dan mereka semua itu baik….kalo ada yang menganggap mereka itu jahat….belum tentu mereka yang merasa sempurna itu tidak jahat…dengan membenci mereka disitu terlihat kebodohan cara berpikirnya….jangan bawa2 agama….sebab belum tentu segala kebaikkan yang diajarkan agama sudah diterapkan dalam kehidupan se-hari2.

  50. I’m beautiful in my way
    CAUSE GOD MAKES NO MISTAKES
    I WAS BORN THIS WAY

    NO matter gay, straight, bisexual, lesbian, transgender
    We are all HUMAN we all need LOVE and RESPECT 🙂

  51. Kita masuk ke zaman dimana manusia makin dihargai dan di hormati haknya dan mulai melupakan apa yg Tuhan tetapkan dan apa yg menjadi hakx Tuhan. Saya tidak mau mencampuri pilihan orang lain tapi saya juga punya Tugas dari Tuhan yg saya sembah untuk menjangkau mereka yg terhilang. Saya tetap memegang teguh apa yg firman Tuhan katakan. Kasihilah sesamamu manusia tapi bencilah dosanya. Dgn jelas dikatakan dlm Firman Tuhan, para pemburit tidak mendapat bagian dalam kerajaan Allah dan saya tidak mau orang terjebak kedalam lingkaran itu. Oleh sebab itu saya ingin mereka yg terjebak di dalamnya saya tarik keluar supaya mereka jiga menikmati anugerah jeselamatan. Dengan cara menyampaikan kebenaran yg sesuai dengan standar mutlak Firman Tuhan.

  52. saya sebagai pemeluk agama mayoritas di Indonesia pun sebenarnya mempertanyakan penolakan terhadap kaum LGBT. Setau saya yang dilarang adalah tindakan sodomi, yang di mana sodomi tidak hanya dilakukan oleh kaum homo (gay dan lesbian, dalam hal ini sodomi dilakukan oleh gay) tapi juga banyak dilakukan oleh pasangan laki-laki dan perempuan. Jika kalian ingin mengutuk perbuatan seksualnya yang menimbulkan penyakit, maka kutuklah semua kaum sodomi tanpa memandang orientasi seksual mereka. Jika orientasi seksual adalah benar-benar pilihan pribadi kita atau menular karena pergaulan, apakah masuk akal, jika seseorang memilih untuk keluar dari kebiasaan umum dan berada di dalam tekanan sosial dunia untuk menjadi homo? Dan sudah cukup banyak penelitian di luar yang menyatakan bahwa manusia tidak pernah ada yang 100% straight, mereka hanya memiliki kecenderungan dan orientasi seksual tidak 100% kepada suatu jenis kelamin. Dari sisi agama islam mungkin ini bisa menjadi bacaan yang membuka pikiran kalian yang hanya memahami dari kulitnya saja https://azisaf.wordpress.com/2016/02/18/homoseksualitas-dan-fikih/
    Saya pun masih cetek dalam agama dan terus membaca dan mencari tahu tentang LGBT sebelum saya memutuskan diri saya menerima atau menolak, karena sejahat jahatnya orang adalah menghakimi orang berdasarkan ketidak tahuannya. Straight Male, 20yo. Mohon maaf om Piring karena saya share link blog lain.

  53. Rame sekali pembahasan topik ini. Tapi semua berujung perdebatan tak kunjung habis. Ingat saja, dosa perbuatan kita semua ada hitungannya. Setiap kebaikan pun akan membawa keringanan di akhirat kelak. Jadi tidak usah merisaukan orang lain. Yakinlah dengan keyakinanmu sendiri. Fenomena lgbt ini kita smw tw merupakan tanda2 akhir zaman. Mau ditahan,ditolak seperti apapun, akan tetap terjadi karena sudah digariskan seperti itu. Bagi kaum hetero, tingkatkan saja iman kalian,beramal yg banyak, klo masih sempat ya doakan saudara2 kita yang lgbt agar menghindari perbuatan yg dilarang agama. Bagi kaum lgbt, mudah saja. Menjadi lgbt tidaklah harus berbuat zina. Seandainya tidak mampu menjadi hetero, masih ada pilihan untuk hidup mandiri, sendiri sehingga terhindar dari perbuatan yg dilarang. Karena baik hetero maupun lgbt sama saja, memiliki perasaan dan hati yg kadang bertolak dengan akal pikiran. Ingat saja. Kiamat sudah dekat.

  54. Saya lesbian tapi saya bisa berkeluarga dan mencintai suami saya dan sekarang sedang mengandung buah hati yang ke tiga. Saya sembuh? Tidak, tapi rasa ini tidak berkembang. Apakah saya merasa tertekan? Tidak, saya pasrahkan semua kepada Tuhan. Saya bahagia? Iya saya bahagia dengan suami yang mencintai saya dan anak-anak yang manis.

    Pernahkah kalian berpikir kalau perasaan ini adalah ujian dari Tuhan? Kenapa saya dan kalian diberikan ujian berupa perasaan ini? Karena Tuhan yakin bahwa kita adalah hamba Tuhan yang istimewa ini bisa menjalankan ujiannya.

    Bagaimana tidak istimewa, kalau kaum hetero hanya diuji dengan menghindari perilaku zina dengan lawan jenisnya, kita diuji pula dengan menghindari perilaku zina dengan sesama jenis. Dan saya yakin balasan Tuhan juga nantinya lebih istimewa bagi saya dan kalian yang bisa terus berpegang teguh pada Tuhan.

    Sejauh ini saya tidak pernah berhubungan dengan sesama jenis. Rasa itu saya simpan rapat-rapat dan saya selalu berdoa semoga Tuhan juga menyimpannya dengan rapat.

    Dorongan “itu” pasti ada untuk melakukan hal-hal yang melanggar agama saya. Tapi jika ingat mati, dorongan itu lenyap. Kita semua hanya sementara di dunia ini. Kalau saya kalah dengan dorongan itu, bagaimana jika nafas saya terhenti ketika saya belum sempat memohon ampun pada Tuhan.

    Saya menikah karena Tuhan. Saya berdoa agar Tuhan menumbuhkan cinta kepada saya untuk suami dan anak-anak saya.

    Saya tidak setuju jika negara melegalkan LGBT dan pernikahan sejenis. Saya sayang anak-anak saya, dan saya tidak mau mereka seperti saya.

    Kalaupun pernikahan sejenis dilegalkan oleh negara, apakah juga legal menurut Tuhan? Bisakah berkah Tuhan melingkupi keluarganya? Apa yang dicari dari situ? Kenikmatan dunia? Kenikmatan semu? Hidup di dunia ini cuma sekejap kawan.

    Pertanyaannya adalah bisakah saya dan kalian melewati ujian istimewa ini dengan tetap berpegang pada Tuhan? Atau kalah dari dorongan nakal yang mungkin sedikit dihiasi bisikan iblis menjadi indah?

    Semoga saya dan teman2 dengan memiliki rasa yang sama selalu diberikan cahaya kasih Tuhan.

  55. To Bapak Henry Manampiring saya berterimakasih karena anda tidak menghujat lgbt seperti kebanyakan orang dan jujur saya berharap kita berdomisili dikota yang sama dan kita dapat duduk berdua ngobrol dan minum kopi / teh . Saya domisili jakarta .
    Saya seorang lesbian , kenapa saya menjadi seorang lesbian ? Karena itu sudah saya rasakan dari saya kecil dan baru mulai berpacaran dengan wanita ketika saya smp .
    Perlu diketahui seorang pelaku lgbt tidak pernah mengajak atau menggoda orang” yang normal untuk menjadi teman tidurnya jikapun ada itu hanya beberapa orang saja yang berfikiran sempit . Pernahkah kalian berfikir jika saya sakit hati ? Saya pernah ditinggal menikah oleh kekasih saya dan saya menutup hati saya selama bertahun2 karena apa ? Karena perasaan jauh lebih bermain daripada having sex .
    Dan kami tidak menular .
    Masalah dosa pernahkah kalian mendengar Tuhan menjadikan seseorang sesuai dengan kehendaknya ? Saya pribadi tidak akan menjadi seorang lesbian jika Tuhan ingin saya menjadi seperti kalian .

  56. beberapa waktu lalu saya menonton sebuah program tv swasta indonesia ddari youtube dan sungguh di luar dugaan seorang dokter jiwa ternama mengeluarkan stigmen dan menggolongkan LGBT sebagai penyakit jiwa,dan syukurnya banyak yang mengkritik setelah itu. menyedihkan,miris,ini bukti kemunduran bidang kedokteran kejiwaan di indonesia!
    jika LGBT adalah penyakit apakah ada obat2tan di apotik yang tersedia bagi lgbt?
    bukankah penyakit itu ada obatnya,Bipolar Disorder,Skizofrenia dll adalah penyakit kejiwaan dan jelas2 ada obantnya minimal penenang,tapi mengapa tidak ada obat bagi LGBT yang di kemas di apotik2? Karena LGBT bukan penyakit!Fakta!
    LGBT adalah bagian dari hukum alam akan keanekaragam bentuk dan corak kehidupan,LGBT bukan ancaman,karena orang yang terlahir hetero akan tetap hetero!.
    Itulah mengapa saya lebih nyaman tinggal di Thailand yang lebih liberal,toleransi dan menghargaiu perbedaan,bahkan film2 romantis bertema gay remaja banyak di kemas,dipasarkan dan di tonton banyak orang termasuk remaja2 hetero,tapi tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan remaja2 hetero Thailand berubah menjadi gay or bisex setelah menonton film “Love of siam,Red wine in the dark night,My bromance,Love is coming,Timeline,Lovesick series,Hormones series dll ” ha ha ha geli mendengar para pemuka agama yang merasa dan seolah2 menjadi Tuhan. Stop diskriminasi sekarang juga,kesetaraan manusia adalah hak2 yang tidak bisa dicabut. Semoga seratus tahun yang akan datang tidak ada lagi penistaan dan perampasan hak hak kaum LGBT.

    Buddhis Theravada tidak sepenuhnya menolak kaum LGBT,itu juga yang menjadi alasan saya konversi dari Islam ke Buddha Theravada,karena saya seperti menemukan rumah yang menaungi dan menerima saya apa adanya,saya rasa hanya agama2 Abrahamik (Yahudi,Kristen dan Islam) yang menolak keras LGBT.

    SABBE SATTA BHAVANTU SUKHITHATA (SEMOGA SEMUA MAKHLUK BERBAHAGIA) Sadhu3 x.

  57. Terimakasih om Manampiring. Setidaknya saya sebagai salah seorang yang berorientasi seksual berbeda dengan kaum hetero ini merasa sedikit terbantu dengan tulisan om dan kawan kawan yang berpikiran positif terhadap kaum minor.

    Intinya, akan percuma, ketika yang berkomentar, banyak yang berpikiran sempit. Tetap akan percuma ketika yang berkomentar harus di sembuhkan atau kami ini penyakit, ternyata tidak pernah membaca banyak buku. Dan akhirnya cuma jadi debat kusir, ketika mereka yang berkomentar menular atau kami ini sedang melakukan perang diam diam, sebenarnya tidak pernah mengenal kami lebih dalam dan bagaimana kami sebenarnya.

    Kalau yang bicara tentang dosa, harusnya yang bicara itu malu dengan dirinya sendiri. Kalau berbicara tentang kaum soddom dalam kitab suci, perbanyaklah membaca. Perbanyaklah mendalami. Perbanyaklah memahami. Bukan dengan tafsiran manusia. Wahyu itu bahasa Tuhan. Kita cuma manusia. Paham maksut saya?

    Beruntungnya saya tidak terdidik dengan paham paham yang radikal. Saya terdidik dengan paham cinta kasih. Bersikap toleran sangat di ajarkan keluarga saya. Bahkan keluarga saya yang beragama mayoritas taat juga menerima orientasi seksual saya yang berbeda dengan kebanyakan. Tapi mereka tidak berusaha membawa saya ke dokter atau kyai atau psikiater agar saya mempunyai orientasi seksual pada umumnya, yaitu hetero. Dan jangan serta merta berpikir, saya dan keluarga tidak pernah melakukan debat panjang perihal orientasi seksual saya.

    Dan ketika saya merasa terpojokkan dengan komentar komentar miring soal LGBT, saya berpikir, “beruntung sekali kalian yang terlahir sebagai heteroseksual”. Sedangkan kami tidak melakukan kejahatan tetap di cemooh, di pojokkan, apalagi kalau sampai melakukan kejahatan. Tapi kembali lagi saya berpikir, “maafkanlah, karena mereka tidak pernah mengalami apa yang sudah 28tahun ini kamu alami, jadi wajar mereka belum mengerti”.

    Sayangnya banyak sekali yang tidak memahami, hetero, lesbian, gay, biseksual, transgender itu sama sama manusia. Hanya orientasi seksualnya yang berbeda. Kalau perilaku seksualnya, saya pikir, balik lagi lah ke mereka masing masing. Karena orientasi dan perilaku seksual itu 2 hal yang berbeda sama sekali.

    Sekali lagi, terimakasih om Manampiring dan orang orang yang tidak melihat kami dari satu sudut pandang.

  58. Melihat, membaca pengalaman sahabat2 yg ber-orientasi ke sesama.. saat ini jujur selalu membuat saya sedih. Sedih karna saya tau ujian kalian begitu berat. Semakin berat ketika bertemu dgn orang2 yg tidak mempedulikanmu. Bahkan tidak memanusiakanmu. Saya geram kpd mereka yg mulut dan jemarinya jahat.

    Saya meski beroerientasi hetero bukan berarti luput dr dosa. Itu jelas.

    Tapi seringkali hinggap di benak saya.

    Kebahagiaan seperti apa yg diimpikan sahabat2ku yg punya orientasi sesama jenis?

    Inginkah merasakan menikah dgn lawan jenis, memiliki rumah tangga.. dan berjuang melewati ujian yg Tuhan beri dgn menahan hasrat itu (entah sampai sembuh atau tidak hingga ajal)..?

    Ataukah menuruti hasrat..dan berjuang agar dilegalkan..diterima..menikah dgn sesama jenis..lalu mengadopsi anak (mungkin)?

    Mungkin tak perlu dijawab di sini.
    Toh jawaban itu yg akan menggiring keputusanmu.
    Keputusanmu bertanggung jawab pd kebahagiaanmu.

    Kebahagiaan tak jauh tempatnya. Dia ada di hati. Tanyakan pada lubuk hatimu sahabat..

    Sekali lagi maafkan jika hidupmu semakin berat ketika menemui manusia2 yg tidak memanusiakanmu.. percayalah, kami yg hetero pun masih sering menemukan manusia2 seperti itu. Mungkin sampai ajal.

    Tapi bahagiaku ada di hati. Maka saya sibukkan diriku merapikan hati.

    Salam sayang kepada semua makhluk Allah di bumi…

  59. Saya ada tetangga yg gay (orientasi seksual sejenis), ttapi karena diimbangi dengan niat dan keinginan yg kuat untk kembali strait, dia memutuskan menikah dan membangun keluarga. Dia sendiri curhat mngenai masa lalunya yg kelam sebelum akhirnya kembali straight karena niat dan kemauan yg keras.. . Ini bukan perkara sakit/sembuh, tetapi bagaimana niat dan sikap yg bersangkutan merubah hal tersebut kembali pada kodratnya.

    Kudoakan semua anda menemukan jalan terbaik untk bahagia di dunia dan di akhirat.

    • open minded dong
      Indonesianya aja yg penuh dgn orang orang kuno
      mementingkan popularitas diri sendiri dgn menyakiti sesama manusia
      ITU LEBIH BERDOSA DIBANDING KASUS LGBT
      artikelnya bagus om
      otak keindonesiaannya bisa sehat dan bisa diadu ke kanca internasional

  60. Bner kata bang hendry…lgbt just human being ..hak asasinya juga sama …..buat apa berkoar sana sini menjelekkan ..menjudge …sebelum menjudge lbh baik intropeksi diri apa sdh bner karena yg berhak menjudge umatnya itu cuma TUHAN ..lgbt bukan lifesyle lgbt ga menular ..sebelum berkoar sana sini selami bagaimana lgbt terjadi ….saya akan share saya sdh berkeluarga dan 2 punya anak ..dan saya ada usaha dimana dr 13 karyawan saya 4 org lgbt dr situ saya bs memahami mereka ternyata mereka lebih kreatif lbh pintar dan lebih loyal sama saya karena kerja dengan hati…dan satu lgi lgbt tdk menular ..bukan penyakit.coba yg berkoar coba pikir berapa bnyk anak2 yg rindu sosok ayah sosok ibu korban kdrt i korban perceraian itu penyebab luka batin yg bs jadikan org lgbt ….jadi sebelum berkoar sana sini lebih baik perbaiki dulu diri kita….sebelum menjelekan ..tanya dulu apa keluarga yg berkoar tdk menutup kemungkinan ada yg lgbt apa itu yg berkoar tdk menjelekkan keluarganya.

  61. Saya jujur ya om. Pendapat saya sama dengan artikel yang om tulis ini walaupun saya jujur bisa di bilang agak merasa aneh jika deket dengan kaum2 gay. Tapi di balik ini semua saya merasa OK dengan adanya kaum2 dan komunitas LGBT.

    Untuk melihat dengan adanya sosok “dosa” yang di lakukan oleh kaum2 tersebut. Coba kita liat dengan adanya “Dosa” di antara ormas,politikus ataupun komunitas yang ada di negeri kita ini. Kalau kita kutip dari komen saudara/i Sisil. Dia menulis “sudah jelas salah dalam agama, maka tidak perlu ditoleransi. Buat apa mementingkan toleransi dengan manusia kalau harus menghancurkan toleransi dengan Tuhan? Dan saya rasa gak perlu menjadikan hak asasi sebagai alasan”

    Saya akan memberikan contoh yang direct kepada sesama orang indonesia yang bisa menjadi example mengenai dosa dan larangan hak.

    FPI merusak nama baik agama lain dan menjelekan agama islam sendiri. Banyak muslim di negara ini yang tidka setuju dengan FPI, namun saya tidak melihat banyak muslim yang bercecok dan memarahi FPI.

    FPI juga sering merusak toko minuman keras yang mungkin penjualnya muslim ataupun non muslim. Kalau penjual mirasnya orang kristen atau katolik misalnya, kan di agama mereka tidak ada larangan untuk menjual miras, kenapa FPI merusak hak orang tersebut untuk mencari nafkah.

    Bukan kah ini dosa dan larangan hak penjual miras untuk mencari nafkah??

    Koruptor yang merajalela di Indonesia. Mereka merusak hak penduduk Indonesia untuk mendapatkan kesejahteraan Kenapa tidak banyak orang Indonesia yang memarahi dan menyakiti koruptor2 tersebut seperti mereka mencacimakikan kaum2 LGBT.

    Jadi menurut saya sebelum melihat adanya perlakuan yang menurut saya salah dari LGBT dan dosa2 mereka menurut agama masing2. Kita liat dulu banyaknya dosa2 yang dilakukan orang lain. Dan kalau berani seharusnya membantah dan melakukan hal yang benar untuk menghetikan orang2 yang juga berdosa di negara ini. Jangan hanya kaum2 yang dianggap baru atau lemah.

    🙂

  62. Terima kasih untuk artikel nya om…..saya adalah seorang gay dan maaf ya buat yg koment menjatuhkan kaum LGBT lebih baik liat diri sendiri aja udah benar apa belum di agama manapun jg gak ada tuh menjelekkan, membenci atau membunuh sesama manusia or makhluk hidup yg dilindungi, saya sebagai gay jg tidak merepotkan orang2 dan tidak pernah usil karena saya tahu hidup dgn kedamaian itu indah…dan maaf banyak orang2 gay yg pintar dan membanggakan seperti saya dgn menari saya bisa melihat dunia dgn membawa nama bangsa indonesia dengan kedamaian….jd inti nya buat saya ngapain sih ngurusan urusan orang bukan nya itu tambah dosa karena membenci, menghina???????????? Sekarang urus masing2 deh karena hidup dan mati itu urusan yg di atas bukan urusan manusia yg sok tahu…segitu aja sekian dan terima kasih

  63. at the end of this world only one who can be a Judge in this world who is GOD. HE for sure will judge each one of human being for what, who and how he/she lives during their live in this world..
    Just be kind to another (human and animal) and try to live in peace every day 😊..

    Ps: I am an open minded woman with 2kids 😊

  64. Jujur saya juga merasakan hal yg sama, tapi saya hidup di lingkungan yang menentamg glbt, jadi saya harus hidup dengan menutupi erat2 keadaan saya ini, saya harus bersikap normal, sampai pernah pacaran sama cewek sampe ciuman tapi saya gk merasakan apa2 saya sampai kecewa sama diri saya, kenapa saya harus jadi kayak gini? saya suka hidup normal sangat suka, saya sudah berusaha tapi tetap saja gk bisa tiba2 di jalan ketemu laki yg saya idamin yah jadi suka, saya siksa menahan perasaan ini, saya sama saja membohongi diri saya, saya harus bagaimana? saya sampai berpikir lari ke negara yang bisa menerima saya seutuhnya, saya suka menikah punya istri punya anak, tapi saya gk mau menyakiti hati mereka? Saya gk mau melakukan itu krn trtpaksa saya gk mau bohongi diri saya, jadi sebenarnya saya adalah bukti orang yg hidup dengan teman2 saya yg sangat menentang glbt, saya percaya Tuhan menciptakan saya sempurna.

  65. Terima kasih artikelnya Manampiring.
    Sebagian besar dari kami sebenarnya tidak mau menjadi seperti ini salah satunya adalah saya.
    Sejak kecil kelas 3SD saya memang menyukai perempuan, tetapi saat kejadian itu saya diperlakukan kotor (pelecehan seksual) dari seorang teman saya sendiri yang dimana umurnya lebih tinggi dari saya.
    Akhirnya lama kelamaan saya menjadi gay.tidak ada seorangpun tahu kalau saya gay.meskipun saya mencoba untuk berubah menjadi normal, tetaplah susah.
    Banyak teman2 saya yang mempunyai cerita tersendiri kenapa dia menjadi gay.ada yang mengatakan karna keluarga yang sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak ada bimbingan orang tua terutama ayah (ini juga pernah saya alami) dan masih banyak yang lainnya.
    Sekali lagi, ini bukan keinginan kami untuk menjadi gay.menjadi gay bukanlah pilihan kami.
    Mohon, hargai kami selayaknya sesama manusia yang hidup di bumi.yang kami butuhkan hanyalah kasih sayang dan seseorang yang bisa merubah kami menjadi normal (meski peluangnya sedikit)
    Insya’allah sebagian dari kami mau.

  66. Saya punya seorg tmn, laki2 dan cakep. Rumah org tuanya tdk jauh dari rumah ibu saya. Dia sangat sayang sm kluarganya, stiap ada kesempatan dia pasti pulang ke rumah org tuanya. Berbeda jauh dgn saya yg cm pulang ke rumah ibu skali setahun di hari raya itupun paling lama 2 hari. Satu waktu ketika menjelang hari raya – yg biasanya dia sudah pulang lebih dulu ketimbang saya – ternyata dia blm pulang. Waktu saya tanya dia blg kemungkinan dia tdk pulang. Setelah ngobrol dgn saya akhirnya dia terus terang bahwa dia tdk mau pulang krn merasa kotor, dia merasa kasihan sm kluarganya apalagi dia adalah kebanggaan dan tulang punggung kluarga. Dia sadar jadi org yg menyukai sesama jenis itu salah tp utk berubah jd hetero dia jg benar2 tidak bisa. Dia tdk bisa “on” klo sama lawan jenis. Dia jg memperlihatkan foto kekasihnya yg sangat tampan dan merupakan anak seorg pengusaha kaya raya dan sedang menempuh pendidikan di aussie. Jadi apa yg tidak diketahui oleh org2 “normal” seperti kita adalah menjadi org yg orientasi seksnya di luar konteks “normal” itu adalah menjadi beban mental tersendiri utk mereka. Sebagian besar dari mereka slalu khawatir jgn sampai ada org lain yg tau orientasi seks mereka…. tidak perlu menghakimi mereka. Kita smua melakukan dosa setiap saat dgn cara yg berbeda. Mengingatkan tidak perlu dgn menghina dan mencaci. Utk yg punya blog ini adalah tulisan yg luar biasa. Salut utk anda….

  67. Saya Radit kebetulan orientasi saya Bi, Pansexual tepatnya bagi yang tidak mengerti bisa di googling. Bisa bisa dibilang saya bagian dari yang sekarang marak diperdebatkan. Sebelumnya terima kasih atas artikelnya, saya sangat menghargai pandangan penulis maupun yang komentar. Buat saya LGBTQA bukanlah hal yang patut dilebih – lebihkan karena hal ini sudah ada sejak lama, terlebih di Indonesia. Dari jaman bugis kuno yang membagi manusia menjadi 5 gender, tradisi Cebolang dalam kesenian Reog, sampai Mairil & Nyempet dalam kalangan pesantren.

    Bagi yang pro LGBTQA, sebelumnya terima kasih karena dapat menerima orang yang memiliki orientasi berbeda didalam hidupnya, namun alangkah lebih baik jika dukungan tersebut dilakukan melalui perbuatan, bukan hanya menuliskan dukungan tanpa adanya perbuatan terlebih hanya share artikel atau tulisan mengenai ini. Karena bukanya membantu malah akan membuat hal ini semakin besar dan meresahkan banyak pihak.

    Bagi yang merass LGBTQA, stop menuliskan kisah – kisah memilukan solah – olah semua LGBTQA itu hidupnya sangat menderita. Memang saya tidak ikut dalam gerakan LGBT apapun, karena tidak sejalan dengan pandangan saya. Menurut saya ketika kita merasa minoritas dan ingin diterima mayoritas bukan dengan jalan berteriak – teriak agar mayoritas mau menerima. Alangkah lebih baik jika kita dapat beradaptasi dengan sekitar, seperti pribahasa dimana bumi dipijak disana langit dijunjung. Lebih baik kita buat mereka menerima kita dengan karya atau apapun yang membanggakan dari pada berteriak, terlebih meminta belas kasihan. Katanya mau diterima, tapi malah buat berkelompok sendiri terlebih buat bendera sendiri.

    Bagi yang Kontra LGBTQA, saya yang mempunyai orientasi seksual berbeda mungkin terlihat sebagai pendosa di mata kalian, namun orientasi berbeda bukan berarti saya kriminal. orang yang LGBTQA didunia ini banyak, bahkan banyak juga yang tidak berani berterusterang, namun bukan berati kami ingin bersekutu dan menjadikan dunia ini sarang LGBT. Masalah dosa biar kita tanggung masing – masing, masalah ada yang takut kalau seluruh nya jadi kena azab karena terdapat segelintir yang LGBT(dosa besar) pertanyaan saya lalu yang Hetero namun pemabuk, makan babi, dan suka berzinah bagaimana?. Tapi sudahlah saya juga tidak meminta belas kasihan anda untuk menerima keadaan saya, apalagi mengakuinya. yang jelas mari kita sudahi saja perdebatan ini, karena bagi saya ini sama saja kita berdebat agama mana yang paling baik diantara 5 agama yang diakui di Indonesia. Tidak akan ada ujungnya.

    Terima Kasih

  68. butuh pemikiran dan hati yg terbuka serta iman yg kuat utk bisa menulis ini. Karena saya sendiri kurang bisa menerima LGBT. Tapi dengan tulisan ini saya akhirnya sadar dan terbuka. Bahwa gak ada yg salah dengan mereka. Gak ada yg kurang dengan mereka. Dan saya yakin bahwa dimata Tuhan manusia adalah sama. Yang dinilai adalah sifat dan perilakunya. Paus Fransiskus pernah berkata bahkan seorang Atheis pun berhak masuk surga. Karena manusia di dunia punya tugas untuk saling mengasihi dan berbuat untuk sesama. Surga atau neraka adalah hak otoritas Tuhan. Kita manusia tidak berhak menghakimi. Dan berharap kasih Tuhan agar kita layak dihadapanNYA. Namun hendaknya kita menjaga anak cucu kita juga agar tidak ikut arus modernisasi seperti LGBT juga. Hidup wajar, penuh kasih, bermanfaat buat sesama, negara, dan Tuhan. Terima kasih pak henry atas pencerahannya melalui tulisan ini.Sukses selalu.

  69. Ternyata yg komen banyak,, tapi saya salut sama mas manampiring yg berani menulis sedikit artikel pengetahuan tntang yg lg ngehit banget di negeri tercinta ini, LGBT. Ada yg jijik, ada yg menolak mentah2, ada yg gak setuju, ada yg bawa2 tentang agama, kitab dan kepercayaan. Apa hubungannya ya sama yg dibahas semuanya. Kalo membawa agama, juga gak bakalan kelar dibahas sampe tuntas.

    sekali lagi keren sekali buat para komentator semuanya. Apapun komen anda semua, akan bermanfaat bagi yg membacanya.

  70. Yth.Mas HM

    Saya mau mohon izin menyampaikan pemikiran saya terkait isu LGBT

    Jujur saya sangat senang mengetahui masih ada manusia dari kelompok heteroseksual yang juga memandang LGBT sebagai manusia.
    Saya adalah bagian dari LGBT,khususnya transgender. Mungkin ada yang berpendapat bahwa LGBT bawaan,atau karena ikut2an. Saya tidak menampik keduanya. Ini adalah dunia, hal apapun mungkin dan sangat mungkin terjadi.
    Menjadi seorang transgender itu,ibarat memakai baju yg kekecilan, it’s impossible to wear it forever.
    Saya teringat akan Tuhan saya,ketika Dia akan menciptakan manusia dan malaikat berkata “Ya Tuhanku,kenapa engkau menciptakan sesuatu yang hanya akan berbuat kerusakan di muka bumi?” dan jawaban Tuhan hanya “Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.
    Bagi saya wajar suka-tidak suka,setuju-tidak setuju,tetapi ketika menyangkut masalah individu sebagai makhluk dengan TuhanNya, maka selama itu pula kita tidak berhak mencampuri urusannya.
    Saya tidak menyangkal bahwa ada oknum LGBT yg mungkin bertindak mengikuti dorongan nafsu semata sehingga terjadi kasus pencabulan,pelecehan seksual,dsb. Namun perlu digarisbawahi pula bahwa banyak LGBT yg juga berusaha untuk menjaga dirinya,martabatnya,keluarga serta orang2 di sekitarnya.
    Masalah orientasi seksual itu seperti suka durian atau tidak suka durian. Kita tidak bisa memaksa atau menyembuhkan orang yang tidak suka durian agar suka durian. Pun, kita tidak bisa begitu saja melenyapkan orang yg tidak suka durian hanya karena mereka tidak suka durian.
    In the end of the day, bukan hal yang tidak mungkin LGBT itu adalah faktor bawaan. Malaikat tidak pernah menuntut Tuhan untuk menjadikan mereka malaikat, pun makhluk apapun di dunia dan di langit.
    Untuk teman-teman hetero, jangan takut pada saya…saya tidak akan pernah menjadikan anda seorang transgender karena saya bukan vampir yg bisa mengubah makhluk lain, saya juga tidak ingin mencari dukungan anda, dan saya akan sangat sedih seandainya anda hetero tetapi justru kemudian memilih menjadi transgender. Saya hanya ingin meminta beberapa hal : tolong manusiakan saya sebagai manusia, seulas senyum di wajah anda dan sapaan hangat itu sudah lebih dari cukup daripada pandangan penuh kebencian dan sumpah serapah yg keluar dari bibir anda.

  71. Dear OM HM

    terimakasih om atas artikel nya.. terimakasih atas keterbukaan nya akan status kami..
    dari artikel yg om , ada rasa sedikit tenang .
    Jujur saya tidak terlalu terobsesi untuk dilegalkan ..
    karena saya tau, klw negara kita ini negara yg ( katanya ) taat berAgama

    sebagai seorang Gay, saya sangat tertekan melihat media yg selalu menjerumuskan, memojokkan,menghujat,mencaci maki kami,
    dan kadang klw terdengar di telingaku orang membicarakan kami dengan perkataan layak nya kami ini wabah penyakit yg sangat bahaya, ingin rasanya aku menangis, perih rasa nya dihina seperti itu..

    maaf jika aku curhat disini, tapi ini lah yg aku rasakan…

    Dear Penghujat

    maaf buat yg suka menghujat kami dengan alasan apapun atau dengan kedok apapun..
    apa kalian tau yg kami rasakan ?
    coba kalian itu ada di posisi kami, mungkin kalian banyak yg bunuh diri, atau depresi tingkat dewa.
    kami tidak ingin di lahir kan dengan keadaan seperti ini. ini semua bukan kehendak kami.
    saya sudah pernah mencoba pacaran dengan seorang perempuan, tapi berjalan sangat cepat. dan aku tidak ingin membohongi dia, membuatnya.kecewa..
    percuma aku pacaran dengannya klw hanya buat dia sakit hati dan menyembunyikan siapa aku sebenarnya.
    banyak diantara kami yg bertopengkan sebagai hetero. karna kami takut akan keselamatan kami yg terancam,
    dan kalian bilang klw kami ini rentan penyakit HIV.. apakah itu selalu benar?
    maaf ku rasa Ngak .
    banyak juga dari kalian yg hetero juga banyak yg terkena …
    bukannya saya membenarkan kami..
    tapi ku rasa kita sama ..
    hanya saja kami sedikit berbeda dengan kalian.
    hanya.karna kami mencintai sejenis dengan kami..

    maaf jika tulisan ku jelek..
    karna aku bukan penulis …

    Salam Hangat dari Kami yg Kalian Hina

    I’am Gay..
    dan saya bangga dengan keadaan saya

  72. Sebagai penulis yang followernya banyak, (tambah) kagum sama Om Henry dengan kedewasaan berpikir dan tulisannya yang bagus sekali.

    Sudah terlalu banyak omongan kasar, jahat, dari pribadi2 yang sudah tertutup pikirannya dalam issue ini, sementara yang berpikiran seperti Om memilih diam karena takut dicap liberal/kafir/jauh dari agama, dll dsb dst.

    Coba, adakah yang menganggap LGBT sebagai penyakit yg harus disembuhkan tapi datangnya bukan dari dalil agama?

    Mau ngomongin agama sampai kapan juga gak akan kelar. Apalagi menghakimi orang lain berdasarkan keyakinan akan agama sendiri. Tambah lucu buat yg bawa2 agama ini ternyata juga orang2 yg sama yg pernah bikin dosa berdasarkan agamanya sendiri. Lupa kalau diri sendiri sama2 manusia yg juga bikin dosa, hanya dengan modal kutipan kitab lantas merasa berhak menjadi perantara Tuhan yang bisa menghakimi orang lain.

    (Buat yg masih berdalih punya kewajiban mengingatkan dan menyembuhkan LGBT yg uda dosa banget di hadapan agama, apakah uda ngingetin diri sendiri dan keluarga buat gak ngelakuin dosa2 lainnya yg juga ada di kitab?)

  73. Dear All,

    Saya seorang heteroseksual yang memiliki beberapa teman LGBT, menurut saya kondisi orientasi seksual saudara saudari kita ini bukanlah “penyakit”, tetapi “kondisi”, dan menurut saya, janganlah bawa bawa Agama ke dalam hal ini karena : banyak orang mengaku beragama, namun lebih jahat dari orang tak beragama. Sedangkan 100% (SERATUS PERSEN) teman LGBT saya adalah orang yang baik ( Good natured person ), hanya, mereka memiliki “kondisi” yang berbeda dengan mayoritas.

    Sejak jaman dahulu, kaum minoritas selalu dijajah dan di kekang karena ke-berbeda-an nya, dan hal ini tidak saja terjadi pada manusia ( homo sapiens ), namun banyak spesies makhluk hidup lainnya. Saya tidak membenci anda yang membenci kaum LGBT sampai sampai anda merasa bahwa kaum LGBT adalah bencana di muka bumi yang harus dilenyapkan, tetapi izinkan saya mengajak anda menyadari bahwa saudara/i kita ini adalah sesama kita juga…

    Jika anda memaksa membawa Agama ke dalam perdebatan ini, saya tidak bisa melayani anda, karena agama saya hanya menulis “cintailah sesama mu manusia…” (tanpa ada pengecualian, baik itu agama lain, suku / ras / negara lain, dll)…. maka, bukalah mata hati anda, maka anda akan menyadari bahwa kita semua adalah sama.

  74. Agreed, Om. Cuma ada 2 org di dunia ini: good one and bad one. Kedua orang tsb gak ada embel2 agama, ras dan orientasi seksnya. Perlakukan orang baik dengan baik, dan perlakukan orang yang jahat dengan lebih baik lagi.

  75. Tulisan yang menarik, Pak.

    LGBT memang sebuah hal yang wajar, ini adalah suatu bentuk pertahanan alam untuk mencapai keseimbangan.

    Secara rantai makanan, manusia adalah “Top Predator”, dengan kata lain adalah konsumen sumber daya alam tingkat tertinggi. Selama ini, daya dukung bumi cukup untuk memenuhi kebutuhan manusia. Namun beberapa dekade terakhir daya dukung bumi terus menurun akibat dieksploitasi manusia untuk memenuhi kebutuhan manusia yang bertambah setiap individunya dan individunya itu sendiri pun meningkat.
    Dengan munculnya “LG”BT diharapkan dapat menekan angka kelahiran. Dengan berukurangnya populasi manusia semoga generasi manusia mendatang dapat lebih menikmati bumi ini dengan segala sumber daya yang ada.
    Satu hal yang perlu manusia ingat, manusia tidak dapat hidup tanpa dukungan alam. Maka, bukalah mata hati anda, maka anda akan menyadari bahwa manusia, hewan, tumbuhan dan alam adalah sama.

    That’s how faith in humanity restored.

    • Setiap agama punya aturan yang mengatur seluruh umatnya … Mending silahkan dipahami lebih dalam lagi ajaran agamanya ..Non muslim pun boleh memahami dari kitab muslim karena memang Fenomena LGBT sudah menjadi tanda2 dari akhir jaman. Sekali lagi pahami dulu ajarannya.

  76. Hendri, apa kabar? Thanks ya tulisannya yang inspiratif dan menunjukkan kamu memang manusia, bukan “Tuhan” seperti yang dilakukan banyak orang terhadap teman-teman LGBT. Gereja tiba-tiba saja lupa bahwa dia bukan Tuhan karena terlalu sering memakai nama Tuhan untuk hidupnya, sebab gereja akhirnya merampas hak Tuhan untuk menghakimi teman-teman LGBT. Semoga Tuhan mengampuni Gereja.

  77. Ya ampun.. indah sangat tulisanya. Dari penuturan kata katanya penuh dengan intelegent. Aku berharap lambat laun pemikiran manusia bisa seperti anda. Mencari tahu apa yang mereka belum mengerti. Tanpa harus terlebih dahulu menjudge salah atau benar. Karena memang kita manusia dan orang disekeliling kita juga manusia. Mereka juga harus memiliki hak yang kita punya. Biarlah hal tersebut menjadi pilihan orang masing2 jikalau hal tersebut tak mengganggu individu lain. urusan dosa biarlah di tanggung indibidu dan tuhanya. Karena memang benar disini kita juga terdakwa (sama2 manusia)

  78. Final statement Om Piring terdengar menghibur dan indah sekali “Someday, when mankind is wiser.” 🙂

    Can mankind become wiser towards LGBT community? Jawabannya adalah tergantung dari masyarakat lingkungan itu sendiri.

    Selama masyarakat tersebut masih terikat dengan dogma-dogma agama samawi (Yahudi, Kristen, dan Islam) rasa-rasanya tidak mungkin untuk mengharapkan mereka bersikap toleran dan manusiawi terhadap kaum LGBT. karena kebencian terhadap kaum LGBT datangnya tak lain dari doktrin-doktrin yang diberikan oleh ketiga agama ini. Cerita bagaimana kota Sodom dan Gomora dihancurkan oleh Allah karena masyarakatnya melakukan hubungan sejenis telah menjadi tolok ukur bagi mereka kalau kaum LGBT memang layak dibinasakan oleh Allah karena dosa-dosa mereka.

    Namun sebaliknya, apabila masyarakat lingkungan tersebut tidak terlalu terikat oleh doktrin-doktrin agama samawi (Misal : Korea, Jepang, Perancis, Finlandia atau negara-negara dimana peran agama nyaris tidak ada andil dalam mengatur setiap sendi kehidupan masyarakatnya) maka masyarakat tersebut cenderung lebih bersifat terbuka dan toleran terhadap kaum LGBT.

    Sayangnya masyarakat Indonesia termasuk masyarakat yang masih memegang teguh doktrin-doktrin agama. Jadi jangan harap akan ada pandangan terbuka dan toleran dari masyarakat Indonesia terhadap kaum LGBT dalam waktu dekat ini.

  79. Kalau ada yang bilang gay itu suatu penyakit dan harus disembuhkan gue minta satu hal aja, kasih tau nama obatnya apa. Karena kalau kita berbicara secara scientific LGBT itu bukanlah suatu penyakit. Jujur sebagai seorang Gay sangat menyakitkam jika melihat tulisan seperti ini, bahwa LGBT harus diluruskan lah dan lain lain. Tolong bedakan perilaku seksual dan orientasi seksual, dan kalau masalah agama dan dosa prinsip saya hanya satu , Tuhan saya menciptakan saya sedemikan rupa dan saya yakin dia pasti tetap mengasihi saya selama saya percaya di dalam Nya dan terus mengasihi sesama saya, bukan kah itu hukum pertama dan terutama, kasihi Allah mu dan kasihi sesamamu, kalau kalian bicara dosa, ini sangatlah persepektif, di Islam di boleh kan untuk bercerai dan menikah lebih dari satu, sedangkan bercerai dan menikah lebih dari satu itu dilarang di Agama Kristiani, dan perlu dipahami bahwa kitab suci (setidaknya Alkitab) melarang keras homoseksual yang perbuatannya nista, jika anda lihat sodom dan gomorah, anda tau bahwa di kota itu mereka berzinah seperti bernafas, tidak kenal sudah menikah atau belum mereka terus berzinah sampai mereka puas, mereka dibutakan oleh nafsu, begitu juga dengan kejadian yang lalu yang dikutuk adalah perbuatan zinah dan nista nya, bukan orientasi nya. Kitab tidak pernah mengatakan bahwa menjadi Gay itu salah, tetapi mengatakan bahwa tindakan yang Zinah dan nista itulah yang salah dan dibenci oleh Tuhan. Apa sih susahnya mengasihi orang lain, anda sekalian bukan Tuhan loh yang bisa sebebasnya menghakimi orang itu dosa atau tidak, kasihi mereka, cintai mereka, dan terus dukung untuk berbuat lebih baik bukan zinah dan nista seperti yang di kutul oleh Tuhan, jangan memberikan wejangan kasar, menjatuhkan, dan menjelekan, itu hanya membuat mereka jatuh kedalam depresi, dan bisa berujung bunuh diri. Bukankah itu dosa lebih besar membunuh orang lain, memang bukan anda yang membununya, tapi perkataan anda, bukankah itu dosa lebih besar, saya tidak pernah membaca jangan homoseksual di 10 larangan Allah, jangan berzinah iya. Jadi kalau ada mengatakan homoseksual dosa itu menurut saya anda salah presepsi, kita bukanlah Tuhan yang bisa menilai suatu manusia berdosa atau tidak. Selalau pegang teguh Kasihi sesamamu seperti kamu mengasihi dirimu sendiri, dan selalu ingat hai temanku sebelokan, Tuhan mecintai semua ciptaanNya, jangan menyerah, jangan melepaslam Tuhan dan agamamu, selalu berdoa dan terus melayani, Semoga Tuhan memberkati kira semua dan bangsa ini ya.

  80. Tulisan yang sangat “bold” & kontroversial dilihat dri kacamata kaum hetero yg hmm bisa dibilang cukup obyektif.

    Selanjutnya mau ikutan nimbrung ringan ngasih opini pribadi gue mengenai LGBT & sebisa mungkin argumentasi gue tdk bawa2 nama agama (bosen men atas agama mulu). Gue masih berkeyakinan bahwa orientasi sexual kaum LGBT terjadi karena dorongan “nurture” (lingkungan), bukan “nature” (genetik/alami). Apakah LGBT itu penyakit? Bukan, hanya suatu kelainan. Maksudnya kelainan jadinya abnormal & melenceng gitu? Iya abnormal. Apakah hal abnormal itu sesuatu yang buruk? Abnormal blm tentu buruk karena tidak ada satupun di dunia ini 100% flawless tanpa cacat. Teori relativitas pun menyatakan tidak ada sesuatu yg lurus mutlak krn bumi pun bundar tanpa ada ujung selayaknya garis lurus & normal itu adalah sesuatu yg subyektif. Ada kalanya kecacatan bisa menjadi sesuatu yg indah. Kecacatan itu adalah sesuatu yang abnormal, tapi belum tentu segala sesuatu yg abnormal adalah cacat. Analogi yg mendekati keabnormalan LGBT adalah stuttering atau gagap. Gagap & bisu sama2 bentuk kelainan/abnormality kemampuan bicara. Gagap bkn penyakit menular tapi bisa terjadi oleh faktor “nurture” karena organ fisik utk bicara tersedia lengkap & sehat. Berbeda dgn bisu yg memang bs terjadi dri lahir atau faktor “nature” & umum disebut (maaf) cacat karena kekurangan terhadap organ bicaranya. Chance utk memperbaiki org gagap jadi bicara normal lbh tinggi dripd memperbaiki org bisu utk bicara. Selama si gagap punya kemauan kuat & sungguh2 utk sembuh bicara normal, Insya Allah bisa terjadi.

    Kesimpulannya LGBT bukan sesuatu yg perlu dihina & dikucilkan. Justru mereka dapat dibina & diperbaiki utk menjadi normal jika orgnya menerima perubahan. Jgn samakan perbedaan warna kulit & gender yg dri sononya emang gk bs dirubah (nature) dgn perbedaan orientasi seksual (nurture). Akan tetapi gue sangat setuju utk tidak mendiskriminasikan seseorang karena perbedaan/kelainan/kecacatan/abnormality baik alami (nature) ataupun sekedar orientasi (nurture).

    Jadi masih ada yg bilang LGBT wajar?!? Well I have to agree to disagree.

    Sekian dua perak gue.

  81. I don’t get mereka yang menetang same sex marriage, as if cinta dua orang yang sesama jenis itu lebih tidak berharga/hina dibanding cinta pria-wanita. Saya punya banyak teman gay, mereka happy dalam hubungan monogamous mereka, mereka banyak yang sudah bersama sejak 2-6 tahun, bahkan ada yang lebih. Tapi mereka ga bisa melanjutkan hubungan mereka ke jenjang berikutnya. Kalau mereka tua dan sakit, kalau mereka meninggal, pasangan mereka ga punya hak apa2 atas harta/peninggalannya, pasangan mereka ga punya hak besuk di rumah sakit karena mereka bukan “kerabat/keluarga”, hubungan mereka dianggap “euh”, “uek” atau tidak berharga di hadapan orang.

    But I think it’s another fight for another day. Yang penting surat ini sudah memulai sebuah pergerakan agar kaum LGBT dapat lebih diterima di masyarakat. Dan argumen soal agama itu rasanya agak basi, karena agamamu ya agamamu, itu urusan pribadi orang dengan apa yang dia percaya. Kalo “mengingatkan” itu harus, kenapa tidak mengingatkan hal seperti “makan babi itu dosa” atau “memakai pakaian yang terbuat dari 2 jenis bahan itu dosa” ke orang2 yang tidak seagama juga sekalian.

  82. lagi blogging ga sengaja nemu post ini dan setelah dibaca, saya sebagai lelaki yg ‘berbeda’ sangat tersentuh dgn kalimat-kalimat diatas.
    Buat saya nangis di tengah malam gini.
    Kebetulan saya yg dilahirkan ‘berbeda’ tinggal di lingkungan yang agamis (termasuk orang tua dan kakak saya) Jadi selama ini saya sangat tertekan dan merasa bersalah krn mereka bilang saya itu Pendosa dan pengkhianat.
    Tapi setelah membaca kata” diatas, rasa bersalah di dalam diri saya seakan seperti hilang dan lepas.

  83. Utk temen2 LGBT pesan saya jdilah org yg baik!! jgn coreng nama baik!! Ttp terus berkarya dan berfikir positif!! yg tau hidup kita kan hanya kita, jalani hidup dgn sebaik mungkin dgn cara masing2!! Asal ga ganggu org aja seperti kasus yg santer terdengar, itu udh cukup!! ingat indonesia punya hukum!! yg bersalah ya harus dihukum!!

    klw masalah penghakiman org yg mengatas namakan agama, ga akan ada habisnya!! ga usah dibuat pusing, berdebat jga akan membuang waktu anda!! karna balik lg hidup kita, kita yg rasa kita yg tau so kenapa lu resah dgn kehidupan org!! utk kaum LGBT yg meresahkan itu kan udh jelas ada undang2 sebagai payung hukum!! LGBT/bukan klw kmu memperkosa,karup, mencuri itu hukumanya sama aja!! so jgn berdebat dgn hal yg ga akan ada habisnya!!

  84. Sebuah tulisan singkat yang sangat well-prepared. Tidak banyak intelektualis yang mau memosisikan dirinya serta berusaha memahami jalan pemikiran orang lain, dalam kasus ini kaum lesbian, gay, bisexual dan transgender.

    Effort yang Anda berikan lewat tulisan ini (waktu, tenaga serta pemikiran) sangat menginsipirasi para kaum lesbian, gay, bisexual dan transgender khususnya di Indonesia, karena ternyata tidak sedikit orang yang menyebut dirinya “normal” atau “heteroseksual” memberikan dukungannya terhadap kaum yang “abnormal” atau “homosexual”. Kunci dari segala bentuk dukungan ini tidak lain adalah keterbukaan dalam sebuah ide pemikiran dan kehendak dari masing-masing individu. (open-minded and free-will).

    Sekali lagi terima kasih atas dukungannya terhadap kami, yang juga warga negara Indonesia, yang menyandang predikat sebagai kaum lesbian, gay, bisexual dan transgender.

    Sebuah “kenormalan” menurut saya adalah sebuah value yang diciptakan sendiri oleh manusia dalam mengukur sebuah keadaan. Normal atau tidak normalnya sebuah kondisi, ditentukan oleh norma-norma/hukum yang berlaku di dalam suatu komunitas. Yang artinya, sebuah kenormalan di suatu tempat tidak bisa digeneralisasikan sebagai suatu ketidaknormalan di tempat yang lain.

    Sebagai contoh sederhana: seorang individu dengan tangan kiri (kidal) dianggap sebagai suatu “ketidaknormalan” oleh sebuah komunitas masyarakat karena mereka “berbeda” dengan kebanyakan individu yang menggunakan tangan kanan dengan lebih aktif. Namun seiring berjalannya waktu serta berkembangnya ilmu dan pengetahuan, justru sekarang manusia sudah tidak terlalu mempermasalahkan lagi mengenai hal ini. Malah terdapat banyak artikel yang menuliskan supaya tidak memaksakan individu bertangan kidal untuk beralih menggunakan tangan kanannya karena alasan intelegensia.

    Tanpa kita sadari terjadi pergeseran nilai (value) dari sebuah norma masyarakat. Sebuah “ketidaknormalan” ternyata dapat bergeser sebuah “kenormalan” atau sesuatu yang dianggap wajar.

    Dari contoh sederhana diatas, sangat mungkin kita aplikasikan dengan kaum lesbian, gay, bisexual dan transgender di negeri kita. Yang sekiranya diperlukan hanya sikap keterbukaan dan penerimaan, bahwa sebenarnya tidak akan terjadi apa-apa dengan keberadaan kami diantara masyarakat, terlebih lagi jika masyarakat mencemaskan hal yang tidak-tidak, atau sekedar asumsi belaka.

    Saya tidak akan membahas isu ini berdasarkan sebuah dosa, karena kita sama-sama tahu bahwa semua kejahatan adalah dosa. Layaknya tinta hitam di kertas putih, besar kecilnya ukuran tinta itu akan tetap memberikan noda pada kertas seberapapun ukurannya. Jadi tidak ada dosa yang lebih besar ataupun lebih kecil. Semua kejahatan tetap menjadi sebuah dosa di mata Yang Maha Kuasa. Dan saya pikir, bukanlah porsi kita untuk menjadi hakim untuk menentukan kadar dosa tiap insan di dunia ini.

    Intinya, kami, kaum LGBT bisa menjaga diri kami sendiri, sehingga tidak perlu merepotkan banyak pihak untuk mengurusi kami. Jika tidak berniat untuk menghargai keberadaan kami, setidaknya, tolong jangan usik kami, karena yang kami butuhkan adalah ruang yang cukup untuk kami dapat berekspresi, sama seperti yang lain.

    Saya percaya bahwa suatu hari nanti, kesetaraan ini akan tercapai dan semua akan hidup saling toleransi. Terima kasih Pak HM dan para pembaca.

  85. sebenernya nyesuein aturan yang berlaku di negara si persoal lgbt, coba telisik pas gusdur ngsahin kong huchu diindonesia. jauh kesana lagi, sebelum agama2 yang masuk ke indonesia (islam/kristen/dll) leluhur udah punya keyakinan buat nuju Tuhannya masing2. balik persoal lgbt, sebelum ‘kasus’ lgbt marak, udah ada kaya masyarakat bertato, bercadar, dll, yg dintimidasi sama masyarakat mayoritas. tinggal gimana nyikapinnya baik toleransi/non, pada dasarnya manusia tempatnya salah kok walo di bilang kalifah bumi, jadi konsep benar-salah itu punya Tuhan. lepas konsep agama yang ada, terus beracuan konsep kemanusiaan layaknya pondasi pancasila yg bikin indonesia merdeka. walo sebelumnya sila pertama jadi sempet jadi perselihan sampe akhirnya Ketuhanan Yang Maha Esa, berbuat baik, tenggang rasa, sosial, dll. gak akan ada perselisihan mengatas namakan agama. sebarin perbuatan baik satu sama lain ntah lisan, tulisan, sikap.

  86. saya ingin tahu deh yang masih komen disini kekeh tentang agama dan segala macam, kalian baca baik baik ga sih tulisan diatas:

    – “Privilege is invisible to whose who have it”, tahu ga sih ini artinya? kalian pernah ngerasain ga sih jadi gay? kok bisa tahu kalo gay mesti sembuh atau gimana gitu..

    – Sebagian besar dari orang yang membencimu, adalah karena mereka tidak mengerti. Mereka belum memiliki pengetahuan cukup, dan sifat manusia adalah membenci sesuatu yang tidak mereka mengerti. Tanpa pengetahuan, maka mereka mudah percaya hal-hal tak berdasar. Mereka mengira bahwa orientasi seks adalah sepenuhnya pilihan, layaknya memilih jurusan kuliah

    – Saya malas berdebat dengan orang yang sudah menutup hati dan pikiran.

    tuh, itu dulu deh point-nya, kalian baca ga sih? kok masih diulang-ulang pertanyaan / bahasannya..

    satu, itu bikin capek jawabnya.
    dua, keliatan lah bigot nya kalian (kalau tidak tahu artinya bigot, tolong google yah)

    makasih.

  87. 🙂 membaca surat ini membuT saya menangis om. Saya memberanikan diri untuk memberikan komentar . Saya adiee 21 tahun saya seorang lbgt . Saya sangat tertekan oleh keadaaan yang sekarang ini terjadi namun saya sadar bahwa orang pasti akan berpikir negatif tentang sisi lbgt yang selama ini dinilai buruk sekali . Orang orang sekarang nilai toleransi sangat tipis bahkan mereka seperti sangat menyudutkan kami. Kadang saya berpikir bahwa kami kaum bgt tidak pernah berpikir akan menjadi seperti ini . Namun bagaimana menolak nya . Hanya dengan melakukan hal positif dalam hidup ini supaya tidak terlena akan indahnya sex bebas. Hanya satu yang saya mau dari masyarakat luas sekarang ini cobalah untuk mengerti kondisi sesorang . Tidak mungkin dia terjun ke dalam jurang yang bakal membunuh nya . Hanya saja jika dia jatuh pasti ada sebab nya.

    Itu saja , dan terima kasih atas suratnya on, saya sangat menghargai . Trims

  88. Pak HM, sebagai orang gay, saya ingin mengucapkan terima kasih, sebesar besarnya. Bapak tidak tahu rasanya hidup dengan menyimpan rahasia ini.

    Tulisan bapak sangat membantu, dan apa yang bapak bilang memang benar. Saya lahir sebagai warga negara Indonesia, sebagai anak Indonesia, dari darah daging saya sudah Indonesia. Dari yang saya lihat, kebencian dan ketakutan rakyat Indonesia akan kaum LGBT berpicu dari ketidaktahuan mereka terhadap hal-hal ini. Informasi yang mereka tahu pun, 99% tidak benar, dan kebanyakan berbuah dari mitos dan stereotype orang “gay” yang beredar di TV.

    Orang tua saya sama sekali tidak tahu bahwa saya gay. Mereka berpendapat bahwa penyakit “gay” itu menular, bisa tersangkit HIV/AIDS. Alhasil, saya menyimpan kesedihan dan keputusasaan saya setiap kali mereka menjelek2an kaum LGBT.

    Saya ingin meluruskan, bahwa tidak semua gay sama. Tidak semua gay suka clubbing, suka pakai baju perempuan, feminim atau menggoda goda laki laki. Saya sekolah yang baik, taat pada orang tua, hobi baca buku, fotografi dan berenang. Saya juga suka jalan jalan dan mencoba kuliner baru di berbagai tempat. Saya tidak memperkosa orang. Saya juga tidak menularkan “penyakit” ke teman teman saya (yang kebanyakan laki laki). Saya juga tidak menerima “penyakit” ini dari orang lain.

    Satu lagi yang saya mau bicarakan. Saya lahir sebagai gay. Saya sudah mengetahui saya berbeda dari yang lain sejak saya kecil. Ketika saya umur 11 tahun, saya baru menyadari koneksi dari “perbedaan” saya dan kata “homoseksual”. Awal awal saya takut, juga sedih. Ini masih sekitar tahun 2000-2003, ketika ide pernikahan LGBT di luar negeri belum terlalu populer. Saya terus berpikir, “Ah, sudahlah. Tidak boleh ada yang tahu. Saya nikah sama perempuan, dan saya akan mati membawa rahasia ini.” Tetapi, semakin besar saya semakin tidak enak hati, karena saya harus membohongi semua orang, termasuk istri dan anak saya di masa depan. Ini lah yang membuat saya pelan pelan membuka rahasia saya ke kakak-kakak saya dan sahabat. Mereka semua berkata “Lah, kenapa minta maaf? Kamu tidak salah. Bukan salahmu dilahirkan jadi gay!”

    Jika anda orang yang tidak menyukai kaum LGBT, saya tidak akan paksa anda untuk berubah pikiran. Saya tahu itu kepercayaan anda yang dipendam di hati. Yang saya minta hanyalah untuk menahan omongan jelek anda, dan berusaha untuk memberikan kesopanan dan kelapangan dada. Kita semua ini manusia, dan Tuhan mengajarkan kita untuk tidak saling membeci. Cobalah untuk melihat lebih banyak dari yang apa yang anda ketahui, terutama bahwa kaum gay tidak semua sama. Anda tidak mengetahui, bahwa orang di samping anda, atau tetangga anda, atau saudara anda, juga gay. Mereka hanya tidak membeberkan rahasia itu.

    Bapak, terima kasih karena sudah memberikan saya senyuman di pagi hari ini. Saya harap bapak sehat selalu, dan terus berkarya di masa depan.

  89. Jangan pandang kami hewan tak beragama tanpa anda tau cerita kelamnya yang knapa kita bisa menjadi begini…
    LGBT bukanlah pilihan hidup kami…
    Meski saya gay, saya tidak akan pernah mendukung pernikahan sejenis.

  90. Sebetulnya, saat ini saya yang disebut kaum mayoritas udah berubah jadi kaum minoritas. Saya punya banyak teman gay dan lesbi tapi ga punya satupun teman transgender. Teman-temab gay dan lesbi saya hidup berkucukupan, memiliki pekerjaan yang enak, bisa berteman dengan siapa saja. Tidak ada yang kurang dan tidak mengalami sedikitpun diskriminasi sosial yang selama ini digembor-gemborkan. Tapi saya jadi takut untuk menyuarakan apa yang ada di kepala saya, bahwa mereka salah karena saya akan dianggap berpikiran buruk, hatinya tertutup, keji dan tidak berprikemanusiaan. LGBT salah, ya sama seperti salahnya koruptor, pencuri, pemerkosa dan yang lainnya yang memang dilarang agama. Justru hidup mereka lebih bahagia dibanding para pengguna cadar yang selalu dianggap sesuatu yang aneh oleh orang-orang sekitarnya (kisah ini saya baca dari orangnya langsung di facebooknya).

    Jadi janganlah manja dan risih cuma karena ada orang yang bilang “LGBT ITU HARAM! LGBT ITU DOSA! LGBT ITU DILARANG”. Toh mereka menyuarakan kebenaran. Bukannya kami tuhan yang judge orang dosa atau tidak, ya kami hanya menyuarakan suara tuhan yang sudah dituangkanNya dalam kitab suci. Saya rasa hampir semua agama melarang LGBT kan? Lalu kalau ada kalimat “kalau LGBT itu dosa, kenapa tuhan menciptakan kondisi LGBT ini?”, jawabannya adalah, tuhan itu maha kreatif, Dia menciptakan banyak kondisi untuk mengetes manusia, apakah manusia itu bisa keluar dari ujian atau malah semakin terjerumus. Sama kaya “kenapa tuhan nyiptain bir dan narkoba? Kenapa tuhan nyiptain banyak penyakit kalau emang malah menyusahkan manusianya?”, ya karena Tuhan itu bukab orang tua kita yang selalu memberi hal baik secara verbal, tapi banyak pesan implisitnya untuk mengetes kita apakah kita bisa melewati ujiannya apa ngga.

    LGBT bisa sembuh kok, tukang mi ayam di komplek saya dulunya suka laki-laki, tapi karena lingkungannya kuat dengan agama dia akhirnya sembuh. Sam Brody pun bisa sembuh, karena dia dekat sama agama. Intinya kan berarti apakah kaum LGBT mau liat agama sebagai tuntunan hidup atau cuma aksesoris aja? Kalau cuma aksesoris ya ga akan mau balik ke kodratnya karena ngerasa tujuan hidupnya cuma di dunia, tapi kalo sebagai tuntunan ya pasti berjuang untuk balik ke kodratnya sesuai ajaran agamanya masing-masing.

    Jadi jangan beranggapan kami yang menyuarakan hal seperti ini dibilang ambil hak tuhan lah, sok suci lah, sok tau lah…ngga sama sekali kok, justru kami mengingatkan bahwa hal ini salah. Bukankah sebagai unat manusia kita harus saling mengingatkan? Kalau budaya saling mengingatkan dianggap “ikut campur urusan”, ya itu malah membuat kehidupan ini udah sangat bahaya toh? Karena semua maunya sendiri-sendiri aja.

    Jadi, kami kaum yang dianggap sok suci dan sok ngerti agama ini sebenernya sedang mengembalikan kaidah kehidupan manusia yang sebenernya, yaitu kembali pada tuhan dan mengembalikan budaya saling mengingatkan.

  91. Simplenya gini.. Yang sebenarnya di tentang itu pelegalan LGBT nya bukan? Kenapa di article mas ini tulisannya seolah2 mereka itu sebagai pihak yg terinjak2??
    Orientasi kayaknya nggak sedeket itu deh sama Asasi.

    Kalo nanti tiba2 ada yg bilang mendukung legalisasi Korupsi, Membunuh, Merampok, Mencuri gk apa2 dong??? Soalnya orientasi mereka buat cari rejeki begitu. Boleh??

    Mungkin masa berfikir pendekatan saya aneh atau bodoh. Tapi saya cuma mau ajak mas berfikir lebih ekstrim lagi.

    Please jangan pernah cuma ngejadiin Pancasila sebagai hiasan dinding atau simbol parpol. Ada Sila yg berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa. Yang berarti dasar negara ini adalah Ketuhanan yang berarti adalah berAgama. Dan lantas Agama mana yg melegalkan hubungan sejenis?

    Sekian tanggapan bodoh dari saya. Saya sama sekali bukan membenci suatu pihak atau golongan. Sama sekali tidak.

    • Think smart bro dika.
      Tolong bedain juga antara kriminal dengan orientasi seksual. Bedakan antara yang bisa merugikan, mengancam jiwamu dengan yang tidak. Kalau kamu samain antara orientasi seksual dengan orientasi mencari nafkah seperti yang kamu sebutin tadi, ya beda jauuuuh pake banget pak. Nenek nenek peot juga tau.
      Terus pancasila sendiri, ada tulisan bhineka tunggal ika, apa kabarnya? Berarti kamu yang jadiin simbol pancasila itu hiasan dinding. Ketuhan Yang Maha Esa, itu artinya, kita ini bangsa yang berTuhan. Bukan serta merta pertanyaannya agama mana yang melegalkan? Beda bro. Kita juga bukan negara agama kan? Kita negara yang berTuhan.
      Kenapa ngomongin HAM? Pernah mengalami di pecat dari pekerjaan cuma gara gara kamu berbeda dengan temen temenmu sekantormu? Padahal pekerjaanmu di sebenarnya sangat bagus? Pernah mengalami dibully habis habisan gara gara kamu menjadi dirimu sendiri tapi berbeda dengan yang lain? Itu yang sedang teman teman LGBT perjuangin. Kenapa kami merasa terinjak injak? Dan jangan berpikir, kami hanya peduli dengan hak kami saja. Jika kamu bagian kaum minor pasti kamu mengerti.

    • Think smart bro dika.

      Kamu bilang “Kalo nanti tiba2 ada yg bilang mendukung legalisasi Korupsi, Membunuh, Merampok, Mencuri gk apa2 dong??? Soalnya orientasi mereka buat cari rejeki begitu”. Kalau kamu bilang seperti itu, saya juga mau bilang, “karena pada dasarnya orientasi seksual jauh berbeda sama orientasi mencari nafkah seperti yang kamu sebutin tadi”. Nenek nenek peot juga tau itu bro. Saya juga mau ngajak kamu berpikir lebih lebih lebih ekstrim lagi bro.

      Sepertinya kamu sendiri bro, yang jadiin Pancasila itu cuma simbol atau hiasan dinding. Semboyan Bhineka Tunggal Ika, apa kabarnya? Sila Ketuhanan YME itu artinya negara kita berKetuhanan. Memang negara ini beragama, tapi ini bukan Negara Agama kan? Dan lantas agama mana yang melegalkan diskriminasi terhadap sesama manusia? Dah turunin aja itu simbol garudanya kalau ada di rumah atau kantormu.

      Masalah HAM, simplenya gini, pernah gak kamu ngalamin di keluarin dari pekerjaan cuma gara gara kamu ketauan punya orientasi seksual yang berbeda dengan teman teman sekantormu? Padahal urusan pekerjaan jauh berbeda dengan orientasi seksualmu. Paham maksut saya? Pernah gak kamu di bully habis habisan cuma gara gara kamu jadi dirimu sendiri? Gimana kamu bilang orientasi gak sedeket itu sama Asasi?

      Itulah yang sedang teman teman LGBT perjuangin dan mungkin kaum minoritas yang lain perjuangin bro. Bukan hal yang mudah untuk memahami, jika kita saja tidak mencoba mengenal lebih dalam atau mengalaminya sendiri.

      Sekian tanggapan bodoh saya juga bro. Dan terimakasih untuk tidak membenci suatu golongan. Salam sejahtera. Tuhan memberkati.

  92. Terimakasih mas HM untuk pencerahannya, saya ingin sharing bahwa saya juga sudah merasa berbeda semenjak saya mulai memasuki usia pubertas, saya sering di bully di sekolah, saya juga tidak bisa sharing dengan keluarga, karena hal itu masih taboo.

    Akhirnya 13 tahun yang lalu, saya mendapatkan kesempatan untuk mengenyam pendidikan di luar negeri, di mana negara itu memiliki hukum yang lebih toleran untuk kaum LGBT, yang saya pelajari mereka tentunya mingle dengan bebasnya, tapi tetap mereka mengerti aturan, karena hukumnya keras dan tegas, yang namanya sexual violence, incest, dan under age masuk penjara, tanpa memandang apakah dia orang biasa-biasa saja atau anak perdana menteri.

    Ada satu lagi yang saya pelajari, hukum negara boleh toleran dan melegalkan LGBT, tetapi masyarakat tetap ada yang pro dan kontra, itu sah2 saja, yang namanya haters still will hate us, apapun alasan dan dalilnya, selama itu tidak ekstrim karena di beberapa negara bisa masuk penjara. Jadi saya hanya bisa bilang, kita yang termasuk kaum LGBT, janganlah pernah mencari penerimaan dari orang lain, itu tidak akan pernah membuat kita bahagia, cukup kita tetap menjadi orang-orang yang beradab dan beriman dan juga buktikan bahwa kita bisa sukses di luar sana.

  93. yg sy heran sama masyarakat luas sekarang ini, mereka memperlakukan seolah2 ada suatu komunitas/wadah LGBT yang merekrut besar2an orang2 “normal” untuk menjadi bagian dr LGBT.
    komunitas/wadah LGBT tidak merekrut ataupun menularkan apa yg mereka lakukan kepada masyarakat, hanya saja orang2 yg memang merasa dirinya gay/lesbi lebih memilih masuk komunitas/wadah LGBT yg sudah ada, tujuannya hanya 1 yaitu dimana mereka bisa diterima apa adanya tanpa ada diskriminasi berlebih.
    knapa kami kaum LGBT yg dikambing hitamkan? dikala banyak komunitas/wadah2 yg mengatas namakan agama/negara membuat keresahan di masyarakat?
    kami tidak pernah minta apapun dr kalian karna kami tau di negara ini tidak mungkin mendapatkan pengakuan apalagi persamaan hak tentang kesetaraan gender apalagi melegalkan perkawinan sejenis, tapi yg kami mau hanya hidup normal seperti kalian, ya hidup normal seperti manusia biasa, kami juga manusia seperti kalian, kami punya hati dan perasaan juga sama seperti kalian.
    apa yg kalian takutkan dari kami? apakah kami meneror keluarga kalian? apakah kami yg memporak porandakan rumah atau tempat usahan kalian tanpa sebab? apakah kami yg slalu meminta “jatah preman” setiap kalian punya usaha?
    percayalah kepada kami, kami pun tau apa yg kami lakukan itu memang tidak dibenarkan baik secara agama maupun negara tapi setidaknya adakah rasa kemanusiaan sedikit dihati kalian untuk memperlakukan kami sama sebagai manusia?? bukan merendahkan kami bahkan lebih rendah dari binatang atau mengutuk kami, memaki kami bahkan memperlakukan tindak kekerasaan terhadap kami.
    kami tidak pernah meminta jalan hidup kami seperti ini, apapun usaha untuk menyembuhkan yg kalian sebut “penyakit” ini pun sudah kami lakukan, tapi jika memang benar seperti artical om manipiring bilang ada dari genetika dan struktur otak apa yg harus kami perbuat? siapa yg harus kami salahkan? tuhan?? maaf tapi kami tidak seperti itu, kami tidak menyalahi tuhan atas apa yg terjadi pada diri kami, tapi km hanya bisa sabar dlm menjalani kehidupan kami sehari2 sama seperti kalian yg menjalani hidup normal kalian.

    satu yg pasti apapun alasan kalian membenci kami, kami tahu tuhan akan selalu menjaga kami ^_^
    kami tetap percaya kepada tuhan kami 🙂 kami sama seperti kalian tetap menjalankan ibadah menurut keyakinan kami masing2.
    mungkin kalian berpikir ibadah kami tidak akan diterima, tapi kalian harus inget bukan kalian yg bisa memasukan kami ke surga atau neraka.

    terima kasih sudah mengingatkan kami tentang apa yg boleh dan apa yg tidak, tetapi jika menyangkut masalah hati sy rasa semua manusia pernah merasakan cinta buta 🙂
    ya, cinta buta 🙂 cinta tanpa memandang ras,suku,agama bahkan gender. karna perasaan suka itu berdasarkan kenyaman hati dan pikiran kita masing2 😉

    makasih om manipiring atas tulisan di articlenya yang sedikit banyaknya mengobati luka dihati kami 🙂 setidak nya masih ada rasa kemanusiaan di hati anda.

  94. Terimakasih ulasan yg sangat menggugah hati saya…
    Ingin rasanya menangis membaca surat ini…
    Semoga jadi insipirasi bwt org2 masih blum paham ttg ini…
    Gbu..

  95. Terima kasih sekali kpd Sdr. Henry Manampiring atas dukungan dan pengertian anda untuk kami kaum LGBT. dukungan orang orang yang masih punya nalar dan akal sehatl seperti andalah yg membuat perjuangan kami tidak akan sia sia. Seandainya saja ada lebih banyak pemuka agama, pemimpin, public figures di negara tercinta kita ini, yg tidak melulu mengandalkan otak udang mereka, niscaya kita semua bisa hidup berdampingan tanpa menumbuhkan rasa kebencian satu sama lainnya. Seperti kata John Lennon alm. ” you may say I’m a dreamer, but I’m not the only one “

  96. saya setuju bang…. kita harus tau dulu apa yang menyebabkan dia menjadi menyimpang… masa lalu/trauma kah? atau genetik? gaya hidup? atau keterpaksaan karena faktor ekonomi. kita wajib tau dulu mengapa mereka spt itu. kita harus bijak. kita ga bsa memilih untuk di lahirkan oleh siapa? dmana? situasi seperti apa? dan keadaan seperti apa? kita juga ga bsa memilih untuk memiliki sifat dasar melankoliskah? plegmatiskan? koleris kah?? kita ga tau elemen jiwa yg kita miliki spt apa?kita ga bisa memilih… bagi yg muslim mungkin pernah dengar kisah rosul yang menyarankan agar menutup kemaluan ketika mandi.. dan melarang kita melihat kemaluan kita sendiri. karena apa? karena rosul tau sifat dasar manusia adalah biseksual… ketika kita melihat kemaluan akan timbul eksotisme yg akhirnya kita penasaran akan rasa itu yg akan berkembang menjadi masturbasi dan pengaguman akan simbol kelamin yg sama apabila tidak di luruskan itu akan timbul gejala homo seksual… timbul suatu kekaguman…dan alokasi situasi itu ada pada pencarian jati diri… kita rewind deh… ketika kita masa muda sedang ekspoitasi diri.. dalam psikologi… keadaan yg di sebut in the group itu merupakan salah satu ajang pengakuan diri agar di terima di komunitasnya… misalnya dahulu cowok yang ga meroko di bully banci. akhirnya mereka ikut2an? apakah aksi ikut2an ini sesuai dengan nuraninya? belum tentu… karena basic manusia adalah makhluk sosial? ga diakui dalam kelompoknya berarti ditendang dan merasa pecundang… LGBT begitu kompleks masalah pemicunya tadi salah satu yng apabila di kembangkan alur runtutannya saya bakal keriting tangannya mengetik. jadi saya sudah mengobservasi masalah mereka… sebagian mereka itu punya trauma bung!! apa anak umur 3 tahun bisa mengetahui baik benar?? salah dosa? norma atau bukan? mereka juga korban pelecahan bung… yg di stimulus orientas seksualnya oleh org yg tak bertanggung jawab… timbulnya phedofil itu apa? karena mereka takut melakukan pada org dewasa karena apa? takut di tolak. akhirnya mereka melakukan ama anak kecil yg ga berdaya!tp bsa mengobati fantasinya untuk melampiaskan seksual.. saya memasuki diri saya lebih dalam melihat apa sih yng sebenarnya manusia itu? apa motif meraka dan apa mereka itu? binatang juga ada yg homo… tikus ? monyet? mereka bisa homo….dan satu hal lagi… tmpt2 yg di sekat2.. misalnya pesantren… barak.. penjara.. dimana laki dan perempuan tidak pernah ada kontak… apa itu bsa jadi pemicu jelas bisa!! manusia itu terbentuk oleh situasi? dan balik lagi, apakah situasi adalah pilihan???ada yg bisa di pilih ada yang tidak… kita harus bijak… jgn jadikan kaum minoritas menjadi dendam… dan justru menjadi terselubung menghancurkan secara diam2 di dalam permukaan. kita wajib merangkulnya… memberikan batasan2… tp tidak menghardiknya… mereka sudah luka jiwa… jangan di hakimi lagi… rangkul… berikan pandangan… dengan persuasif bukan malah memusuhi… lebih bahaya jika mereka merasa takut dan terselubung.. biarkan Tuhan yg memberikan mereka hidayah dan inayah…. hidayah dan inayah tdk akan timbul pada manusia yg ketakutan cemas dan gelap hati… kalo kita musuhi mereka apa kan mereka tidak takut? cemas dan gelap hati? tolong boleh mengkritisi bukan berarti pedas ya… mereka sama seperti kita… punya jiwa… hati… pikiran… dan rasa!

    • Intinya dari permasalahan ini, bukan hanya LGBT yang menyimpang. Kaum heteroseksual juga banyak yang bermasalah dengan gangguan syahwatnya. Contoh gak usah jauh2 cabe2an and terong2an, apa dia bener ? No! Dia juga sudah melecehkan / merusak pergaulan diindonesia . LGBT apakah bagus ? NO! Dia adalah salah satu kaum yang dibenci oleh ALLAH SWT. Buka hadist riwayat ahmad yang dishaihkan oleh Asy Syeick Albani. Yang berbunyi”Allah melaknat Mereka Yang melakukan Kaum Luth”, jelas sekarang sudah masuk akhir zaman, tiada manusia yang benar melainkan hanya dirinya kepada tuhannya dan yang menilai bahwa ia benar hanyalah tuhannya. Dont judge people , suatu perkataan yg dapat menyinggung hati dan perasaan . Jika memang anda merasa benar lebih baik diam dari pada berbicara, diam itu adalah emas. Jika anda ingin mengetahui yang benar atau salah silahkan kembalilah kekitab kalian, for musliem, back to qur’an and hadist, for kristiani back to injil, and zabur, taurat . Janganlah kalian memecahlan suatu agama dan membenci seseorang, karna sifat benci adalah sifat yg dilaknat oleh tuhan 🙂 remember back to kitab qur’an hadist, injil, taurat and zabur . Wassalam

  97. Great post! Salute!

    When we blame others based on Bible verses, make sure we really understand what we quote. For instance, if we do understand, we won’t quote Sodom and Gomorrah for it has nothing to do with LGBT.

    Too bad, some people don’t understand, err scratcth that, they don’t want to understand as long as it suits them well.

  98. Kudos to you Om Piring! Perlu keberanian besar untuk menulis sesuatu yang berkaitan dengan hal ini.
    Padahal sudah dibuka di awal dengan “Privilege is invisible to whose who have it”.. tapi tetep aja ya banyak yang ribut sendiri 😄
    Ya sudahlah, semoga ada yang tercerahkan dengan tulisan ini. Terima kasih suratnya!

  99. Kalau hidup adalah cobaan, maka salah satu cobaan adalah yg diterangkan diatas. Saya pribadi tidak mencemooh LGBT, toh kita semua sama-sama orang berdosa.
    Yang saya tekankan kenapa kita tidak mau mengambil hikmah dari apa yg telah menimpa pada kaum Nabi Luth.
    Itu saja.

  100. saya bahagia ibu,, meski saya tak pernah memilih… jangan kalian kira saya menangisi nasibku tanpa pasangan… masih banyak hal yang bisa saya lakukan dalam hidup yang singkat ini,, saya tetap berusaha jadi orang baik, terus berusaha mematuhi aturan Tuhan,, tak menyakiti manusia lain,, meski saya belum bisa atau menjadi sembuh (jika ini penyakit) dengan menikah,,, saya hanya takut nantinya saya malah menyakiti pasanganku,,, terima kasih atas cemooh, hinaan, dan sebagainya dari orang-orang yang sempurna,, bisa jadi itu suatu saran/kritik bagiku agar aku lebih hati-hati dan lebih baik lagi… saya gay, single dan saya bahagia… dan terima kasihku untuk mas Henry Manampiring,, semoga kebahagian selalu menyertai anda dan keluarga,, salam manisku untuk semuanya… 🙂

  101. Ya saya setuju dengan pendapat nya mbak ikky valentine. Apakh adzab Allah cma dri kaum lgbt saja? Saya seorang gay. Apa kbr nya yg serong cwok punya istri tpi msih mencri pelacur untk menyalurkan nafsunya.. hmm apa kbr yg mencuri?. Pencopet? Pembunuh? Hmm klo saya saya jujur aaya seormg gay. Tpi kami pun mnusia biasa punya hati dan perasaan. Ya mmng bnr selagi kita bsa dan mungkin mmng hrusmenyembuh kan kaum lgbt knapa tidak. TAPI ttp hrus ada cara nya… jgn dengan seenaknya di hakimi. Di hina, di caci maki di depan umum.. ya kannn krna kamipun mnusia biasaa ada hatinya. Ada perasaan.. jujur klo saya semakin saya di keraskan di larang dgn cara yg tdk baik semakin akan saya lakukan… tpi klo dgn baik.di rangkul. Di beri pengarahan mungkin perlahan bsa berubah.. tpi gmna ya mungkin itupun berat. Orng laki2 yg udh punya istri aja msh mencri kaum gay lain untk menyalurkan hasrat sex nya…kami pun kaun gay itu bukan hanya dri lingkungan bsa dri pengalaman masa kecil dan keturunan krna saya merasakn hal itu…jdi ya kalopun ada mnusia yg lgbt termasuk saya gay. Saya pasti ada nilai plusnya suatu kelebihannya krna mmng bnr mas piring bilang krna mmng tak ada mnusia didunia ini yg sempurna.. yaa smoga Allah membrikan jalan terbaik untuk kita smua… mnjdi manusia yg berguna bagi manusia yg lain nyaaa.

  102. Whoever wrote this, thank you so muuuuch. You made my day , and i believe people out there who read and understand this will feel the same. Its beautiful and thats what we need to always feel, forever.. Thank you again.
    Love,
    David

  103. Karena kita = adalah sama-sama manusia ciptaan TUHAN, yang sesuai kodratnya semuanya memiliki kekurangan diri ….
    Maka janganlah mencari-cari dan men-judge dengan begitu mudah sesama yang lain lantaran.. kekurangan dirinya,,,, Melainkan rangkullah,.. dan tolonglah agar… dalam kekurannnya ada pemahaman baik akan situasi atau keadaan dirinya…
    Ingat,… kita adalah manusia yang memiliki rasa,.. pastinya dalam Keadaan Hancur Luluh Lantahk sekalipun apabila diterima dengan baik… SITUASINYA JELAS AKAN LEBIH BAIK…. LEBIH INDAH… dan akan TANPA MASALAH….. INDAH KAN ?…… saya SANGAT MEYAKINI itu…
    Thx,

  104. Artikel nya sangat bagus simple tapi bermutu, saya pribadi pun sudah membaca beberapa komentar yang di tulis oleh pembaca
    Saya Gay dan Keluarga saya Tau, mereka tidak pernah mempermasalahkan saya Gay atau Bukan asalkan saya masih bisa hidup dengan damai bersama lingkungan saya, dan kalau memang mau membawa dosa ke dalam kehidupan kami saya, rasa manusia semuanya tak luput dari dosa. Benar bukan? Bahkan adam dan hawa pun memiliki dosa

    Jadilah manusia yang bijaksana dalam hidup, kami kaum minoritas ingin hidup seperti kalian, ingin di anggap ada seperti kalian, kami Bukan binatang yg dapat dengan mudah di hina atau di rendahkan kami sama seperti kalian kami manusia dan kami punya harga diri yg sama seperti kalian

    🙂

  105. memang urusan dosa atau masuk surga neraka urusan msing tpi perlu diingat jika sebagai sesama manusia saling memperingati kalau ada yg belok.
    ada perkataan yg mengatakan “jika kau melihat kemungkaran maka tegur dg lisan, setelah itu perbuatan. nah jika semua sdah dilakukan tinggal mendoakannya.
    terima kasih 😀

  106. Dalam agama jelas LGBT itu adalah dosa.
    Membenci LGBTers juga dosa.
    Well.. Pada dasarnya semua manusia berdosa.. Yg lgbt, koruptor, penzinah, dll itu dosa.
    Org yg sudah mengetahui itu dosa apakah tetap mau tinggal dalam dosa ?
    Ya..saya juga manusia berdosa sama dengan teman2 semuanya.. Ketika saya berbuat dosa saya tau apa yg harus saya lakukan, bertobat. Jatuh lagi maka bertobat lagi.
    Saya juga tdk mengatakan LGBT itu penyakit.
    Sy punya bbrp teman yg gay.. I do pray for them untuk back to normal.
    Ada yg mau berubah, dan ada juga yg tidak. Kenapa tidak, krn sy rasa dia menikmati kehidupan itu dan tdk menyadari itu dosa.
    Teman sy yg mau berubah, sulit ? Yup.. It was so hard for him. Dia masih berjuang hingga sekarang.

    Ohya, buat om yg merasa mgkn saya menutup hati dan pikiran.. Saya hanya mau bilang bahwa kita mmg harus openmind.. Tapi ada hal2 yg sdh ada pagar2nya.. Mana yg benar mana yg tidak.

    Well.. I just wanna say that.
    Life is a choice guys.. Tdk ada yg mustahil, jika mau berubah sy percaya tdk ada yg mustahil.

    We hate the sin.. But not the sinners.

  107. Buat saya sih masing” ajalah… jgn saling mengganggu. Ya klo di Indonesia LGBT itu dilarang, ya karena Indonesia negara yang hukumnya di pengaruhi oleh hukum agama. Dimana LGBT itu 100% dilarang oleh Sebagian agama(muslim & kristen. Mohon ralat klo ada kekurangan/kesalahan). Jadi kalau LGBT di Indonesia itu menjadi suatu hal yang menyulitkan kaum LGBT si itu wajar(kembali ke landasan hukum yang berlaku). Kalau sila ” kemanusiaan yang adil & beradab ” jelas : LGBT itu tidak adil & beradab. Tp kembali lagi.. untuk saya pribadi dipersilahkan kaum” LGBT dengan dunianya sendiri. Saya gag pernah perduli dengan kehadiran mereka selama tidak mengganggu, tidak menularkan penyakit kejiwaan mereka kepada orang” normal.

    NB : maaf klo ada salah” kata dll…

  108. Sebenernya menurut saya, keadaan Indonesia yang sedang digegerkan oleh LGBT sama seperti negara US pada sekitar 1960-an. Banyak yang masih menganggap LGBT adalah penyakit, sumber HIV/AIDS, atau satu pendapat yang paling sering sekali kita temui sampai kita bosan mendengarnya yaitu dosa menurut agama dan kaum LGBT harus dihukum.

    Kesimpulannya, mayoritas masyarakat Indonesia telat mengetahui LGBT sekitar 50 tahun dibandingkan negara US atau negara-negara di Eropa.

    LGBTQA+ hanyalah masalah orientasi seksual masing-masing individu. Jika kita murni memakai logika kita, hal ini bukan masalah besar. Hanya masalah apakah dia suka sejenis, semua jenis, dan bahkan tidak menyukai sama sekali (aseksual). Dogma agama yang membuat masalah ini menjadi meledak, bahkan melebihi kasus korupsi yang seharusnya menjadi masalah yang lebih besar bagi pemerintah dan masyarakat.

    It’s still a long way to go for Indonesian LGBT community to have rights. Selama dogma agama masih mengurung konsep diri negara ini, masyarakatnya pun akan sulit untuk menerima LGBT dan bahkan hal-hal baru yang dianggap “menyimpang” dari agama. Tidak akan ada sex education (eh boro-boro ngajarin sex ed di sini, malah dianggapnya dosa) mengenai LGBT. Tidak akan ada rasa humanis terhadap kaum LGBT. Yang ada hanyalah menilai dan menghujat sembari mengutip ayat-ayat suci dari internet yang bahkan belum tentu tafsirannya benar.

    Saya jujur sudah lelah membaca pendapat-pendapat orang yang kontra karena mereka selalu mengeluarkan senjata yang sama, antara mengganggap LGBT itu penyakit atau membawa agama sebagai tameng argumen. Saya percaya bahwa agama itu mengajarkan hal-hal baik penuh kasih, bukan digunakan sebagai kedok untuk menghukum dan bahkan membunuh manusia lain.

    Terima kasih atas mas Piring yang telah menulis postingan blog yang indah ini. Semoga banyak yang terketuk pintu hatinya agar lebih menjadi humanis. Atau setidaknya, pembaca dapat mengetahui apa LGBT itu tanpa ada rasa judgemental berlebihan.

  109. Trying to ignore the whole LGBT things because most people (more precisely, most people in this country) just don’t want to understand this minority but your article is an exception. This is well said!

  110. sebenernya memang ada ya orang nanti bakalan langsung masuk ke surga langsung gtu ? kecuali utusan tuhan . saya gay dan saya berhasil come out kepada keluarga saya hari ini karena muak dengan artikel-artikel gag jelas tentang kami . we have no desire in woman that’s it , kembali ke jalan yang benar itu maksdnya apa ? kalau kembali ke jalan benar maksdnya menikah dengan perempuan menurut saya gag benar , karena saya gag bakalan bisa happy dan terlebih akan menyakiti hati pasangan karena saya berpura pura suka sama perempuan. well , when you go black u will never comeback . hitam gga bisa jadi putih .

  111. Untuk yang bilang takut dilecehkan kaum LGBT,

    There are assholes in every race, religion, and sexuality. Don’t generalize!
    Selalu ada orang brengsek dalam setiap ras, agama, dan orientasi seksual. Jangan dipukul-rata!

  112. LGBT di Indonesia…gak masalah buatku. Akan jadi masalah kalau mereka menekan kepada negara agar keberadaan mereka diakui dan dilegalkan dalam sebuah undang-undang. Karena tujuan mereka cuma satu, melegalkan perkawinan sejenis di Indonesia. Pada tahun 1989 Denmark menjadi negeri pertama di mana dua warga bergender sama dapat mencatatkan kemitraan (registered partnership) dengan hak-hak hampir sama dengan perkawinan. Dan pada tahun 2001
    Negeri Belanda menjadi negeri pertama yang mengesahkan perkawinan untuk semua orang (termasuk gay dan lesbian). Salah seorang dari pasangan yang kawin harus warga atau penduduk tetap Belanda.

    *salam respect buat penulis yang berani menuangkan uneg-unegnya dalam tulisan ini

  113. Saya umat muslim, dan di agama saya berpasangan sesama jenis dilarang.
    Walaupun setiap agama mengajarkan kasih sayang, tapi ternyata agama juga mengajarkan untuk melarang LGBT, agama yang tidak berkitab, dan ini kontradiktif.

    Tapi harus dilihat lagi, kitab suci adalah petunjuk yang ditulis dalam bahasa yang puitis, dan layaknya puisi, interpretasinya hanya penciptanya yang paling tau yang paling benar. Apalagi kitab suci (dalam hal ini alquran, karena saya muslim) dibuat pada abad ke 8, tentu akan ada banyak ketidaksesuaian dengan abad ke 21. Agama tidak akan pernah bsisa dimodernisasi, tapi pemikiran umatnya bisa.
    Saya ga ngerti kenapa orang gila-gilaan mencerca kaum LGBT, yang jelas jelas ga merugikan mereka dari segi apapun, tapi tenang-tenang saja terhadap kasus korupsi. Padahal kasus korupsi atau kejahatan kemanusiaan lain, jelas jelas membawa dampak buruk.

  114. Saya tidak membenci LGBT, dan tidak mau menghakiminya selama itu tidak mengganggu saya, tp dalam kenyataannya banyak LGBT yg mengganggu orang lain seolah2 mengajak untuk masuk dalam komunitas mereka. Seharusnya mereka mempunyai tanda pada komunitas mereka supaya merak tau mana yang masuk dalam komunitas mereka atau tidak sehingga tidak mengganggu orang lain.

  115. Daripada mencerca kaum LGBT, bukankah lebih baik merangkul mereka?
    Mereka juga manusia yang punya hati dan perasaan. Dalam hati kecil mereka, mereka pastinya juga gak mau dilahirkan seperti ini.

  116. Booss, Tuhan menciptakan Adam dan Inul bukan Adam dan Ipul bos ..
    Agama mana yg mengajarkan menikahlah dengan sesama jenis?
    Bagaimana kalau ada saudara atau malah anak bro sendiri seperti itu? Apakah masih bisa menulis seperti ini?
    Salam damai..

  117. Untuk yang merasa beragama, dan merasa lebih baik dan benar drpd lgbt.. coba anda pahamin suatu contoh:

    “Seorang bapak mempunyai 2 anak laki2, yang sulung baik kelakuannya, dan rajin beribadah.. dan yang bungsu bejat, bebal dan malas beribadah.

    Si bapak menemukan bbrp sisi2 kelemahan anak2nya. Si bapak memerintah kedua anaknya untuk menghilangkan sisi kelemahan kedua anaknya tsb.
    Si sulung mendengarkan perintah bapak nya dan menjawab “baik ayah!” Dan si bungsu tidak mempedulikan dan mengacuhkan perintah bapaknya..

    Celakanya si sulung meremehkan perintah bapaknya krn dia berpikir “halah, toh hanya bgini aja salah sy, adik saya kan lbh bejat drpd saya”. meski dia berbicara seolah2 taat, tp justru ia meremehkan perintah bapaknya.

    Ttp tdk demikian dgn si bungsu, justru dia acuh dgn perintah bapaknya, dia dpt menyadari bahwa dia bejat dan sering buat bapaknya kecewa, meski bgt bapaknya msh tetap sayang kepadanya. Perlahan2 dia mendengar ngiang2 suara perintah bapaknya. Dia melakukan perintah bapaknya pada akhirnya.

    Bapaknya mengetahui isi hati mreka dan hasil akhir dr tindakan2 kedua anak nya.

    Diwaktu bapaknya tiada dan meninggalkan wasiat, ia menuliskan untuk kedua anaknya, bahwa anak bungsulah yang layak menerima harta warisan drpd si sulung. (END)”

    Mengapa demikian? Karena bagi bapaknya anak sulung terlalu sombong dan mengesampingkan perintah bapaknya akan dosa2 kecilnya.
    Berbeda dgn bungsu dia menyadari kesalahan2nya, dia tak berhenti berharap untuk bs kluar dr dosa2 nya yg besar, dan pada akhirnya dia berhasil mentaati perintah bapaknya meski pada awalnya acuh.

    Jgn lupa, sblm anda berpikir ingin memikirkan matang2 dan merepotkan diri ingin memberantas dosa2 LGBT dr dunia ini. Terlebih dahulu anda harus pikirkan matang2 bgmn anda harus memusnahkan dosa2 kecil anda, ke egoan anda dan sikap hidup anda yg kliru.

    Ingat kata pepatah ini “sebelum km ingin mencongkel kotoran selembar di telinga saudaramu, bersihkan dulu kotoran sekotak yg ada didalam telingamu”.

    Tuhan adalah “dokter” bagi para pendosa, krn Ia sempurna, dan hanya Ia yang tau bgmn cara menyembuhkan “penyakit” mereka.. yaitu dgn menyelami dan memahami “penyakit” mreka dan memberikan kasih, pengertian dan perhatian terus menurus kpd mreka, supaya mreka sembuh(tahir).

    Ttp Manusia2 yang merasa diri “dokter” justru tdk mau memahami dan menyelami “penyakit” pendosa tsb. Apalagi lbh parahnya lg “penyakit” yg ada di dlm dirinya pun tdk disadari, dan untuk menyembuhkan dirinya sendiri pun blm tentu bisa.
    Yang di dalam hatinya hanya berpaku pada “penyakit” orang lain dan sesegera memikirkan bagaimana cara kita menyembuhkan “penyakit” org itu.
    Memang betul dia bs saja menyembuhkan mreka, tp tubuhnya sendiri mati terkapar krn digrogoti dgn “penyakit2x” nya sendiri.

    Salam intropeksi diri ^_^v

  118. Pingback: Surat Untuk Kaum LGBT | del.

  119. Tulisan ini disusun berdasarkan data bahwa orientasi seksual mrpkn fungsi biologis sebagaimana adanya variasi warna kulit, bentuk rambut dsb, sehingga diskriminasi krn alasan tsb tdk dibenarkan. Mereka yg menolak LGBT mengkhawatirkan para remaja akan semudah itu mengklaim diri mereka LGBT jika info bahwa orientasi seksual adalah innate, sampai di telinga remaja2 tsb. Pernyataan barusan muncul dr pertanyaan mengenai bagaimana penjelasan ttg mereka yang semula hetero menjadi homo setelah terjadi peristiwa traumatis terkait seksualitas yang menimpa mereka? Apakah peristiwa traumatis itu kebetulan belaka atau ada hubungannya dg orientasi seksual?
    Ada kemungkinan mereka memakai istilah “bawaan” utk menjustifikasi bahwa mereka LGBT, padahal bisa jadi dikarenakan penanganan mental dlm menyikapi peristiwa traumatis tdk berlangsung optimal. Tentu saja ini berlaku utk kasus2 tertentu saja, tdk semua LGBT mengalami peristiwa traumatis.

  120. Terima kasih Om buat opininya. Artikel yang sudah om tau sendiri pasti mengundang diskusi yang sangat panjang. Inti permasalahanya adalah hanya pada apakah kita akan mengamalkan ajaran agama kita masing-masing. That’s it. Dalam agama, tidak ada eksepsi alasan untuk memperbolehkan LGBT.

    Saya bukan termasuk orang sangat taat dalam beragama, saya juga punya banyak kesalahan. Tapi saya tidak mendukung adanya LGBT. Meskipun demikian, agama tidak mengajarkan untuk menjauhi atau membully mereka. Yang bisa dilakukan adalah bagaimana membantu mereka agar dapat berprilaku normal (Definisi normal menggunakan pengertian dalam agama yang heteroseksual).

    Bagi orang yang mengamini perilaku LGBT, saya anggap mereka lebih percaya dengan pengetahuan yang menganggap bahwa LGBT juga merupakan perilaku normal. Itu adalah hak mereka.

    Berbeda pendapat bukan berarti perpecahan. Biarkan masing-masing memperjuangkan apa yang dianggap benar sesuai dengan proses yang baik dan benar juga.

    O..ya, note buat om piring, mereka yang menolak LGBT dengan alasan jubah agama jangan dikonotasikan seolah-olah mereka Munafik walaupun mereka (termasuk saya) juga bukan termasuk orang yang taat beragama sepenuhnya.

  121. Hello. I am studying Bahasa Indonesia and was motivated to read your article all the way through even though I am still pretty much a beginner. In fact, I have translated it into English. If you find any big mistakes, please let me know.

    Letter to the LGBT Community

    To the LGBT community in Indonesia, my fellow humans and brother citizens:

    I am writing this because I have been thinking about everything – from news coverage, gossip, and rumours to slander – that have been unfolding about you recently.

    I have read before, “Privilege is invisible to those who have it.” Privilege is not seen or felt by people who possess it. White people in the US do not feel the privilege of being white because they have never been black or yellow people who have had to face racism. Males in the corporate world perhaps do not feel the privilege of owning a penis because they’ve never been women who have had to endure gender discrimination. Scholars perhaps do not feel the privilege of having had access to higher education because they have never felt what it is like to be among those for whom merely completing primary school is extremely difficult.

    Having a heterosexual orientation perhaps causes me to fail to recognize that privilege because I have never felt what it is like to be in a minority that has a different sexual orientation. Yet I still embolden myself to write this letter to you. Although I have a “majority” sexual orientation, I do have minority ethnicity and beliefs, and I also have faced hatred, harassment, and insults. Perhaps I can empathize with you, albeit only a little. Perhaps.

    Recently there has been so much prejudice, suspicion, and hatred circulating against you. Maybe some of you have been surprised that even friends, colleagues, or family, who all this time you thought were good with you, could suddenly be participating in sharing postings on WhatsApp, Facebook, or other social media that describe you as not human, even lower than animals, or as disgusting sickos who should be avoided as if they were contagious.

    Most of the people who hate you do so because they don’t understand. They do not yet have enough knowledge, and it is human nature to hate something you don’t understand. Lacking knowledge, then, they believe baseless things. They think that sexual orientation is fully a choice, like choosing a college (so that it can be “contagious”), although already so much research indicates that sexual orientation is determined by genetics and also by brain structure. They think of sexual orientation as multiple choice with only two choices: hetero or gay/lesbian, whereas a variety of studies show sexual orientation to be like a spectrum with a number of degrees. They think that you and your community are busy compiling the agenda of a conspiracy to take over the world. while you, no different from me, only want to go to school, make a living, look after your elders, and also be loved.

    Forgive those who hate because they don’t understand, for they know not what they do. Be patient and steadfast. Many hundreds of years ago, humans thought there was another type of human that deserved to be enslaved. Now it appears that slavery has been almost completely wiped out. Until a few decades ago, in several countries people with black skin were considered inferior and lower than people with white skin. Now we have a president of a superpower with black skin. Until a few decades ago women were denied the same rights as those given to men. Now we are starting to see the rise of women everywhere; they are even able to occupy important positions in corporations and in government.

    History shows that the human species is moving slowly toward greater wisdom, along with increased knowledge and understanding. This journey has not been smooth; it has been full of ups and downs and sometimes even backward steps. There have been people who have tried to reverse our collective wisdom. But history shows that human understanding is finally becoming advanced and more universal. In several countries of the world, recognition of your community as human, with the same rights as other humans has been achieved, something that would have been unimaginable 100 years ago.

    As for those who hate you because they don’t understand, you can only be patient, while continuing to show that what they fear and accuse you of without reason is actually untrue. Love them anyway and hope that slowly they will see you as human beings too. Show that you are the same as me, an ordinary human being. We all bleed equally red, we all laugh equally loud, and we all cry the same tears.

    It will certainly not happen overnight. But have some faith, that mankind will become wiser.

    But there is another kind of person, different from those I have mentioned above: those who hate because that hate offers them an advantage.

    Those who kindle hatred of you because that makes them popular.

    Those who kindle hatred of you because that makes the cloak of their religion appear holier, hiding the blackness of their hearts.

    Those who kindle hatred against you because that makes their political party more attractive to voters.

    Those who kindle hatred against you because they need a scapegoat to blame for all their own problems in life. Like Hitler, back in the day, blaming all the problems of Germany on the Jewish community.

    Those who kindle hatred against you because they are envious and spiteful of your prestige, achievements, and happiness, and they will look for any excuse to rob you of all of that.

    These people are the most vicious wolves, their foaming mouths filled with cruelty and evil. They don’t actually care about your sexual orientation, but they need you as a means to satisfy their lust for popularity, fame, power, and malice. They hate not because they don’t understand but because that hatred benefits them.

    Be careful of these people. Because the blood of other humans smells sweet to their noses when it benefits them. We can only hope that their numbers are few and their influence is limited and that our leaders will know how to defeat this savage group.

    Some of them will use the word “sin” to fan the flames of hatred. Because “sin” and “religion” are often made into merchandise which sells quickly, with buyers who want to be deceived by irresponsible people. For me, sin or not, it’s an individual matter, between you and God. As a human being I may not play the role of God, the one and only judge who can determine whether someone has sinned or not and send him or her into heaven or hell. I am also convicted in the eyes of God, so how can I be a judge as well?

    I am not God; I am a human being. And my obligation as a human being is to treat my fellow humans, well, “human,” no more, no less, without considering race, ethnicity, religion, sexual orientation. That is why I accept you as human. I accept you as teachers, as colleagues, as friends, as doctors, as clients, as shop owners, and as whatever role I will encounter — because you are human beings. Period.

    And if I have a child, that is also what I will emphasize to him or her. Treat human beings as human beings; don’t differentiate between gender, ethnicity, race, religion, and sexual orientation. I can only dream that my child and grandchild will grow up in a world where he or she no longer needs to stress that.

    Some day, when mankind is wiser.

      • Actually, it took me so long to translate your article that my teacher died from old age in the process. Seriously, however, I believe that what you have written, with such thoughtfulness, such courage, and such compassion is an immeasurable contribution to a community that is so often misunderstood, misrepresented, mistreated, and scapegoated for political purposes. We can only hope that more straight allies will offer their support, as you have done.

  122. Thanks untuk mas Henry dengan tulisan luar biasanya yang bisa dikatakan mewakili suara LGBT. Sudah dipaparkan penjelasan yang baik dan selogis itu percuma juga kalau otaknya ga jalan ketutup kitab suci. Tak perlu disudutkan oleh pertanyaan dan pernyataan “agamis”, toh kebanyakan LGBT sudah disiksa dengan pikirannya sendiri sejak kecil tentang dirinya yang berbeda, apakah kalian masih belum puas? Saya gay yang sudah menjalin hubungan monogami bersama pasangan selama kurang lebih 10th. Apakah anda-anda hetero suci akan “menyembuhkan” saya kembali ke jalan yang “normal” ? dengan cara apa? direbus air panas ? lol.

  123. Pingback: Pesan Om Piring Buat Teman-teman LGBT | Melela

  124. WHO telah mengklrifikasi LGBT bukan penyakit juga kemenkes Indonesia perkumpulan dokter jiwa /psikiater Indonesia juga sama ini bukan penyakit jiwa jadi tidak ada terapi ini setelah perstuan psikiter USA menanyakan sikap resmi psikiater Indonesia krn ada psiliatewr Indonesia bicara kalau LGBT penyakit dan bisa diterapi

  125. Om henry, terima kasih sudah membuat kami percaya bahwa masih banyak orang hetero yang toleransi terhadap kaum lgbt.
    Apakah karena orientasi saya berbeda, saya dibilang tidak beragama dan amalan saya tidak di terima oleh tuhan? Itulah pertanyaan saya kepada mereka yang sangat berpikir sempit. *maaf
    Saya beragama islam, dan saya tau apa balasan dan hukuman yang di dapat untuk orang seperti saya.
    Mereka bilang lgbt di anjurkan untuk di bunuh karena dosa besar.
    Tetapi hal itu “tidak menyiutkan rasa cinta saya terhadap tuhan”
    Karena dialah yang menciptakan saya, dan saya yakin semua ini adalah “skenario yang sudah di atur tuhan”

    • Love this post! Beautiful! I, myself, experience the difficulty living here as LGBT. Sometimes I blame myself for making decision to come and live here. But lately I found one thing for sure, there must be a reason. I dont have any ideas what the reason is at this time, but seeing how the LGBT people struggle with their life, can’t be themselves and stay out of closet, lock themselves in their wardrobe as they kept being pressured to carry the ‘sin’, have been an experience that I won’t forget, and it made me know where should I stand, and what should I contribute to this community.
      It will get better, fabulous people! It will!!

  126. I really like your opinion, Om :”) dan saya selalu percaya kalau LGBT tidaknya orang itu murni hak mereka dan ngga usah diribetin juga, ngga ganggu kita sama sekali soalnya. Yang merasa terganggu sampe perlu membasmi itu biasanya…totally kurang kerjaan.

    Bytheway, buat temen2 yg lain, boleh minta bantuannya sebentar? 😀

    Perkenalkan, saya Mey mahasiswi Univ. Mercubuana dan sedang dalam penyusunan tugas akhir. Boleh minta waktunya sebentar untuk isi dan sebar kuesioner tentang persepsi followers ke konten blog dan personal branding Henry Manampiring? https://www.surveymonkey.com/r/qsmey (Kuesionernya khusus untuk followers blog Om Piring yaa)

    Ada pulsa 100ribu untuk 4 pengisi kuesioner yg beruntung loooh hehe, Thankyou and have a nice day!

  127. Berjam jam aku baca komen ini gak habis2. Seru sih, tapi koment nya muter sana aja.
    Saya pribadi sih gak suka kalo pernikahan sejenis di Legalkan di Indonesia ini, tapi sangat tidak setuju juga kalo kaum LGBT di musnahkan alias dibunuh atas dasar mereka terlahir sebagai LGBT yg mempunyai orientas seksual yg salah dan tidak sesuai kodrat.
    Giini deh,
    Kalo LGBT di musnahkan, terus para pel*cur dan gigolo atau pria hidung belang mau diapain?
    Di legalkan, dg alasan orientasi seksual mereka sesuai kodrat?
    Tetap saja perbuatan itu biadab.
    Para LGBT lbh banyak org2 pintar dan beprestasi yg punya kreatifitas bagus.
    lihat saja kbanyakan cwok2 feminim yg rajin, pintar, yg otaknya cerdas lah.
    kebanding org2 yg hidup dg orientasi seksualnya normal.
    Lihat saja, para pel*cur yg berkeliaran dimana2, memamerkan dosanya, memperlihatkan diri sbg manusia yg hina.
    Jadi, untuk kita yg terlahir sbg makhluk Tuhan. Janganlah berprilaku layaknya Tuhan, menasehati boleh, tapi jangan menghakimi.
    Mau dia LGBT, mau di pel*cur.
    Biarkan saja, jangan kita sibuk menghina, apakah kita sudah suci?
    Gmana mau dibilang suci, kalo ngomong nya aja menghina.
    Buat saudara/i ku yg terlahir sbg kaum LGBT, semoga kalian bisa bisa tegar dg pro dan kontra dari manusia2 yg tidak mengerti dg postingan ini.
    Love Allah

  128. LGBT,. saya heran mengapa orang banyak mempermasalahkan LGBT dengan agama, sedangkan Penganutnya dominan mengerti dan bahkan taat dengan agamanya,, Menurut saya ini cuman masalah kenyamanan dlm diri manusia,,
    Banyaknya manusi yg mengharapakan untuk dpt masuk surga nmn perilaku dlm bermasyarakat kurang baik.. memandang satu masalah selalu mengutaakan egonya dan membawa nama agama dan tuhan bukan akal sehat dan hati..
    Saya akui Tuhan Tidak membenarkan LGBT nmn tuhan juga menginginkan manusianya mempunyai hati nurani dan bijaksana dlm segala hal,,
    Jika LGBT di angap DOSA maka biar la hal itu menjadi urusan tuhan biarkan tuhan yg menghukumnya.. kita sebagai manusia tak perlu repot2 mengurus dosa orang lain cukup mengoreksi kehidupan diri sendiri sja agar menjadi manusia yg bermanfaat ..

    klw saya santai saja,, saya tidak mengharapkan masuk surga biar lah Tuhan yg menentukan,
    ketika saya memutuskan melakukan sebua dosa berarti saya siap dengan konsekuensinya,, karna dosa yg kuperbuat adalah dosa yg memang ku inginkan,, yg penting saya tidak mengganggu, mengambil, mengusik, dan merusak hak orang lain,,

    Hidup itu pilihan, kita tidak bisa memaksa orang lain untuk melakukan hal yg sama dengan kita. krna hidupku adalah jalnku, dan hidupmu adalah jalanmu ..

  129. At the end of the day.

    Hanya ada 2 jenis manusia yang akan ditetapkan.
    Manusia baik.
    Manusia tidak baik.

    Untuk itu, dari awal Tuhan udah menghukum kita untuk bisa membedakan mana yang baik dan mana yang benar, itu hukuman loh. Masih juga berdebat soal hukuman yang udah Tuhan kasih.

    😊

  130. Hiks… sedih saya baca blog nya, saya tidak terlalu mempermasalahkan orientasi seks seseorang wheter they’re straight or gay as long as dia baik, tidak merugikan orang lain dan diri sendiri, It’s okay! Anyway I’m gay and I am proud of myself. 🙂

  131. very well said. yang masih bilang klo lesbian atau gay itu penyakit berarti tidak bisa membuka pikiran, ada jutaan orang didunia yang gay dan bahkan menikah dan bisa hidup secara layaknya manusia yang lain kok. kalau masalah dosa biarlah itu urusan masing-masing. kita manusia tidak punya hak menentukan orang berdosa atau tidak.

  132. Mayoritas pemahaman agama menilai LGBT adalah dosa. Penafsiran kebenaran spt inilah sejak dulu yg berkembang hingga kini.Kenapa kebenaran spt ini tetap langgeng. Hal ini karena penguasalah yg menerjemahkan kebenaran. Karena penguasa dunia adalah mayoritas, maka penafsiran kebenaran agama juga versi penguasa mayoritas alias hetero.

    Dalam sejarah sudah banyak catatan,bahwa siapapun yg berani menentang kebenaran penguasa, maka pandangannya akan dibungkam dan orangnya dibunuh.Akibatnya pandangan dan penafsiran yg menolak kebenaran penguasa tidak berkembang.

    Sekarang jaman sudah berubah, tak bisa lagi pandangan yg berbeda akan dibungkam. Sudah banyak org org pintar dan ahli agama yg menolak penafsiran agama yg tidak humanis dan mengatakan bahwa LGBT adalah alami sesuai kodrat.

    Bagi teman teman LGBT dan hetero yg humanis, gak perlu lagi takut DIdosa dosain karena membela LGBT. Kebenaran dunia ini realtif, tergantung siapa yg menafsirkan. Kalau kalian merasa LGBT bukan dosa sesuai dengan penafsiran tokoh agama yg membolehkan LGBT, ya udah ikuti aja sesuai dengan keyakinanmu. Kayakinan khan gak bisa dipaksa.

    Soal nanti dosa apa tidak, khan manusia cuma menfasirkan saja, hanya Tuhan yg tahu pasti. Pasrahkan saja kebenaran itu pada Tuhan,

    Kalau mayoritas bilang LGBT itu dosa ya biar saja, itu khan penafsiran yg diyakinnyai. Kita hormati saja sebagai kaykinan yg dipilihnya.Sebaliknya mayoritas juga harus bisa menghargai penafsiran yg berbeda yg diyakinI ipara pro LGBT. Jangan mengobarkan kebencian pada penafsiran yg diyakini org lain yg berbeda, apalagi melakukan serangan kekerasan terhadap keyakinan org lain yg berbeda.

    Jadilah dirimu sendiri, yakinkan pada dirimu bahwa LGBT bukan dosa sesuai dgn penafisran ahli agama yg humanis. Lihat saja para ahli agama yg humanis ini selalu mengabarkan kadamaian, kasih dan toleransi. Apa masih tidak percaya. Lebih percaya mana, penafsiran yg mengabarkan kedamaian dan toleransi atau penafsiran yg mengobarkan kebencian dan kekerasan. Anda punya akal dan hati nurani, gunakan itu.

    Seperti tulisan artikel ini, yg didasari oleh akal dan hati inurani. Sosok sosok seperti inilah wujud nyata penyemai kedamaian hidup. Terimakasih bung Henry Manampiring atas artikelnya. Sungguh sungguh superrr…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s